57 Ulasan Menarik Candi Borobudur Situs Warisan Dunia UNESCO

Mengenal Sejarah dan Fungsi Candi Borobudur
Mengenal Sejarah dan Fungsi Candi Borobudur

Pada tahun 1991, Candi Borobudur secara resmi diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menegaskan nilai budaya, sejarah, dan keindahan arsitektur Candi Borobudur yang luar biasa.

Sebagai Situs Warisan Dunia, Candi Borobudur dianggap memiliki nilai universal yang penting bagi umat manusia dan diharapkan dapat dijaga, dipelihara, dan dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang. Pengakuan ini juga meningkatkan profil dan kepopuleran Candi Borobudur sebagai tujuan wisata budaya yang signifikan di dunia.

Sejak itu, pemerintah dan pihak terkait telah bekerja keras untuk melestarikan dan menjaga Candi Borobudur agar tetap berdiri kokoh dan dapat dinikmati oleh semua orang. Pengakuan UNESCO menjadi penghargaan yang membanggakan bagi Indonesia dan memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang paling terkenal di dunia.

Candi Borobudur, yang terletak di alamat 96R3+RH6, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56553, adalah salah satu keajaiban dunia yang menarik dan unik. Candi ini menjadi tujuan wisata yang tak terlupakan bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjungi Yogyakarta dan Magelang. Keindahan dan kemegahannya telah mendapat pengakuan internasional.

Candi Borobudur, Pusaka Kolosal Magelang, Jawa Tengah
Candi Borobudur, Pusaka Kolosal Magelang, Jawa Tengah

Candi Borobudur tidak hanya menjadi objek wisata, tetapi juga merupakan peninggalan sejarah yang luar biasa. Dengan keunikan arsitektur dan reliefnya yang masih terawat dengan baik, candi ini mampu memukau pengunjung dari berbagai belahan dunia. Banyak yang datang untuk melihat sendiri keajaiban yang tersembunyi di dalamnya.

Berbeda dengan candi-candi lainnya di Indonesia, Candi Borobudur memiliki daya tarik tersendiri. Di tengah-tengah Kota Magelang, Jawa Tengah, candi ini menjadi saksi bisu dari sejarah yang telah berusia ribuan tahun. Batu-batu peninggalan masa lalu masih tegak kokoh, memberikan kesan yang mendalam bagi setiap pengunjung.

Penemuan Candi Borobudur oleh pasukan Inggris pada tahun 1814 menjadi titik awal kebangkitannya. Dengan upaya pemulihan yang dilakukan di bawah kepemimpinan Sir Thomas Stamford Raffles, candi ini berhasil dipulihkan hingga tahun 1835. Sejak saat itu, pesonanya semakin terkenal di dunia dan menjadi destinasi wisata yang tak terlupakan.

Tidak hanya sebagai daya tarik wisata, Candi Borobudur juga menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia. Bangunan yang anggun dan penuh makna ini menjadi saksi perjalanan sejarah Indonesia. Religius, artistik, dan penuh keindahan, candi ini menjadi bukti cinta dan dedikasi masyarakat Indonesia terhadap warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Jika Anda berencana mengunjungi Magelang, jangan lewatkan untuk melihat keunikan dan keindahan Candi Borobudur. Selain memberikan pengalaman wisata yang tak terlupakan, kunjungan Anda juga akan memberikan penghormatan kepada kebesaran sejarah dan keindahan budaya Indonesia. Segera rencanakan perjalanan Anda dan nikmati pesona tak tergantikan dari Candi Borobudur yang unik ini.

Alamat Lengkap Akses Lokasi Rute

Alamat lengkap dan akses lokasi Candi Borobudur adalah sebagai berikut:

Alamat: 96R3+RH6, Kw. Candi Borobudur, Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah 56553

Candi Borobudur secara administratif terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun, karena kedekatannya dengan Yogyakarta dan popularitasnya, banyak orang mengaitkan Candi Borobudur dengan Yogyakarta.

Alamat resmi Candi Borobudur adalah di Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jaraknya sekitar 20 km dari pusat Kota Magelang, dapat dicapai dalam waktu perjalanan sekitar 35 menit dengan kendaraan. Dari pusat Kota Yogyakarta, jaraknya sekitar 40 km dengan waktu perjalanan sekitar 60 menit menggunakan kendaraan.

Apabila Anda datang dari arah Wonosobo, jarak yang ditempuh sekitar 54 km dengan waktu perjalanan sekitar 1 jam 35 menit. Akses ke lokasi dapat dilakukan dengan kendaraan roda dua atau empat melalui jalan yang mudah dilalui.

Candi Borobudur adalah salah satu tempat wisata yang sangat direkomendasikan di Magelang karena pesona sejarah dan budayanya.

Rute untuk mencapai Candi Borobudur tergantung dari lokasi Anda. Berikut ini adalah rute umum yang dapat diikuti:

  1. Dari Yogyakarta:
    • Naik kendaraan pribadi atau taksi dari Yogyakarta menuju arah Magelang.
    • Ikuti jalan menuju Kabupaten Magelang.
    • Setelah memasuki Kabupaten Magelang, ikuti tanda arah menuju Candi Borobudur.
    • Terletak di Kw. Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur.
  2. Dari Bandara Internasional Adisutjipto (Yogyakarta):
    • Naik kendaraan pribadi atau taksi dari bandara menuju arah Magelang.
    • Ikuti jalan menuju Kabupaten Magelang.
    • Setelah memasuki Kabupaten Magelang, ikuti tanda arah menuju Candi Borobudur.
    • Terletak di Kw. Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur.
  3. Dari Stasiun Tugu Yogyakarta:
    • Naik taksi atau ojek online dari stasiun menuju Candi Borobudur.
    • Beritahu pengemudi tujuan Anda adalah Candi Borobudur di Kw. Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Pastikan untuk mengikuti petunjuk arah dan peta yang tersedia agar dapat mencapai Candi Borobudur dengan mudah.

Cara Menuju Magelang

Untuk mencapai Magelang, terdapat dua cara yang dapat Sobat Pesona tempuh, yaitu melalui jalur udara dan jalur darat. Berikut penjelasan lebih lanjut:

  1. Jalur Udara: Jika Sobat Pesona memilih jalur udara, langkah pertama adalah terbang ke Bandar Udara Internasional Adisutjipto di Yogyakarta. Setelah tiba di bandara, Sobat Pesona dapat melanjutkan perjalanan ke Magelang dengan menggunakan angkutan umum seperti taksi atau travel, atau menyewa kendaraan pribadi. Waktu tempuh dari bandara ke Magelang biasanya sekitar 1 jam tergantung dari kondisi lalu lintas.
  2. Jalur Darat: Untuk jalur darat, Sobat Pesona dapat menggunakan mobil pribadi atau naik bus antar kota. Jika menggunakan mobil pribadi dari Jakarta, Sobat Pesona dapat mengikuti Jalur Tol Trans Jawa menuju Magelang dengan waktu perjalanan sekitar 8 jam tergantung dari kondisi lalu lintas. Jika memilih naik bus antar kota, Sobat Pesona dapat mencari bus yang berhenti di Terminal Tidar atau Terminal Soekarno-Hatta di Magelang.

Selain itu, Sobat Pesona juga dapat memilih opsi kereta api. Sobat Pesona dapat naik kereta api dari stasiun besar di Jawa seperti Jakarta, Surabaya, atau Semarang menuju Stasiun Tugu atau Stasiun Lempuyangan di Yogyakarta. Dari Yogyakarta, perjalanan dapat dilanjutkan dengan angkutan umum atau menyewa kendaraan ke Magelang dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Pilihan transportasi tergantung pada preferensi dan kenyamanan Sobat Pesona, serta kebutuhan perjalanan yang diinginkan. Pastikan untuk melakukan perencanaan perjalanan dengan baik agar tiba di Magelang dengan aman dan nyaman.

Tiket Masuk

Candi Borobudur, salah satu destinasi wisata yang sangat terkenal, menawarkan pengalaman yang unik bagi para pengunjung. Keindahan dan kekayaan sejarahnya menjadikannya sebuah tempat yang istimewa dan tak tergantikan di Indonesia.

Tiket masuk ke Candi Borobudur memang memiliki harga yang cukup mahal dibandingkan dengan beberapa wisata lainnya. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian dan keberlanjutan dari warisan sejarah dan budaya yang ada di Candi Borobudur.

Berikut ini adalah beberapa harga tiket masuk Candi Borobudur:

  • Tiket Masuk Dewasa Lokal: Rp50.000
  • Tiket Masuk Anak Lokal (usia 3-10 tahun): Rp25.000
  • Tiket Masuk Naik Candi (Bhumisambhara/Caitya) Dewasa: Rp120.000
  • Tiket Masuk Naik Candi (Bhumisambhara/Caitya) Anak: Rp75.000
  • Tiket Masuk Terusan Borobudur & Prambanan Dewasa: Rp75.000
  • Tiket Masuk Terusan Borobudur & Prambanan Anak-Anak: Rp35.000
  • Tiket Masuk Terusan Borobudur & Ratu Boko Dewasa: Rp75.000
  • Tiket Masuk Terusan Borobudur & Ratu Boko Anak-Anak: Rp35.000
  • Tiket Masuk Turis Dewasa Mancanegara: Rp375.000
  • Tiket Masuk Turis Anak Mancanegara (usia 3-10 tahun): Rp225.000

Selain itu, terdapat juga opsi pembelian tiket online dan paket trip dengan harga yang berbeda-beda. Biaya retribusi parkir kendaraan juga dikenakan tergantung jenis kendaraan yang digunakan.

Selain harga tiket masuk, terdapat juga biaya retribusi parkir yang berbeda-beda, tergantung jenis kendaraan mulai dari sepeda motor hingga bus pariwisata.

Meskipun ada protes dari beberapa wisatawan terkait kenaikan harga tiket, namun kebijakan ini diambil demi menjaga keaslian dan keberlanjutan warisan budaya Candi Borobudur. Meski demikian, minat wisatawan untuk mengunjungi candi ini tetap tinggi, terutama bagi wisatawan mancanegara.

Perlu diingat bahwa harga tiket Candi Borobudur dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pengelola wisata. Oleh karena itu, disarankan agar wisatawan selalu memeriksa informasi terkini mengenai harga tiket sebelum mengunjungi candi ini.

Berdasarkan informasi dari beberapa sumber, selama periode 7 Mei hingga 10 Juni 2023, pengunjung memiliki kesempatan untuk menjadi peserta kajian terbuka dan naik ke atas Candi Borobudur. Untuk mendaftar naik, Anda dapat mengunjungi situs ticketcandi.borobudurpark.com.

Bagi rombongan pelajar atau mahasiswa dengan jumlah peserta minimal 20 orang, terdapat tiket masuk khusus. Penting untuk membawa surat pengantar resmi dari kampus atau sekolah yang bersangkutan sebagai persyaratan wajib.

Pastikan untuk memeriksa informasi terkini dan persyaratan lebih lanjut mengenai pendaftaran naik dan tiket masuk melalui situs web resmi atau menghubungi pihak pengelola Candi Borobudur.

Candi Borobudur dapat dikunjungi setiap hari dengan jam operasional mulai dari pukul 06.30 hingga 16.30. Disarankan bagi wisatawan untuk datang lebih pagi agar dapat menikmati suasana yang lebih tenang di Candi tersebut.

