Review Menarik Candi Gunung Kawi, Bangunan Bersejarah yang Unik

Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring, yang berlokasi di Banjar Penaka, Gianyar, Bali, merupakan situs arkeologi yang menarik dan menjadi tempat wisata edukatif di Bali. Terletak di dinding batu tebing Sungai Pakerisan dan sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa.

Pada bulan Agustus, tingkat kunjungan meningkat, terutama oleh tamu-tamu dari Eropa. Pada awal Agustus tahun ini saja, kunjungan harian dari wisatawan mancanegara mencapai 400 orang. Sedangkan pada bulan Juli, kunjungan harian hanya sekitar 150-200 wisatawan mancanegara. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator kawasan Gunung Kawi Tampaksiring, I Made Yuliarta. Yuliarta menjelaskan bahwa mayoritas wisatawan yang datang ingin mengetahui dan mempelajari cerita dan sejarah candi tersebut. Rata-rata, wisatawan menghabiskan sekitar satu jam untuk menikmati keindahan Gunung Kawi. Namun, ada juga yang menghabiskan waktu hingga empat jam untuk lebih mendalami keberadaan situs ini.

Wisatawan sangat tertarik untuk mengetahui cerita dan budaya yang terkait dengan situs ini. Mereka seringkali mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan kekaguman setelah mengunjungi tempat ini, terutama karena mereka dapat langsung berinteraksi dengan situs purbakala ini. Kawasan Gunung Kawi Tampaksiring dibuka untuk pengunjung mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Wita. Pengunjung diharuskan mengenakan pakaian adat Bali dan tidak diperkenankan masuk ke area suci dengan alas kaki.

Alamat Lengkap Akses Rute

Berikut adalah alamat lengkap dan akses ke Candi Gunung Kawi Tampaksiring di Bali:

Alamat: Candi Gunung Kawi Tampaksiring Banjar Penaka, Tampaksiring, Gianyar, Bali, Indonesia

Akses: terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) timur laut Denpasar, ibu kota Bali. Berikut beberapa opsi akses untuk mencapai candi ini:

  1. Dari Denpasar:
  • Menggunakan kendaraan pribadi: Anda dapat mengemudi menuju timur laut Denpasar melalui Jalan Raya Tegallalang. Ikuti petunjuk arah ke Tampaksiring
  • Menggunakan taksi: Anda dapat naik taksi dari Denpasar menuju Candi Gunung Kawi Tampaksiring. Pastikan untuk menegosiasikan harga sebelum naik taksi.
  1. Dari Ubud:
  • Menggunakan kendaraan pribadi: Anda dapat mengemudi ke arah timur dari Ubud melalui Jalan Raya Tampaksiring. Ikuti petunjuk arah ke Candi Gunung Kawi.
  • Menggunakan angkutan umum: Anda dapat naik angkutan umum, seperti bemo atau bus, dari Ubud ke Tampaksiring. Setelah tiba di Tampaksiring, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek (sepeda motor sewaan) ke Candi Gunung Kawi.
  1. Dari tempat lain di Bali:
  • Menggunakan tur atau paket wisata: Anda dapat bergabung dengan tur atau memilih paket wisata yang menyertakan kunjungan ke Candi Gunung Kawi. Biasanya, tur ini akan menyediakan transportasi dari berbagai lokasi di Bali.

Pastikan untuk memperhatikan jam buka Candi Gunung Kawi Tampaksiring, yang beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 18.00 Wita. Juga, ingatlah untuk mengenakan pakaian adat Bali saat mengunjungi candi ini.

Fasilitas

Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring menyediakan berbagai fasilitas untuk kenyamanan dan kebutuhan pengunjung. Berikut adalah beberapa fasilitas yang tersedia di tempat ini:

  1. Area Parkir: Terdapat area parkir yang luas untuk pengunjung yang membawa kendaraan pribadi. Biaya parkir sangat terjangkau, sekitar Rp 5.000 untuk setiap kendaraan.
  2. Area Istirahat: Terdapat area istirahat yang nyaman di sekitar candi, di mana pengunjung dapat duduk dan bersantai sambil menikmati pemandangan alam sekitar.
  3. Kios Souvenir: Terdapat kios-kios souvenir di sekitar area candi yang menjual berbagai macam barang suvenir dan oleh-oleh khas Bali. Pengunjung dapat membeli cenderamata untuk dijadikan kenang-kenangan.
  4. Toilet: Fasilitas toilet tersedia di area Candi Tebing Gunung Kawi untuk keperluan pengunjung. Toilet ini umumnya bersih dan terjaga kebersihannya.
  5. Area Makan: Terdapat warung-warung makan kecil atau warung kopi di sekitar candi, di mana pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman ringan. Pengunjung juga dapat mencicipi makanan tradisional Bali di beberapa restoran yang ada di dekatnya.
  6. Area Informasi: Terdapat area informasi yang menyediakan peta dan brosur tentang Candi Tebing Gunung Kawi serta informasi mengenai sejarah dan keunikan situs ini. Pengunjung dapat mengakses informasi tambahan mengenai candi dari petugas yang siap membantu.
  7. Area Kebersihan: Tempat ini memperhatikan kebersihan dan kerapian. Terdapat tempat sampah yang disediakan di beberapa lokasi agar pengunjung dapat membuang sampah dengan benar.

Selain fasilitas-fasilitas di atas, pengunjung juga disarankan untuk menggunakan pakaian yang nyaman, mengenakan alas kaki yang cocok untuk berjalan, serta membawa perlengkapan tambahan seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari sinar matahari.

Tiket Masuk

Harga tiket