Pagi hari dengan cuaca yang cerah memberikan pengalaman yang menakjubkan, di mana wisatawan dapat menikmati panorama indah dengan sinar matahari yang terik. Namun, disarankan untuk membawa topi sebagai pelindung dari sinar matahari, karena menjelang siang suhu akan semakin panas.

Candi Borobudur di Magelang ini menjadi tujuan wisata yang populer baik bagi wisatawan lokal maupun turis mancanegara. Banyak orang yang penasaran dan ingin mengalami suasana di kawasan Candi ini, sehingga setiap hari pengunjungnya selalu ramai.

Fasilitas

Sebagai salah satu wisata favorit di Indonesia, Candi Borobudur menawarkan fasilitas lengkap untuk para pengunjung, termasuk:

Musola

Candi Borobudur juga menyediakan fasilitas musola yang lengkap dengan perlengkapan shalat. Ada beberapa musola yang disediakan untuk memastikan kenyamanan para pengunjung. Fasilitas musola ini memberikan kesempatan bagi wisatawan yang ingin melaksanakan ibadah shalat selama kunjungan.

Selain itu, terdapat juga fasilitas air wudhu yang tersedia dengan air bersih yang melimpah. Hal ini memudahkan wisatawan untuk berwudhu sebelum melaksanakan shalat di musola. Dengan adanya fasilitas musola dan air wudhu yang memadai, pengunjung yang beragama Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan tenang selama kunjungan.

Toilet

Di kompleks Candi Borobudur, terdapat toilet umum yang tersedia di beberapa lokasi strategis. Toilet ini dirawat dengan baik dan bersih, memastikan kenyamanan pengunjung yang ingin menggunakan fasilitas kamar mandi. Petugas yang bertugas di kompleks candi siap memberikan arahan jika pengunjung membutuhkan bantuan dalam menemukan toilet.

Keberadaan toilet umum yang terawat dengan baik dan dilengkapi dengan petugas yang siap membantu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung. Ini memungkinkan pengunjung untuk melakukan kegiatan ke kamar mandi dengan nyaman dan terhindar dari kebingungan dalam menemukan fasilitas yang mereka butuhkan.

Pusat Oleh-oleh

Di dekat pintu keluar kompleks Candi Borobudur, Anda akan menemukan berbagai penjual oleh-oleh khas yang siap menyambut pengunjung. Mereka menawarkan beragam produk khas seperti batik, kerajinan tangan, miniatur candi, makanan tradisional, dan masih banyak lagi.

Anda bisa dengan bebas memilih produk yang diinginkan dan berinteraksi dengan penjual. Jika Anda berencana membeli dalam jumlah banyak, jangan ragu untuk menawar harga agar bisa mendapatkan penawaran yang lebih baik. Namun, tetaplah bersikap sopan dan menghargai pekerjaan mereka.

Dengan adanya pusat oleh-oleh ini, Anda bisa membeli oleh-oleh khas sebagai kenang-kenangan atau untuk dibagikan kepada orang-orang terdekat. Pastikan untuk memilih produk yang sesuai dengan selera dan memeriksa kualitasnya sebelum membeli.

  1. Pintu Masuk: Memiliki pintu masuk yang dapat diakses oleh pengunjung. Terdapat tiket masuk yang harus dibeli untuk memasuki kompleks candi.
  2. Area Parkir: Di sekitar terdapat area parkir yang luas untuk kendaraan pribadi dan bus wisata. Pengunjung dapat memarkir kendaraannya dengan nyaman.
  3. Pusat Informasi: Terdapat pusat informasi atau visitor center yang menyediakan informasi tentang sejarah dan arti penting. Pengunjung dapat mendapatkan penjelasan mengenai struktur candi, relief, dan sejarahnya.
  4. Area Penjualan Tiket: Terdapat loket penjualan tiket di dekat pintu masuk candi. Pengunjung dapat membeli tiket di tempat tersebut atau melalui layanan online jika tersedia.
  5. Toilet dan Fasilitas Kesehatan: Terdapat toilet umum dan fasilitas kesehatan seperti klinik atau pos medis untuk keperluan pengunjung.
  6. Area Istirahat dan Warung Makan: Terdapat area istirahat dan warung makan. Pengunjung dapat beristirahat, menyantap makanan, atau membeli oleh-oleh di tempat tersebut.
  7. Toko Suvenir: Terdapat toko suvenir yang menjual berbagai macam souvenir dan barang-barang khas seperti patung, kerajinan tangan, kaos, dan lain-lain.
  8. Pemandu Wisata: Jika pengunjung menginginkan penjelasan mendalam, tersedia pemandu wisata yang dapat dihire di tempat tersebut. Pemandu wisata akan memberikan informasi dan cerita mengenai setiap bagian dan detail penting.
  9. Area Kebersihan: Pihak pengelola candi juga menyediakan fasilitas kebersihan seperti tempat sampah dan area penjemuran untuk menjaga kebersihan lingkungan candi.

Penting untuk dicatat bahwa fasilitas yang tersedia dapat berubah dari waktu ke waktu. Sebaiknya memperoleh informasi terbaru tentang fasilitas yang ada sebelum mengunjungi Candi Borobudur.

Sejarah

Candi Borobudur memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Dibangun pada abad ke-8 oleh Dinasti Syailendra, candi ini merupakan bukti kejayaan agama Budha pada masa itu. Sebagai salah satu keajaiban arsitektur dunia, Menjadi peninggalan berharga yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

Namun, setelah Dinasti Syailendra menghilang, Candi Borobudur terlupakan dan tertutup oleh abu vulkanik dan hutan yang lebat. Penemuan kembali candi ini dilakukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814, yang kemudian memulai proses penggalian dan pemulihan situs ini.

Proses pemugaran yang dilakukan pada tahun 1973 oleh pemerintah Indonesia, dengan dukungan dari UNESCO, merupakan upaya besar untuk memulihkan keagungan Candi Borobudur. Pemugaran dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan keaslian struktur dan detailnya tetap terjaga.

Sejak pemugaran tersebut, Candi Borobudur kembali menjadi pusat ziarah dan ibadah bagi umat Budha, serta menjadi tujuan wisata yang terkenal di Indonesia dan dunia. Keindahan arsitektur candi, relief yang menggambarkan cerita-cerita Budha, serta lingkungan alam yang mempesona membuat menjadi daya tarik yang tak terbantahkan.

Sebagai warisan dunia yang diakui oleh UNESCO, Candi Borobudur menjadi simbol kekayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Keberadaannya yang tetap bertahan hingga saat ini adalah bukti keajaiban dan keindahan peradaban manusia masa lalu.

Arsitektur

Arsitektur Candi Borobudur memang sangat unik dan penuh nilai filosofis. Candi ini memiliki bentuk piramida berundak dengan tiga tingkatan utama, yaitu Kamadhatu, Rupadhatu, dan Arupadhatu.

Zona Kamadhatu, yang merupakan bagian terendah dari candi, menggambarkan dunia nafsu dan kehidupan duniawi. Relief di zona ini menggambarkan berbagai adegan kehidupan manusia, termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan serta kegiatan sehari-hari.

Zona Rupadhatu, yang merupakan bagian tengah candi, menggambarkan dunia rupa atau dunia bentuk. Relief di zona ini menampilkan berbagai adegan kehidupan Buddha dan kisah-kisah yang terkait dengan ajaran Buddha. Terdapat juga arca-arca Buddha yang ditempatkan di dalam stupa-stupa kecil.

Zona Arupadhatu, yang merupakan bagian teratas candi, menggambarkan dunia tanpa bentuk atau dunia spiritual. Di zona ini terdapat stupa-stupa besar yang tidak memiliki arca di dalamnya. Zona ini melambangkan keadaan ketiadaan dan kesucian.

Selain itu, setiap tingkatan candi dihiasi oleh panel-panel relief yang menggambarkan cerita dan ajaran Buddha. Relief-relief ini secara detail mengisahkan perjalanan spiritual dan kehidupan Buddha.

Arsitektur menggabungkan unsur-unsur arsitektur India, Indonesia, dan Gupta. Penggunaan batu vulkanik yang diukir dengan teliti menjadi ciri khas bangunan candi ini.

Keunikan arsitektur dan keberadaan relief-relief yang melambangkan ajaran Buddha menjadikannya sebagai salah satu situs bersejarah dan keagamaan terpenting di dunia.

Zona Kamadhatu

Zona Kamadhatu melambangkan dunia nafsu dan kehidupan duniawi yang masih terikat oleh hawa nafsu dan keinginan duniawi. Relief-relief yang terdapat di zona ini menggambarkan berbagai adegan yang menggambarkan kehidupan manusia yang terjerat oleh nafsu buruk, seperti keinginan untuk memperkosa, mencuri, membunuh, dan tindakan-tindakan negatif lainnya.

Relief-relief di zona Kamadhatu secara visual menunjukkan penggambaran kehidupan yang penuh dengan godaan dan keinginan materi. Hal ini mewakili tahap awal perjalanan spiritual seorang individu yang masih terjebak dalam dunia nafsu dan membutuhkan pembebasan dari keterikatan tersebut.

Pada tingkatan Kamadhatu, Candi Borobudur mengajarkan pentingnya mengendalikan nafsu-nafsu negatif dan membebaskan diri dari ikatan-ikatan duniawi. Dalam konteks ajaran Buddha, zona ini menggambarkan kondisi manusia sebelum mencapai tingkat kesucian dan pencerahan.

Dengan mengamati dan memahami relief-relief di zona Kamadhatu, pengunjung Candi Borobudur dapat merenungkan makna dan pesan yang terkandung di dalamnya, serta menyadari pentingnya memperbaiki diri dan membebaskan diri dari nafsu-nafsu negatif demi mencapai kesucian dan pencerahan.

Zona Rupadhatu

Zona Rupadhatu merupakan tingkatan di atas zona Kamadhatu dan melambangkan alam peralihan atau transisi. Di zona ini, manusia sudah terbebas dari nafsu-nafsu buruk dan keinginan duniawi, namun masih hidup dan tinggal di dunia.

Relief-relief yang terdapat di zona Rupadhatu menggambarkan ajaran-ajaran Buddha dan cerita-cerita yang terkait dengan kehidupan dan perbuatan-perbuatan baik. Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai penggambaran figur Buddha, adegan kebajikan, dan perumpamaan-perumpamaan yang mengilustrasikan jalan menuju kesucian.

Zona Rupadhatu mengajarkan tentang pentingnya melakukan perbuatan baik, berbuat kebajikan, dan mengembangkan sifat-sifat mulia dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun manusia dalam zona ini sudah terbebas dari nafsu duniawi, mereka masih hidup dan berinteraksi dengan dunia, sehingga perbuatan mereka memiliki dampak dan konsekuensi yang dapat membawa mereka lebih dekat dengan kesucian.

Dengan mengamati relief-relief di zona Rupadhatu, pengunjung Candi Borobudur dapat merenungkan ajaran-ajaran Buddha tentang kebajikan, moralitas, dan pengembangan diri. Zona ini mengingatkan manusia untuk menghargai kehidupan, berbuat baik, dan menggapai kesucian melalui perbuatan-perbuatan yang membawa kebahagiaan dan pencerahan.

Zona Arupadhatu

Zona Arupadhatu merupakan tingkatan tertinggi yang melambangkan kehidupan manusia yang mencapai tingkat spiritual yang paling tinggi. Zona ini berbentuk lingkaran dan dianggap sebagai lambang dari rumah para dewa atau Tuhan.

Di zona Arupadhatu, terdapat stupa-stupa yang menjadi tempat suci yang menghormati para arwah para dewa dan roh-roh suci. Di dalam setiap stupa terdapat patung-patung Budha yang melambangkan kehadiran spiritual yang paling suci dan dihormati.

Zona Arupadhatu memperlihatkan konsep keberadaan yang tidak terikat oleh bentuk fisik, melainkan berkaitan dengan keabadian dan kesucian spiritual. Melalui representasi patung-patung Budha di dalam stupa, zona ini menggambarkan kehadiran dan pencapaian tertinggi manusia dalam mencapai kesucian dan pencerahan.

Pengunjung Candi Borobudur dapat merasakan atmosfer yang penuh dengan ketenangan dan keagungan di zona Arupadhatu. Zona ini mengajak untuk menghormati dan merenungkan tentang keberadaan spiritual yang melampaui dunia materi dan memperkuat hubungan manusia dengan yang Ilahi.

Dengan menelusuri zona Arupadhatu, pengunjung dapat merasakan kehadiran yang sakral dan merenungkan makna kehidupan yang lebih dalam. Zona ini mengingatkan kita akan tujuan utama kehidupan, yaitu mencapai pencerahan dan kedamaian batin melalui jalan spiritual yang diwujudkan dalam ajaran Buddha.

Fakta Menarik Seputar Candi Borobudur

Dibangun Oleh Dinasti Syailendra

Candi Borobudur memang dibangun pada abad ke-8 dan 9 Masehi, tepatnya sekitar tahun 800 Masehi, pada masa pemerintahan dinasti Syailendra. Dinasti Syailendra adalah sebuah kerajaan yang berpusat di wilayah Jawa Tengah, Indonesia, dan penganut agama Buddha Mahayana.

Pembangunan dimulai oleh Raja Samaratungga pada sekitar tahun 824 Masehi. Proyek pembangunan candi tersebut dikerjakan oleh para arsitek, insinyur, dan pekerja yang terampil. Pada awalnya, candi ini digunakan sebagai tempat beribadah agama Buddha dan juga sebagai monumen yang mewakili kosmologi Buddha.

Pembangunan diselesaikan pada sekitar tahun 874 Masehi oleh Ratu Pramudawardhani, putri dari Raja Samaratungga. Kemudian menjadi salah satu peninggalan budaya yang mengagumkan dari dinasti Syailendra dan menjadi pusat kegiatan keagamaan, budaya, dan keilmuan pada masa itu.

Secara keseluruhan merupakan karya seni arsitektur yang luar biasa dengan ukiran dan relief yang menggambarkan ajaran Buddha. Ia menjadi salah satu peninggalan bersejarah yang berharga dan menjadi warisan budaya dunia yang diakui oleh UNESCO pada tahun 1991.

Ukuran Tapak Candi yang Luas

Memiliki ukuran tapak yang sangat luas. Luas tapak candi ini mencapai 123 x 123 meter persegi. Candi ini terdiri dari tiga tingkat yang membentuk piramida, dengan tinggi total mencapai 35,40 meter.

Pada setiap tingkat candi, terdapat galeri atau lorong yang mengelilingi candi. Galeri-galeri ini dihiasi dengan ukiran dan relief yang menggambarkan ajaran Buddha serta cerita-cerita yang terkait dengan kehidupan Buddha dan kisah-kisah lainnya. Di sepanjang galeri, terdapat 504 patung Buddha yang tersebar di dalam stupa-stupa kecil. Stupa-stupa tersebut ditempatkan di atas dinding-dinding candi dan memiliki bentuk seperti terawang.

Pada tingkat teratas candi, terdapat satu stupa yang lebih besar dan disebut sebagai stupa induk. Stupa induk ini memiliki bentuk yang lebih besar dan berfungsi sebagai pusat atau titik tertinggi dari Candi Borobudur.

Dengan ukuran tapak yang luas dan kehadiran patung Buddha serta stupa-stupa yang melimpah, Menjadi salah satu situs arkeologi dan keagamaan yang paling menakjubkan di dunia.

Ditemukan oleh Thomas Stamford Raffles

Setelah mengalami masa pengabaian dan tertutup debu vulkanik akibat letusan Gunung Merapi, Candi Borobudur ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur Jenderal Inggris di Jawa pada masa itu. Pencarian dan penemuan dilakukan oleh tim yang dipimpin oleh Cornelius, seorang Belanda yang bekerja untuk Raffles.

Setelah penemuan tersebut, proses pemugaran dan restorasi dimulai. Pada tahun 1907, pemerintah Hindia Belanda melalui pemerintah kolonialnya, menginisiasi proyek pemugaran yang dilakukan secara bertahap. Pemugaran berlangsung selama beberapa dekade dan melibatkan upaya untuk membersihkan, memperbaiki, dan memulihkan candi yang telah terkikis oleh waktu, cuaca, dan kerusakan lainnya.

Pada tahun 1973, UNESCO mengakui sebagai Situs Warisan Dunia dan memberikan dukungan untuk pemeliharaan dan pemugaran lebih lanjut. Candi Borobudur terus mengalami perawatan dan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga keindahannya dan melindunginya dari kerusakan. Saat ini, Menjadi salah satu daya tarik wisata yang paling penting di Indonesia dan menjadi ikon budaya yang diakui secara internasional.

Memiliki Relief Paling Lengkap

Candi Borobudur memiliki salah satu ansambel relief paling lengkap di dunia. Total terdapat 2.672 panel relief yang melingkupi dinding-dinding candi. Relief ini menggambarkan cerita dan ajaran dalam agama Buddha, serta memperlihatkan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Relief-relief tersebut secara keseluruhan menciptakan sebuah narasi yang disusun secara berurutan mengelilingi tiga tingkat platform candi. Mereka menceritakan berbagai kisah yang terkait dengan ajaran Buddha, termasuk kehidupan Gautama Buddha, kisah-kisah Jataka (cerita-cerita kehidupan sebelum menjadi Buddha), dan berbagai adegan kehidupan sehari-hari pada masa itu.

Keunikan terletak pada perpaduan antara seni relief, arsitektur, dan pesan spiritual yang disampaikan. Relief-reliefnya diukir dengan detail halus dan menampilkan berbagai ekspresi dan gerakan yang menakjubkan. Mereka merupakan karya seni yang sangat bernilai dan menjadi bukti kecemerlangan seni dan keterampilan pengrajin pada masa itu.

Relief-relief telah menjadi sumber informasi berharga bagi para sejarawan dan arkeolog dalam mempelajari sejarah, kebudayaan, dan agama pada masa lalu. Mereka juga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur, karena memperlihatkan pesona seni yang tak tertandingi dan memberikan pemahaman lebih dalam tentang warisan budaya yang luar biasa.

Diakui Sebagai Situs Warisan Dunia Oleh UNESCO

Pada tahun 1991, Candi Borobudur secara resmi diakui sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Pengakuan ini menegaskan nilai budaya, sejarah, dan keindahan arsitektur yang luar biasa.

Sebagai Situs Warisan Dunia, Candi Borobudur dianggap memiliki nilai universal yang penting bagi umat manusia dan diharapkan dapat dijaga, dipelihara, dan dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang. Pengakuan ini juga meningkatkan profil dan kepopuleran sebagai tujuan wisata budaya yang signifikan di dunia.

Sejak itu, pemerintah dan pihak terkait telah bekerja keras untuk melestarikan dan menjaga agar tetap berdiri kokoh dan dapat dinikmati oleh semua orang. Pengakuan UNESCO menjadi penghargaan yang membanggakan bagi Indonesia dan memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai salah satu ikon budaya Indonesia yang paling terkenal di dunia.

Fungsi

Pembangunan Candi Borobudur pada masa dinasti Syailendra memang dilakukan dengan maksud dan tujuan tertentu. Meskipun tidak ada catatan tertulis yang menyebutkan secara rinci tujuan pembangunan tersebut, para ahli sejarah telah melakukan penelitian dan memberikan interpretasi berdasarkan bukti-bukti yang ada. Beberapa maksud dan tujuan yang mungkin terkait dengan pembangunanr antara lain:

Sebagai tempat beribadah

Candi Borobudur pada masa lalu digunakan sebagai tempat beribadah bagi umat Buddha di wilayah tersebut. Sebagai pusat peribadatan agama Buddha, candi ini menjadi tempat untuk melaksanakan ritual dan upacara keagamaan. Para penganut agama Buddha akan melakukan ziarah dan meditasi sebagai bagian dari praktik keagamaan mereka.

Selain itu, ada juga kepercayaan bahwa candi ini merupakan tempat untuk menjamu para dewa atau makhluk halus yang dipercaya oleh umat Buddha. Dalam keyakinan mereka, candi ini dianggap sebagai tempat sakral yang menjadi perantara antara dunia manusia dan dunia spiritual. Para penganut agama Buddha akan melakukan upacara dan persembahan sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa.

Candi Borobudur sebagai tempat beribadah memiliki makna spiritual dan simbolis yang dalam bagi umat Buddha. Bangunan megah dan ukiran-ukiran yang ada di dalamnya mencerminkan keagungan dan kebesaran ajaran Buddha. Meskipun dalam perkembangan sejarahnya, Candi Borobudur mengalami masa terabaikan dan terkubur, tetapi saat ini candi tersebut telah dipulihkan dan menjadi salah satu tempat beribadah penting bagi umat Buddha dan juga menjadi daya tarik wisata spiritual yang terkenal di dunia.

Tempat menghormati raja-raja dinasti Syailendra

Salah satu fungsi Candi Borobudur pada masa lalu adalah sebagai tempat untuk memuliakan dan menghormati raja-raja dari dinasti Syailendra. Dinasti Syailendra merupakan keluarga kerajaan yang berkuasa pada abad ke-8 dan 9 di wilayah Jawa Tengah

Candi Borobudur dibangun sebagai wujud kebesaran dan keagungan dinasti Syailendra. Pada relief-relief yang terdapat di dinding-dinding candi, tergambar berbagai adegan kehidupan dan aktivitas kerajaan, termasuk gambaran tentang raja-raja Syailendra dan keluarganya. Relief-relief tersebut menjadi sarana untuk memperingati dan menghormati para raja tersebut.

Selain itu, Candi Borobudur juga dapat dianggap sebagai bentuk persembahan atau wujud dukungan dari raja-raja Syailendra terhadap agama Buddha. Pembangunan candi yang megah ini menunjukkan dukungan kuat raja-raja tersebut terhadap ajaran Buddha dan juga untuk memperkokoh kekuasaan mereka sebagai penguasa yang diberkati dan mendapat perlindungan dari ajaran agama tersebut.

Dengan demikian, Candi Borobudur tidak hanya sebagai tempat ibadah agama Buddha, tetapi juga sebagai monumen yang memuliakan dan menghormati raja-raja dinasti Syailendra, serta sebagai simbol kebesaran dan kekuasaan mereka dalam membangun dan memperluas pengaruh agama dan kebudayaan Buddha di wilayah tersebut.

Ungkapan rasa hormat dan syukur

Salah satu aspek penting dalam sejarah Candi Borobudur adalah sebagai bentuk ungkapan rasa hormat dan syukur terhadap para leluhur. Pada saat pembangunannya, candi ini didedikasikan untuk menghormati dan memperingati leluhur atau nenek moyang yang dianggap sebagai sosok yang mulia dan dihormati.

Dalam tradisi dan kepercayaan Jawa kuno, menghormati dan memuliakan leluhur merupakan bagian penting dari kehidupan spiritual dan sosial. Pembangunan Candi Borobudur dapat diartikan sebagai wujud nyata dari penghormatan dan pengabdian kepada para leluhur.

Dalam konteks agama Buddha, Candi Borobudur juga menjadi simbol rasa syukur terhadap ajaran dan warisan spiritual yang diterima dari para leluhur. Candi ini dibangun sebagai tempat ibadah dan meditasi, di mana umat Buddha dapat menghormati dan mengungkapkan rasa syukur mereka terhadap ajaran Buddha dan warisan spiritual yang telah diterima dari generasi sebelumnya.

Dengan demikian, pembangunan Candi Borobudur dapat dianggap sebagai bentuk ungkapan rasa hormat dan syukur terhadap para leluhur, baik dalam konteks kepercayaan tradisional maupun dalam praktik agama Buddha. Candi ini menjadi bukti nyata dari warisan budaya dan spiritual yang dihormati dan dijaga dengan rasa syukur oleh masyarakat pada masa lalu.

Tempat bertapa

Candi Borobudur juga memiliki fungsi sebagai tempat bertapa bagi para raja-raja dari dinasti Syailendra dan mungkin juga bagi individu-individu spiritual pada masa itu. Sejarah mencatat bahwa beberapa raja dari dinasti Syailendra mengabdikan diri mereka untuk bersemedi dan bertapa di dalam kompleks.

Letak candi yang terletak di bukit pegunungan yang sepi dan tenang menjadi tempat yang ideal bagi para raja untuk mencari kedamaian dan melaksanakan praktik spiritual mereka. Dalam tradisi agama Buddha, bertapa atau bersemedi merupakan praktik mendalam meditasi dan kontemplasi untuk mencapai pencerahan atau keadaan spiritual yang lebih tinggi.

Dalam konteks sejarah Candi Borobudur, tempat-tempat seperti balairung dan galeri-galeri candi dapat dianggap sebagai tempat-tempat di mana raja-raja bertapa dan melakukan praktik spiritual mereka. Selain itu, relief-relief pada dinding candi juga memperlihatkan adegan-adegan kehidupan spiritual dan meditasi, yang menggambarkan pentingnya praktik spiritual dalam kehidupan orang-orang pada masa itu.

Dengan demikian, Candi Borobudur bukan hanya menjadi tempat ibadah dan peribadatan agama Buddha, tetapi juga menjadi tempat di mana para raja dari dinasti Syailendra dan orang-orang spiritual pada masa itu dapat melakukan praktik bertapa dan mencari pencerahan spiritual.

Saat ini, Candi Borobudur memiliki beberapa fungsi yang berbeda:

Keajaiban dunia

Candi Borobudur telah diakui sebagai salah satu Keajaiban Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991. Pengakuan ini telah meningkatkan popularitas dan prestise di mata dunia. Sebagai situs warisan budaya yang luar biasa, Menarik minat wisatawan dari berbagai negara untuk mengunjungi dan mengagumi keindahannya. Statusnya sebagai Keajaiban Dunia juga memberikan dampak positif terhadap pariwisata di Indonesia, khususnya di daerah Magelang, Jawa Tengah.

Pemasukan negara

Candi Borobudur memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan pemasukan negara melalui sektor pariwisata. Sebagai daya tarik utama di Indonesia, jumlah wisatawan yang mengunjungi Candi Borobudur terus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan penerapan tarif masuk yang baru, pemasukan dari tiket masuk candi juga meningkat, sehingga memberikan sumbangan yang signifikan bagi pendapatan negara.

Pemasukan tambahan devisa dari pariwisata dapat digunakan untuk berbagai keperluan pembangunan dan pengembangan infrastruktur, pelestarian situs budaya, peningkatan aksesibilitas, promosi pariwisata, dan pengembangan sektor pariwisata secara keseluruhan. Selain itu, pertumbuhan pariwisata juga berdampak pada peningkatan lapangan kerja dan kemajuan ekonomi lokal di sekitar candi.

Pengingat Manusia pada masa sekarang

Candi Borobudur pada masa sekarang berfungsi sebagai pengingat bagi manusia akan nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan keuletan dalam mencapai sebuah karya besar. Pembangunan candi yang memakan waktu yang lama dan melibatkan ribuan pekerja menjadi bukti bahwa pencapaian yang signifikan membutuhkan usaha dan ketekunan yang besar.

Melalui keberadaannya, Candi Borobudur menginspirasi manusia untuk menghargai proses dan perjuangan dalam mencapai tujuan yang besar. Ia mengajarkan bahwa kesabaran dan ketekunan adalah kunci utama dalam meraih kesuksesan, serta mengingatkan bahwa hasil yang memuaskan seringkali membutuhkan pengorbanan dan upaya yang berkelanjutan.

Dengan memahami nilai-nilai ini, manusia pada masa sekarang dapat mengambil inspirasi dan menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan mereka, baik dalam mencapai tujuan pribadi maupun dalam membangun masyarakat yang lebih baik secara keseluruhan.

Tahapan pertama, yang dimulai pada tahun 780 Masehi, melibatkan perluasan pelataran dan perataan bukit. Hal ini mungkin dilakukan untuk memperluas ruang tempat candi berdiri dan memberikan fondasi yang kokoh.

Tahapan kedua dan ketiga, yang dilakukan pada tahun 792 Masehi, fokus pada penambahan undakan. Penambahan undakan ini dapat melibatkan peningkatan tingkat candi dan penyesuaian struktur untuk mengakomodasi tingkat baru.

Tahapan keempat, yang dilakukan pada tahun 824 Masehi, melibatkan penyempurnaan pada bagian gawang pintu, tangga, relief, dan pagar Langkan. Pada tahapan ini, mungkin dilakukan peningkatan estetika dan detail arsitektur candi.

Seluruh tahapan pembangunan tersebut menunjukkan komitmen dan kesungguhan para pembangun dalam membangun Candi Borobudur. Proses pembangunan yang berkelanjutan ini menjadi bukti keahlian dan kecintaan mereka terhadap seni dan agama Budha.

Sejarah pembangunan yang melalui lima tahapan tersebut menggambarkan kompleksitas dan keindahan arsitektur candi tersebut. Saat ini, Menjadi salah satu keajaiban dunia yang mempesona dan menjadi tujuan wisata yang populer di Indonesia.

Simbol budaya di Indonesia

Candi Borobudur memiliki makna simbolis yang melambangkan keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Dalam proses pembangunannya, terlihat penggabungan dua kebudayaan yang berbeda, yaitu kebudayaan Nusantara dan kebudayaan Budha.

Dalam konteks kebudayaan Nusantara, Candi Borobudur dapat dilihat sebagai cerminan keindahan seni dan arsitektur yang berkembang di wilayah Indonesia pada masa itu. Dalam pembangunannya, kemungkinan terdapat pengaruh elemen- elemen kebudayaan lokal yang diintegrasikan dengan konsep arsitektur Budha.

Di sisi lain, Juga merupakan sebuah monumen penting bagi agama Budha. Candi ini menjadi bukti penyebaran agama Budha di wilayah Nusantara pada masa lalu. Dalam arsitektur dan ornamennya, Candi Borobudur menampilkan berbagai adegan dan relief-relief yang menggambarkan ajaran Budha serta kisah-kisah penting dalam agama tersebut.

Dengan penggabungan kedua kebudayaan tersebut, Candi Borobudur menjadi simbol pengingat akan keberagaman agama dan budaya di Indonesia. Ia menggambarkan betapa Indonesia merupakan tempat bertemunya berbagai agama, kepercayaan, dan kebudayaan yang hidup berdampingan seiring dengan sejarah dan perkembangan zaman.

Sebagai salah satu peninggalan bersejarah yang sangat penting, Candi Borobudur menjadi bukti nyata akan keragaman budaya dan warisan sejarah Indonesia yang patut dijaga, dihormati, dan dipelajari oleh generasi sekarang dan yang akan datang.

Mitos Legenda Misteri

Candi Borobudur, dengan sejarahnya yang kaya dan keberadaannya yang megah, juga dikelilingi oleh mitos, legenda, dan misteri yang menambah daya tariknya. Berikut beberapa contoh mitos, legenda, dan misteri yang terkait:

Dibangun Oleh Makhluk Halus

Mitos bahwa Candi Borobudur dibangun oleh makhluk halus atau alien adalah cerita yang tidak memiliki dasar sejarah yang kuat. Meskipun memiliki arsitektur yang megah dan kompleks, serta dibangun pada zaman yang teknologinya dianggap maju untuk masanya, itu bukan berarti keterlibatan makhluk halus atau alien.

Penelitian dan temuan arkeologi menunjukkan bahwa Candi Borobudur dibangun oleh manusia dengan menggunakan tenaga manusia dan teknologi yang ada pada masa itu. Pembangunan candi ini melibatkan ribuan pekerja yang bekerja secara kolektif dalam waktu yang cukup lama.

Arsitektur dan kecanggihan teknik konstruksi Candi Borobudur sebenarnya merupakan bukti kemajuan dan keahlian manusia pada masa tersebut. Para bangsawan dan raja pada masa Dinasti Syailendra, yang berkuasa saat itu, memiliki sumber daya dan keahlian yang memungkinkan mereka membangun candi dengan skala dan kompleksitas yang luar biasa.

Dengan demikian, meskipun terdapat mitos yang menyebutkan hal-hal yang berhubungan dengan makhluk halus atau alien, tidak ada bukti sejarah yang menguatkan klaim tersebut. Candi Borobudur tetap merupakan bukti keahlian dan kreativitas manusia dalam menciptakan karya arsitektur yang mengagumkan.

Arca Sang Pengabul Doa

Mitos tentang Arca Sang Pengabul Doa di Candi Borobudur memang cukup populer. Konon, memasukkan tangan ke dalam lubang atau meraih arca tertentu diyakini dapat mengabulkan doa atau membawa keberuntungan.

Namun, penting untuk diketahui bahwa itu hanyalah sebuah mitos dan tidak memiliki dasar sejarah yang kuat. Candi Borobudur adalah sebuah situs bersejarah yang perlu dilestarikan dan dijaga keasliannya. Oleh karena itu, pihak pengelola telah mengeluarkan aturan yang melarang pengunjung untuk memegang atau menyentuh arca-arca serta merusak struktur candi.

Larangan ini diberlakukan untuk melindungi kelestarian Candi Borobudur sebagai warisan budaya yang berharga. Mengingat tingkat kepadatan kunjungan yang tinggi, memegang arca atau meraihnya dapat menyebabkan kerusakan fisik pada arca atau menghilangkan lapisan pelindung pada permukaan candi.

Oleh karena itu, sebagai pengunjung yang bertanggung jawab, penting untuk menghormati aturan yang ditetapkan dan menjaga keaslian serta keindahan bagi generasi sekarang dan masa depan.

Candi Borobudur Pernah Hilang

Candi Borobudur pernah mengalami masa di mana bangunannya tertutup oleh abu vulkanik dari letusan Gunung Merapi. Hal ini terjadi pada abad ke-11 Masehi. Selama beberapa abad, candi ini dilupakan dan tertutup oleh lapisan abu vulkanik yang tebal.

Mitos dan legenda seputar “hilangnya” Candi Borobudur karena disembunyikan oleh makhluk halus sebenarnya tidak memiliki dasar sejarah yang kuat. Kondisi tersebut lebih merupakan hasil dari bencana alam yang terjadi pada masa itu.

Pada tahun 1814, Candi Borobudur ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles, seorang Gubernur Jenderal Inggris di Jawa. Penemuan ini menjadi momen penting dalam mengungkapkan kembali keindahan dan kebesaran kepada dunia.

Setelah penemuan itu, upaya restorasi dan konservasi dilakukan untuk memulihkan candi ini dari kerusakan dan melindunginya agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Candi Borobudur kini menjadi salah satu situs bersejarah terpenting di Indonesia dan menjadi daya tarik wisata yang populer di dunia.

Jadi, meskipun Candi Borobudur sempat “hilang” dalam ingatan manusia selama beberapa abad, penemuan dan pemulihannya telah mengembalikan kejayaan dan keindahannya kepada kita.

Candi Borobudur Adalah Sebuah Jam Raksasa

Mitos bahwa Candi Borobudur adalah sebuah jam raksasa memang cukup populer. Konon, bentuk dan posisi stupa-stupa pada Candi Borobudur dapat menunjukkan waktu berdasarkan bayangan yang terbentuk saat sinar matahari bersinar.

Namun, perlu dicatat bahwa mitos ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah oleh para ahli. Candi Borobudur memiliki desain arsitektur yang kompleks dan dipenuhi dengan relief dan ornamen-ornamen Buddha yang memiliki makna simbolis dan religius.

Sejauh ini, penelitian arkeologi dan studi mengenai Candi Borobudur lebih berfokus pada aspek sejarah, struktur bangunan, dan interpretasi simboliknya, daripada sebagai jam raksasa yang mengukur waktu. Oleh karena itu, saat ini belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan bahwa sebenarnya berfungsi sebagai jam raksasa.

Mitos-mitos seperti ini sering kali muncul sebagai upaya untuk memberikan penjelasan atau makna tambahan terhadap struktur bangunan yang memiliki keunikan. Meskipun tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, mitos-mitos semacam ini tetaplah menarik dan menjadi bagian dari warisan budaya dan kisah yang melekat.

Candi Borobudur Dikelilingi Danau Air Asin

Mitos bahwa Candi Borobudur pernah dikelilingi danau air asin memang menarik untuk dibahas. Konon, andau tersebut berasal dari mata air asin di sekitar candi, dan karena dibangun menyerupai bunga teratai.

Namun, perlu diingat bahwa mitos-mitos semacam ini belum dapat dibuktikan secara ilmiah oleh para ahli. Penelitian arkeologi dan geologi yang telah dilakukan tidak menemukan bukti yang mengindikasikan adanya danau air asin di masa lalu.

Candi Borobudur memiliki struktur bangunan yang megah dan kompleks, serta diapit oleh perbukitan dan dataran yang hijau. Keindahan dan keunikan desainnya memang dapat mengingatkan kita pada keindahan alam, seperti bunga teratai yang tumbuh di atas danau. Namun, asumsi bahwa candi tersebut dikelilingi oleh danau air asin masih merupakan mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Penting untuk membedakan antara fakta sejarah dan mitos dalam memahami Candi Borobudur. Sementara mitos-mitos ini dapat menambah daya tarik dan misteri candi, pengetahuan kita tetap harus didasarkan pada penelitian dan temuan ilmiah yang sahih.

Mitos, legenda, dan misteri ini memberikan aura magis dan daya tarik tambahan. Namun, penting untuk diingat bahwa mitos dan legenda seringkali bersifat cerita turun-temurun dan tidak selalu memiliki dasar sejarah yang konkret. Sementara misteri dapat menjadi objek penelitian dan penjelajahan lebih lanjut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah dan keberadaan Candi Borobudur.

Larangan Dan Aturan

Berikut adalah beberapa peraturan yang telah dirangkum:

  1. Pembatasan Naik ke Candi: Sejak pertengahan 2020, pengunjung tidak diperbolehkan naik ke candi dan hanya dapat mengunjungi pelataran atau halaman candi. Namun, ketentuan ini sedang dalam proses kajian ulang. Pada periode tertentu, pengunjung dapat naik ke atas candi dengan didampingi pamong carita atau pemandu wisata. Tiket untuk naik ke atas candi dapat dibeli secara online melalui situs resmi ticketcandi.borobudurpark.com, dengan kuota terbatas sebanyak 1200 orang per hari.
  2. Pembukaan Pelataran: Sejak Senin, 23 Januari 2023, pelataran Candi Borobudur dibuka setiap hari. Sebelumnya, pelataran candi ditutup setiap hari Senin. Perubahan ini memungkinkan pengunjung untuk mengunjungi candi pada hari-hari tertentu tanpa adanya penutupan rutin pada hari Senin.
  3. Pembatasan Membawa Makanan dan Minuman: Pengunjung dilarang membawa makanan dan minuman dari luar ke area. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keamanan area candi. Sebaiknya, pengunjung memanfaatkan fasilitas restoran atau warung makan yang tersedia di sekitar area candi jika ingin menyantap makanan atau minuman.

Pastikan untuk selalu memperhatikan peraturan yang berlaku saat mengunjungi Candi Borobudur agar tetap menjaga keamanan, kenyamanan, dan kelestarian situs budaya tersebut. Jika terdapat perubahan atau tambahan peraturan lainnya, disarankan untuk merujuk pada sumber resmi atau menghubungi pihak berwenang terkait.

Aktivitas

Mengenal Sejarah dan Fungsi Candi Borobudur
Mengenal Sejarah dan Fungsi Candi Borobudur

Candi Borobudur, terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, adalah salah satu keajaiban dunia yang tak terlupakan. Candi ini adalah peninggalan sejarah dari Kerajaan Sailendra pada abad ke-8 dan merupakan candi Budha terbesar di dunia.

Bangunan candi yang megah ini terdiri dari sembilan tingkat yang menggambarkan konsep kosmologi dalam ajaran Budha. Relief yang indah dan rinci menceritakan kisah kehidupan Budha serta ajaran-ajarannya. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, Candi Borobudur juga menjadi simbol keagungan peradaban masa lalu.

Saat mengunjungi Candi Borobudur, Anda dapat menjelajahi setiap tingkat candi dan menikmati panorama spektakuler di sekitarnya. Puncak candi menawarkan pemandangan yang luar biasa, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Anda juga dapat merasakan ketenangan dan kedamaian di tengah lingkungan yang indah.

Selain itu, Candi Borobudur juga merupakan tempat yang tepat untuk belajar dan menggali pengetahuan tentang sejarah, seni, dan budaya Indonesia. Anda dapat memperdalam pemahaman Anda tentang agama Budha, arsitektur kuno, dan peradaban masa lalu.

Bagi wisatawan yang mencari hiburan dan rekreasi, Candi Borobudur juga menawarkan berbagai kegiatan menarik. Anda dapat berjalan-jalan di taman sekitar candi, mengunjungi museum yang menampilkan artefak dan peninggalan bersejarah, atau bahkan mengikuti upacara keagamaan Budha yang diadakan secara berkala.

Candi Borobudur adalah destinasi wisata yang tidak boleh Anda lewatkan ketika berada di Jogja atau Jawa Tengah. Keindahan, sejarah, dan keunikan yang dimilikinya membuatnya menjadi tempat yang istimewa dan tak terlupakan bagi siapa pun yang mengunjunginya.

Menikmati Keasrian Taman Lumbini

Taman Lumbini merupakan salah satu daya tarik di kompleks Candi Borobudur yang menawarkan keasrian alam dan keindahan candi sebagai latar belakang. Dengan luas 70 x 65 meter, taman ini menawarkan suasana yang hijau dan terawat dengan baik.

Selain pepohonan yang rindang, keberadaan Candi Borobudur sebagai latar belakang memberikan keindahan yang memikat. Anda dapat menikmati suasana tenang dan damai di taman ini, menjelajahi area taman, atau hanya duduk santai menikmati keindahan sekitar.

Taman Lumbini juga sering digunakan sebagai lokasi acara, seperti pernikahan dan pelepasan lampion. Hal ini menambah kesan romantis dan indah bagi para pengunjung. Meskipun ada acara yang sedang berlangsung, aktivitas wisata tetap berjalan normal, dan Anda masih bisa menikmati keindahan taman ini.

Apabila Anda berkunjung pada sore atau malam hari, Anda mungkin akan menemui suasana yang lebih berbeda dengan adanya acara yang digelar di taman ini. Namun, selama siang hari, Anda dapat menikmati keasrian dan ketenangan Taman Lumbini sekaligus menikmati pemandangan Candi Borobudur yang megah.

Berkeliling Menggunakan Odong-odong

Jika Anda tidak ingin lelah berjalan kaki saat berkeliling di kawasan candi, Anda dapat menggunakan odong-odong yang disediakan oleh pihak pengelola. Odong-odong adalah kereta mini yang akan membawa Anda menjelajahi berbagai tempat menarik.

Saat naik odong-odong, Anda akan diajak melewati area Taman Lumbini, salah satu tempat menarik di dalam kompleks candi. Di Taman Lumbini, Anda dapat menikmati keindahan dan ketenangan serta melihat berbagai elemen Budha yang diwakili oleh patung-patung dan dekorasi lainnya.

Selain itu, odong-odong juga akan melewati kandang gajah yang ada di kawasan candi. Anda dapat melihat gajah-gajah yang dipelihara di sana dan mendapatkan pengalaman unik melihat hewan-hewan tersebut.

Pengalaman berkeliling menggunakan odong-odong ini terutama cocok bagi anak-anak yang akan merasa senang dan antusias. Naik odong-odong akan memberikan mereka kesenangan ekstra dalam menjelajahi candi sambil bermain dan menikmati perjalanan dengan cara yang berbeda.

Namun, penting untuk tetap menghormati aturan dan pedoman yang diberlakukan saat menggunakan odong-odong, termasuk keselamatan dan perlindungan terhadap lingkungan sekitar. Nikmatilah pengalaman berkeliling dengan odong-odong ini sebagai salah satu cara yang menyenangkan untuk menjelajahi Candi Borobudur.

Berkunjung ke Museum Candi

Saat mengunjungi Candi Borobudur, Anda memiliki kesempatan untuk melihat dan belajar lebih banyak melalui berbagai museum yang ada di kawasan candi. Salah satu museum yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi adalah Museum Galeri Unik & Seni Borobudur Indonesia, yang juga dikenal sebagai Museum GUSBI.

Di Museum GUSBI, Anda akan menemukan berbagai barang-barang unik yang memecahkan rekor di Indonesia. Museum ini telah mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena koleksinya yang istimewa. Anda akan terpesona dengan koleksi yang unik dan menarik di dalam museum ini.

Selain Museum GUSBI, Anda juga dapat mengunjungi Museum Borobudur Karmawibhangga yang berlokasi tidak jauh dari sana. Museum ini menyimpan banyak informasi sejarah dan pengetahuan tentang Candi Borobudur. Anda dapat mengeksplorasi koleksi museum ini untuk memperkaya pemahaman Anda tentang sejarah dan budaya Candi Borobudur.

Kunjungan ke museum-museum ini akan memberikan Anda kesempatan untuk belajar lebih dalam tentang Candi Borobudur dan kekayaan budaya yang terkait dengannya. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengunjungi museum-museum ini saat Anda berada di kawasan candi, karena hal ini akan memberikan pengalaman yang berharga dan pengetahuan yang lebih mendalam tentang warisan budaya Indonesia.

Museum GUSBI

Museum GUSBI (Galeri Unik dan Seni Borobudur Indonesia) memiliki beberapa koleksi yang unik dan menarik untuk dikunjungi.

Selain jas terbesar di Indonesia dan manusia terpendek Mas Islahudin, museum ini mungkin juga menampilkan berbagai rekaman atau artefak yang memecahkan rekor MURI lainnya. Pengunjung dapat menikmati dan mengagumi berbagai hal unik dan menarik yang dipamerkan di museum ini.

Pastikan untuk membeli tiket masuk ke museum GUSBI saat mengunjungi Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur, agar Anda dapat mengeksplorasi koleksi-koleksi menarik di dalamnya.

Museum Kapal Samudraraksa

Museum Kapal Samudraraksa terdengar sangat menarik! Kapal ini memiliki perjalanan yang luar biasa, melaut dari Afrika hingga Indonesia. Pameran kapal seperti ini dapat memberikan pengalaman yang mendalam tentang perjalanan laut kuno dan perdagangan maritim antar-benua.

Dengan tiket masuk sebesar Rp. 100.000, pengunjung dapat memasuki kapal dan mengeksplorasi isi museum yang pasti akan memberikan pemahaman lebih dalam tentang sejarah maritim Indonesia dan pentingnya jalur perdagangan laut pada masa lampau.

Jika Anda tertarik dengan sejarah maritim dan perjalanan laut, Museum Kapal Samudraraksa akan menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi saat berada di Kawasan Taman Wisata Candi Borobudur.

Museum Borobudur

Museum Borobudur, yang terletak di samping Museum Kapal Samudraraksa, menawarkan pengunjung kesempatan untuk melihat sisi lain dari Candi Borobudur. Di dalam museum ini, pengunjung dapat melihat foto-foto penggalian awal dan proses restorasi candi yang menarik. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat relief yang tersembunyi di kaki candi.

Setelah menikmati kunjungan di Museum Borobudur, pengunjung bisa mengikuti tanda exit untuk keluar. Setelah itu, cukup dengan berjalan melintasi taman, pengunjung akan sampai di pasar oleh-oleh yang menawarkan berbagai barang menarik untuk memuaskan hasrat belanja. Di pasar souvenir ini, pengunjung dapat menemukan berbagai macam barang unik yang merupakan kenang-kenangan yang bagus dari kunjungan.

Jadi, setelah mengeksplorasi sejarah dan keindahan Candi Borobudur di museum, pengunjung bisa melanjutkan pengalaman berbelanja dan membawa pulang oleh-oleh yang khas dari kawasan tersebut.

Belanja Oleh Oleh

Setelah puas berkeliling dan menjelajahi kawasan Candi Borobudur, Anda dapat beristirahat sejenak dan berbelanja di sekitar tempat parkir. Di area tersebut, Anda akan menemukan berbagai toko yang menjual souvenir khas Jogja yang menarik. Souvenir-souvenir ini dapat Anda jadikan oleh-oleh khas Jogja setelah berkunjung.

Anda akan menemukan beragam kerajinan tangan seperti tas, topi, batik, patung, dan miniatur candi yang menarik. Souvenir-souvenir ini merupakan hasil karya para pengrajin lokal yang menggambarkan kekayaan budaya dan seni Jogja. Pilihlah souvenir yang paling Anda sukai dan cocok sebagai kenang-kenangan dari kunjungan Anda.

Selain berbelanja, jangan lewatkan kesempatan untuk berfoto di setiap sisi candi yang sangat eksotis dan menawan. Candi Borobudur menawarkan latar belakang yang spektakuler untuk foto-foto yang indah dan memukau. Abadikan momen liburan Anda di samping candi ini untuk menyimpan kenangan tak terlupakan.

Dengan berbelanja dan berfoto di sekitar Candi Borobudur, Anda dapat melengkapi pengalaman wisata Anda dan membawa pulang kenang-kenangan yang unik dari destinasi ini. Nikmati liburan Anda dengan memperoleh souvenir-souvenir khas Jogja dan mengabadikan momen indah.

Spot Foto

Selain menikmati keindahan bangunan ikonik candi, pengunjung juga dapat mengeksplorasi spot-spot fotografi yang menarik di sekitar Candi Borobudur. Detail arsitektur yang luar biasa dan kerapian bangunannya membuat setiap sudut candi menjadi layak untuk diabadikan dalam foto.

Tidak perlu bingung mencari pose yang menarik, karena di setiap sudut bangunan candi terdapat keindahan yang epik dan artistik. Keunikan seni bangunannya yang sangat terperinci akan menciptakan hasil foto yang spektakuler dan cocok untuk mempercantik feed Instagrammu.

Saat berkunjung, pastikan untuk tidak melewatkan momen berfoto bersama orang-orang tercinta. Nikmati sensasi spot-spot fotografi yang menakjubkan, dengan latar belakang keagungan candi yang mempesona di setiap sudutnya.

Dengan memanfaatkan keindahan dan kemegahan Candi Borobudur sebagai latar belakang, kamu akan mendapatkan foto-foto yang tak terlupakan dan memukau. Jadi, jangan lupa membawa kamera atau ponselmu untuk mengabadikan momen-momen berharga di spot fotografi yang menakjubkan ini.

Prewedding

Candi Borobudur sering menjadi latar belakang yang populer untuk pemotretan prewedding. Keindahan arsitektur candi yang megah dan lingkungannya yang alami menciptakan suasana romantis dan elegan untuk mengabadikan momen sebelum pernikahan.

Pasangan yang ingin melakukan pemotretan prewedding perlu mengikuti beberapa aturan dan prosedur. Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Izin dan Biaya: Untuk melakukan pemotretan prewedding, pasangan perlu mendapatkan izin dari pihak pengelola dan membayar biaya yang ditentukan. Izin ini penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung serta pelestarian candi.
  2. Jadwal dan Waktu: Pastikan untuk menentukan jadwal pemotretan yang sesuai dengan ketentuan dari pihak pengelola. Perhatikan juga waktu terbaik untuk memotret, seperti pagi atau sore hari, ketika cahaya matahari lebih lembut dan menghasilkan foto yang indah.
  3. Pengaturan dan Tema: Diskusikan dengan fotografer dan tim pemotretan mengenai pengaturan dan tema yang diinginkan. Candi Borobudur memiliki berbagai latar belakang yang menarik, seperti pelataran candi, relief, atau pemandangan sekitarnya. Sesuaikan dengan gaya dan konsep prewedding yang diinginkan.
  4. Pengawasan dan Etika: Selama pemotretan, penting untuk mengikuti aturan dan petunjuk dari pihak pengelola. Jaga etika dan hormati pengunjung lain yang sedang mengunjungi candi. Hindari merusak atau mengganggu lingkungan candi dalam proses pemotretan.
  5. Persiapan dan Koordinasi: Pastikan untuk melakukan persiapan yang matang sebelum pemotretan, seperti pemilihan busana, tata rias, dan aksesori. Koordinasikan juga dengan tim pemotretan mengenai logistik, transportasi, dan segala kebutuhan lainnya.

Penting untuk diingat bahwa Candi Borobudur adalah warisan dunia yang perlu dihormati dan dilestarikan. Sebagai calon pengantin, pastikan untuk menjaga kebersihan, tidak merusak, atau melakukan tindakan yang dapat mengganggu keindahan dan kelestarian candi tersebut.

Keunikan Daya Tarik

Sejarah Candi Borobudur: Simbol Dinasti Syailendra yang pernah terkubur usai letusan dahsyat Merapi hingga ditemukan kembali dan dipugar berulang kali
Sejarah Candi Borobudur: Simbol Dinasti Syailendra yang pernah terkubur usai letusan dahsyat Merapi hingga ditemukan kembali dan dipugar berulang kali

Candi Borobudur telah menjadi tujuan wisata sejarah dan budaya yang sangat terkenal. Awalnya, candi ini berfungsi sebagai tempat ziarah bagi umat Budha di seluruh dunia, tempat mereka dapat meninggalkan dunia duniawi dan mengikuti ajaran dan prinsip yang sesuai.

Namun, saat ini Candi Borobudur telah menjadi obyek wisata yang menarik bagi pengunjung dari berbagai negara, tidak hanya warga lokal Indonesia. Keunikan candi ini terletak pada bangunan artistiknya yang memukau dan memiliki daya tarik tersendiri.

Dalam kunjungan, pengunjung dapat menjelajahi dan menggali keunikan candi ini sepuasnya. Pengalaman ini tidak hanya akan memberikan keindahan visual, tetapi juga dapat meningkatkan pemahaman kita tentang sejarah dan budaya umat Budha.

Candi Borobudur memancarkan daya tarik yang begitu kuat karena keberadaannya sebagai salah satu peninggalan bersejarah terbesar di dunia. Dengan melihat bangunan, relief, dan arsitektur yang unik, pengunjung akan terpesona dan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang warisan budaya yang berharga ini.

Candi Borobudur, sebagai warisan peninggalan Budha terbesar di dunia, menarik minat para wisatawan untuk mengunjungi tempat ini. Sejarah dan kebudayaannya yang terkenal di seluruh dunia menjadikan sangat istimewa.

Dengan total 2.672 panel relief dan 504 patung Budha, Candi Borobudur memiliki keunikan yang tak tertandingi. Salah satu fakta menariknya adalah adanya 72 stupa yang mengelilingi Patung Budha di dalam candi.

Candi ini mencerminkan konsep Budha yang erat hubungannya dengan alam semesta. Di dinding candi, terdapat banyak cerita yang terukir dan bisa disaksikan dengan menjelajahi candi searah jarum jam, yang disebut juga Pradaksina.

Meskipun terdapat berbagai cerita dan mitos yang berkembang seputar Candi Borobudur, keunikan bangunannya dan panorama alam sekitarnya adalah fakta yang tak bisa disangkal.

Ketika kita melihat Candi Borobudur dari puncaknya, keindahannya yang luas dan megah benar-benar memukau. Saat mendaki ke puncak, kita akan disuguhi dengan keajaiban arsitektur candi yang menakjubkan.

Sampai di puncak, kita akan terpesona oleh pemandangan yang jauh lebih indah. Selalu penting untuk menghormati peraturan dan menjaga keaslian Candi Borobudur, serta tidak merusak apapun yang ada di dalamnya.

Bangunan Candi

Candi Borobudur memang menjadi destinasi wajib bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Yogyakarta dan Magelang. Selain keindahan dan kemegahannya, candi ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan merupakan tempat beribadah bagi umat agama Buddha di Indonesia. Tidak hanya sebagai objek wisata, tetapi Candi Borobudur juga memiliki nilai spiritual dan religius yang mendalam.

Salah satu daya tarik dari Candi Borobudur adalah pengunjung diperbolehkan untuk menaiki candi dan menikmati keindahan alam di sekitarnya. Ketika mencapai puncak candi, pengunjung akan terkagum dengan konsep dan arsitektur zaman dahulu yang masih terjaga dengan baik. Stupa-stupa dan patung-patung yang ada di candi ini mencerminkan keaslian dan keagungan masa lalu. Keindahan dan keaslian Candi Borobudur telah menarik perhatian banyak peneliti dari luar negeri.

Upaya pemeliharaan dan pelestarian Candi Borobudur terus dilakukan untuk menjaga keindahan dan keasliannya hingga saat ini. Melalui upaya konservasi dan perawatan yang baik, Candi Borobudur tetap memancarkan pesonanya sebagai salah satu warisan budaya yang berharga di Indonesia.

Bentuk Relief Unik

Bentuk relief yang terdapat menggambarkan cerita masa lalu dan memiliki makna yang mendalam. Struktur bangunan candi juga mengikuti konsep mandala. Setiap relief dan stupa pada candi ini memiliki pesan-pesan yang dapat memberikan pengajaran yang dalam bagi siapa pun yang mempelajarinya. Semua elemen ini digabungkan menjadi satu untuk menggambarkan konsep alam semesta sesuai dengan kepercayaan agama Buddha.

Zona Kamadhatu memiliki 160 relief yang terdapat di dindingnya. Relief-relief ini menggambarkan Karmawibhangga Sutra, yang berarti hukum sebab-akibat yang ada di dunia. Zona Rupadhatu terdiri dari relief dan patung Budha sebanyak sekitar 328 patung. Zona ini melambangkan alam peralihan di mana manusia mulai terlepas dari urusan dunia dan menjalani kehidupan spiritual. Sedangkan, zona Arupadhatu menggambarkan alam tertinggi dan tidak memiliki relief. Di zona ini, Anda tidak akan menemukan gambar-gambar atau relief, tetapi terdapat patung-patung Budha di dalam stupa, yang melambangkan keberadaan tempat yang paling suci.

Melalui kombinasi bentuk relief dan stupa, Candi Borobudur menyampaikan pesan-pesan filosofis dan spiritual yang mendalam kepada para pengunjungnya, mengajarkan tentang kehidupan, karmic, dan pencapaian keadaan yang terbebas dari dunia material.

Kebun Binatang

Di sekitar kompleks Candi Borobudur, terdapat beberapa atraksi hewan yang bisa dinikmati oleh pengunjung. Salah satunya adalah kebun binatang rusa yang terletak di sekitar kompleks Candi Prambanan. Pengunjung dapat melihat rusa-rusa yang berkeliaran di area kebun binatang tersebut.

Selain itu, di dekat Candi Borobudur juga terdapat atraksi gajah yang dikenal sebagai “safari gajah”. Pengunjung dapat menyaksikan atraksi dan pertunjukan gajah yang ditujukan untuk menghibur para pengunjung, terutama anak-anak. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat candi, sehingga mudah dijangkau.

Bagi wisatawan yang tidak tertarik dengan safari gajah, ada juga alternatif lain yaitu mengelilingi area taman dengan sepeda yang disediakan oleh petugas. Anda dapat menikmati pemandangan indah taman dan pepohonan yang rindang sambil bersepeda. Kehadiran keluarga dan teman-teman akan membuat pengalaman liburan semakin sempurna dan menyenangkan.

Wisata Edukasi

Candi Borobudur dapat menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan sambil mendapatkan pengalaman belajar yang berharga, terutama bagi para pelajar. Dengan harga tiket masuk yang terjangkau, para pelajar dari berbagai daerah dapat menikmati liburan sambil belajar.

Sebagai warisan budaya Indonesia yang berharga, Candi Borobudur memiliki banyak hal unik dan sejarah yang menarik. Kelestariannya terus dijaga dengan ketat untuk memastikan keberlanjutan eksistensinya.

Bagi para pelajar, tempat wisata ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran yang unik dan menarik. Liburan akhir pekan atau kunjungan studi sekolah adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Candi Borobudur ini, di mana mereka dapat mempelajari sejarah dan budaya Indonesia secara langsung.

Dengan mengunjungi Candi Borobudur, para pelajar memiliki kesempatan untuk memperluas pengetahuan mereka, mengapresiasi warisan budaya, dan memperdalam pemahaman tentang sejarah Indonesia. Selain itu, suasana yang tenang dan pemandangan yang indah di sekitar candi juga akan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pelajar.

Sunrise Dan Sunset

Menikmati sunrise di Candi Borobudur adalah salah satu pengalaman yang sangat menakjubkan. Matahari terbit menciptakan pemandangan yang memukau dengan panorama indah dan daya magis yang membedakan candi ini dari tempat wisata lainnya.

Beberapa hotel di sekitar Candi Borobudur menawarkan paket wisata sunrise sebagai salah satu daya tarik utama mereka. Dengan mengamati candi saat terbitnya matahari, Anda akan melihat kabut tipis yang membelai pepohonan di sekitar candi dan menampilkan puncak candi yang muncul dari balik kabut.

Cahaya matahari pagi yang berwarna keemasan memberikan sentuhan hangat dan memperindah suasana yang masih sejuk dan segar di sekitar candi. Bukit-bukit yang mengelilingi area juga menambah keindahan pemandangan pagi yang menyegarkan.

Salah satu tempat yang populer untuk menikmati keindahan sunrise adalah Punthuk Setumbu, yang berlokasi tidak jauh dari candi. Dari sini, Anda dapat melihat Candi Borobudur dari sudut yang berbeda serta menikmati panorama sekitarnya.

Saat Anda berada di Punthuk Setumbu, Anda akan disajikan dengan pemandangan yang memukau ketika matahari mulai terbit di langit, menerangi Candi Borobudur dan lanskap sekitarnya. Rasakan magisnya momen ini dan biarkan diri Anda terpesona oleh keindahan alam yang luar biasa.

Pastikan untuk mempersiapkan diri Anda dengan baik, datang lebih awal, dan menikmati momen sunrise dengan tenang dan menghormati lingkungan sekitar. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen indah ini dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan.

Kuliner Tempat Makan

Di sekitar Candi Borobudur, terdapat beragam kuliner khas Magelang yang dapat Sobat Pesona coba. Salah satunya adalah mangut beong atau ndas beong, olahan ikan yang terkenal di daerah ini. Rasanya yang lezat dan kaya rempah akan memanjakan lidah Anda. Selain itu, Anda juga bisa mencicipi sego godog, nasi dengan kuah khas Magelang, dan kupat tahu yang juga sangat nikmat.

Jika Anda masih merasa lapar, jangan lewatkan sop senerek dan nasi lesah yang juga menjadi hidangan yang populer di Magelang. Kedua hidangan ini memiliki cita rasa yang mantap dan pasti akan memuaskan selera makan Anda.

Selain itu, jika Anda ingin mencoba makanan ringan sebagai bekal perjalanan pulang, tahu bacem dan tempe mendoan adalah pilihan yang tepat. Kedua makanan ini sering dijual dan memiliki rasa yang unik dan lezat.

Dengan mencoba kuliner khas Magelang ini, Sobat Pesona dapat menikmati kelezatan dan keunikan dari masakan tradisional daerah tersebut, dan membawa pulang pengalaman kuliner yang tak terlupakan.

Di sekitar Candi Borobudur terdapat berbagai pilihan tempat makan yang menyajikan menu khas dan makanan lezat. Warung makan yang bersih dan nyaman menjadi pilihan yang tepat untuk menikmati hidangan setelah berkeliling candi. Anda bisa menikmati pemandangan candi yang indah sambil menikmati makanan yang lezat.

Selain itu, sebagai tambahan keunikan, terdapat interaksi dengan gajah di dalam kawasan taman. Anda dapat berselfie ria dengan gajah yang ada di sekitar tempat makan tersebut. Hal ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan tak terlupakan selama Anda menunggu pesanan datang.

Dengan suasana yang nyaman, pemandangan yang indah, dan makanan lezat, tempat makan di sekitar Candi Borobudur menjadi tempat yang ideal untuk bersantai dan menikmati kuliner setelah menjelajahi keindahan candi.

Penginapan Hotel Dekat

Jika Anda ingin menikmati momen sunrise tanpa harus repot bangun pagi dan pergi dini hari, Anda dapat memilih untuk menginap di salah satu hotel yang berlokasi di sekitar candi. Terdapat banyak pilihan hotel menarik yang dapat membuat liburan Anda bersama orang terkasih semakin berkesan. Beberapa hotel di sekitar Candi Borobudur bahkan menawarkan pemandangan langsung ke candi dan fasilitas yang nyaman untuk tamu mereka.

Dengan menginap di hotel di dekat Candi Borobudur, Anda dapat dengan mudah mengatur waktu untuk bangun dan menikmati momen sunrise yang spektakuler. Anda tidak perlu khawatir tentang perjalanan jauh atau terjebak macet menuju candi. Anda bisa bersantai, menikmati kenyamanan hotel, dan kemudian berjalan singkat menuju Candi Borobudur untuk menyaksikan keindahan matahari terbit.

Selain itu, menginap di hotel di sekitar candi juga memberikan keuntungan lainnya, seperti akses mudah ke lokasi wisata sekitar, kemudahan dalam mengatur kunjungan Anda ke candi, dan fasilitas yang nyaman untuk mengisi waktu luang setelah berkeliling. Anda juga dapat menikmati suasana yang tenang dan damai di sekitar candi pada malam hari.

Pastikan untuk memesan akomodasi dengan cukup waktu sebelumnya karena hotel-hotel bisa menjadi pilihan yang populer. Periksa fasilitas dan ulasan hotel untuk memastikan kepuasan Anda selama menginap. Dengan menginap, Anda dapat menciptakan pengalaman liburan yang tak terlupakan dan menikmati momen sunrise dengan nyaman dan santai.

Plataran Borobudur Resort

Plataran Borobudur Resort merupakan pilihan yang sempurna bagi mereka yang ingin menginap dengan suasana villa tradisional Jawa yang klasik namun tetap dilengkapi dengan fasilitas modern. Dengan pemandangan yang menakjubkan, Anda dapat menikmati panorama matahari terbit, gunung Merapi, dan keindahan Candi Borobudur langsung dari pintu kamar.

Setiap kamar di Plataran Borobudur Resort dilengkapi dengan kolam renang pribadi dan fasilitas lengkap lainnya yang dirancang untuk kenyamanan Anda. Fasilitas tersebut mencakup area duduk yang nyaman, AC, televisi, fasilitas kopi/teh, kamar mandi pribadi dengan perlengkapan mandi, dan Wi-Fi gratis.

Resort ini juga menyediakan pilihan makanan yang lezat dengan restoran yang menghidangkan hidangan lokal dan internasional. Anda dapat menikmati makanan yang lezat sambil menikmati pemandangan yang spektakuler.

Harga kamar di Plataran Borobudur Resort bervariasi tergantung pada jenis kamar dan waktu menginap. Tarif yang disebutkan sekitar Rp3.800.000,00 hingga Rp7.800.000,00 adalah perkiraan dan dapat berubah tergantung pada musim dan permintaan. Pastikan untuk memeriksa dengan hotel langsung untuk informasi tarif yang akurat dan penawaran khusus yang mungkin tersedia.

Menginap di Plataran Borobudur Resort akan memberikan pengalaman yang mewah dan romantis, cocok untuk liburan bulan madu atau perjalanan romantis bersama pasangan. Anda dapat menikmati ketenangan dan keindahan alam sekitar sambil menikmati layanan yang baik dan fasilitas yang lengkap.

Manohara Hotel

Manohara Hotel adalah pilihan yang sempurna bagi mereka yang ingin menikmati pemandangan matahari terbit langsung. Hotel ini terletak di dalam kawasan candi, yang memungkinkan Anda untuk memasuki Candi Borobudur lebih awal daripada wisatawan pada umumnya.

Kamar-kamar di Manohara Hotel menawarkan kenyamanan yang optimal dengan fasilitas lengkap. Setiap kamar dilengkapi dengan AC, televisi, fasilitas kopi/teh, kamar mandi pribadi dengan perlengkapan mandi, dan Wi-Fi gratis. Anda juga akan mendapatkan akses eksklusif ke tur sunrise Borobudur yang diselenggarakan oleh hotel dengan biaya tambahan.

Biaya menginap di Manohara Hotel biasanya sekitar Rp2.000.000,00 per malam, tergantung pada jenis kamar dan musim. Namun, harga dapat berubah tergantung pada permintaan dan penawaran khusus yang mungkin tersedia. Pastikan untuk menghubungi hotel langsung untuk mendapatkan informasi tarif yang akurat dan penawaran terbaru.

Bagi Anda yang ingin menghemat waktu dan tidak ingin repot mengatur segala hal, memanfaatkan paket wisata dari biro perjalanan bisa menjadi pilihan yang baik. Dengan paket wisata tersebut, Anda dapat memaksimalkan waktu liburan Anda di Jogja dan sekitarnya tanpa harus khawatir tentang pengaturan dan logistik, termasuk kunjungan ke Candi Borobudur.

Apapun pilihan Anda, baik itu menginap di Manohara Hotel atau memanfaatkan paket wisata, pastikan Anda menikmati momen yang indah saat menikmati sunrise.

Wisata Sekitar

Sekitar Candi Borobudur terdapat beberapa tempat wisata menarik yang dapat dikunjungi oleh para pengunjung. Berikut adalah beberapa wisata yang bisa Sobat jelajahi:

  1. Punthuk Setumbu: Lokasi ini menawarkan pemandangan spektakuler matahari terbit dengan latar belakang Candi Borobudur. Sobat Pesona dapat melakukan pendakian ke Punthuk Setumbu untuk menyaksikan pemandangan yang memukau ini.
  2. Bukit Rhema: Bukit Rhema, juga dikenal sebagai Bukit Lempung, merupakan tempat yang populer. Di atas bukit terdapat patung Yesus yang besar dengan latar belakang pemandangan yang indah.
  3. Desa Wisata Candirejo: Desa Wisata Candirejo adalah desa tradisional yang terletak tidak jauh. Sobat Pesona dapat mengunjungi desa ini untuk merasakan kehidupan pedesaan yang autentik, mengenal budaya Jawa, serta berpartisipasi dalam aktivitas seperti bertani, menjalin kerajinan, atau mengunjungi rumah tradisional.
  4. Museum Karmawibangga: Museum ini terletak di kompleks dan menampilkan berbagai artefak dan relief yang terkait dengan sejarah Candi Borobudur. Sobat Pesona dapat mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan kekayaan budaya candi melalui koleksi yang dipamerkan di museum ini.
  5. Kedai Kopi Mendut: Jika Sobat Pesona ingin bersantai dan menikmati secangkir kopi, Kedai Kopi Mendut adalah tempat yang direkomendasikan. Kedai ini terletak di sekitar Candi Mendut, tidak jauh. Selain menikmati kopi, Sobat Pesona juga dapat mencicipi makanan ringan atau kue tradisional Jawa.
  6. Desa Wisata Wanurejo: Desa Wisata Wanurejo adalah destinasi wisata yang menawarkan suasana pedesaan yang tenang dan alami. Sobat Pesona dapat menikmati kegiatan seperti berkeliling sawah, mengunjungi pabrik gula kelapa tradisional, atau berinteraksi dengan penduduk setempat.

Selain itu, masih banyak lagi tempat wisata menarik di sekitar Candi Borobudur seperti Candi Mendut, Candi Pawon, Museum Ullen Sentalu, dan lain-lain. Sobat Pesona dapat menjelajahi dan mengeksplorasi keindahan budaya dan alam selama kunjungan Anda.

Tips

Ketika Anda berencana untuk mengunjungi Candi Borobudur di Magelang, berikut ini adalah beberapa tips dan saran yang bermanfaat:

  1. Pilih waktu kunjungan yang tepat: Disarankan untuk mengunjungi pada hari kerja atau weekday, jika memungkinkan. Hindari mengunjungi pada akhir pekan atau hari libur, karena pada saat itu biasanya banyak wisatawan yang memadati lokasi. Dengan mengunjungi pada hari biasa, Anda dapat menghindari kerumunan dan menikmati suasana yang lebih tenang.
  2. Abadikan momen Anda: Jangan lupa untuk mengabadikan momen liburan Anda dengan berfoto-foto. Lokasi ini menawarkan banyak sudut yang indah dan artistik untuk dijadikan latar belakang foto Anda. Pastikan untuk membawa kamera atau ponsel cerdas Anda, tetapi jika Anda lupa, Anda dapat menyewa jasa fotografer yang tersedia.
  3. Jelajahi seluruh kompleks candi: Luangkan waktu untuk menjelajahi seluruh kompleks Candi Borobudur. Candi ini memiliki banyak sudut menarik yang patut dieksplorasi. Anda dapat mengikuti jalur yang telah ditentukan untuk mengunjungi setiap tingkat candi dan menikmati pemandangan yang memukau.
  4. Hormati keberadaan dan keunikan candi: Penting untuk menghormati keberadaan dan keunikan Candi Borobudur. Jangan merusak atau mencoret-coret bangunan candi dan jaga kebersihan lingkungan sekitar. Bantu menjaga kelestarian situs bersejarah ini dengan bertindak dengan penuh tanggung jawab.
  5. Manfaatkan sumber daya lokal: Terdapat banyak pedagang lokal yang menjual cenderamata, oleh-oleh, dan makanan khas. Manfaatkan kesempatan ini untuk membeli beberapa suvenir khas dan mendukung ekonomi lokal.

Dengan mengikuti tips dan saran ini, Anda akan dapat menikmati kunjungan Anda dengan lebih baik dan memastikan pengalaman liburan yang menyenangkan dan berkesan.

Kekurangan

Seperti halnya destinasi wisata lainnya, Candi Borobudur juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan oleh pengunjung. Berikut adalah beberapa kekurangan yang mungkin terjadi:

  1. Kepadatan pengunjung: Merupakan salah satu destinasi wisata yang populer dan terkenal di Indonesia. Oleh karena itu, terkadang candi ini bisa menjadi sangat ramai terutama pada musim liburan atau akhir pekan. Kepadatan pengunjung dapat mengurangi kenyamanan dan memberikan pengalaman yang kurang optimal.
  2. Cuaca panas: Daerah sekitar cenderung memiliki cuaca yang panas, terutama pada siang hari. Suhu yang tinggi dan sinar matahari yang kuat bisa membuat pengunjung merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan pakaian yang nyaman, memakai topi atau payung, serta membawa air minum yang cukup.
  3. Aksesibilitas: Meskipun memiliki akses yang baik melalui jalur darat dan udara, namun bagi beberapa orang mungkin masih dianggap kurang praktis atau sulit dijangkau terutama jika harus melakukan perjalanan dari tempat yang jauh. Selain itu, transportasi umum di sekitar candi mungkin tidak seefisien yang diinginkan, sehingga mungkin perlu merencanakan perjalanan dengan cermat.
  4. Harga tiket: Harga tiket masuk Candi Borobudur bisa dianggap relatif mahal, terutama bagi wisatawan asing. Hal ini dapat menjadi kendala bagi beberapa pengunjung yang memiliki anggaran terbatas. Namun, perlu diingat bahwa tiket masuk ini sebagian digunakan untuk pemeliharaan dan pelestarian candi.
  5. Fasilitas sanitasi: Meskipun sudah terdapat toilet umum, namun fasilitas sanitasi mungkin masih perlu diperhatikan. Terkadang, kondisi toilet bisa kurang bersih dan terbatas. Disarankan untuk membawa tisu basah atau hand sanitizer sebagai langkah pencegahan.

Meskipun ada beberapa kekurangan, Candi Borobudur tetap merupakan destinasi wisata yang luar biasa dan memiliki keindahan serta sejarah yang kaya. Dengan persiapan yang matang dan pengaturan waktu yang tepat, Sobat Pesona masih dapat menikmati kunjungan yang menyenangkan.

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan (FAQ) terkait Candi Borobudur:

  1. Apa yang membuat Candi Borobudur begitu istimewa? Merupakan salah satu candi Buddha terbesar di dunia dan diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Keindahannya yang megah, kompleksitas arsitektur, dan relief-reliefnya yang indah membuatnya menjadi tujuan wisata yang populer di Indonesia.
  2. Apa yang harus saya bawa ketika mengunjungi Candi Borobudur? Disarankan untuk membawa pakaian yang nyaman, topi atau payung untuk melindungi diri dari sinar matahari, air minum yang cukup, dan kamera untuk mengabadikan momen.
  3. Bagaimana cara menuju Candi Borobudur? Anda dapat melalui jalur udara dengan mendarat di Bandar Udara Internasional Adisutjipto di Yogyakarta, kemudian melanjutkan perjalanan darat selama sekitar 1 jam. Anda juga dapat menggunakan transportasi darat seperti mobil atau kereta api dari kota-kota besar di Jawa.
  4. Apakah saya perlu membeli tiket masuk sebelumnya? Untuk memastikan Anda dapat masuk ke Candi Borobudur, disarankan untuk membeli tiket masuk sebelumnya, terutama jika Anda mengunjungi pada periode kunjungan ramai seperti musim liburan. Tiket masuk dapat dibeli secara online melalui situs resmi atau dapat juga dibeli di lokasi.
  5. Apakah ada panduan atau tur yang tersedia di Candi Borobudur? Ya, terdapat panduan atau tur yang tersedia. Anda dapat menyewa pamong carita (tour guide) yang akan memberikan penjelasan dan informasi mengenai sejarah dan keindahan.
  6. Apa waktu terbaik untuk mengunjungi Candi Borobudur? Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah pada pagi hari saat matahari terbit. Pada waktu tersebut, Anda dapat menikmati pemandangan indah dan cahaya matahari yang memancar melalui relief-relief candi.
  7. Apakah ada aturan khusus yang perlu diikuti ketika mengunjungi Candi Borobudur? Ya, ada beberapa aturan yang perlu diikuti saat mengunjungi, seperti tidak boleh merokok, merusak atau mencoret-coret bangunan, dan tidak boleh membawa makanan atau minuman dari luar.
  8. Apakah ada fasilitas makanan dan toilet di sekitar Candi Borobudur? Ya, terdapat fasilitas makanan seperti warung makan dan restoran. Juga terdapat toilet umum yang dapat digunakan oleh pengunjung.
  9. Apakah ada hotel atau penginapan di sekitar Candi Borobudur? Ya, terdapat beberapa hotel dan penginapan yang dapat dipilih sesuai dengan preferensi dan anggaran Anda.
  10. Apakah ada festival atau acara khusus di Candi Borobudur? Ya, terdapat beberapa festival atau acara khusus yang diadakan, seperti perayaan Waisak yang merupakan peringatan kelahiran, pencerahan, dan kematian Sang Buddha Gautama. Festival ini sering dihadiri oleh ribuan pengunjung dan menjadi momen yang istimewa.

Pastikan untuk memeriksa informasi terkini atau menghubungi pihak Taman Wisata Candi Borobudur untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Review Video

Follow Tiketmasuk.com Info Wisata Terbaru di Google News

Related posts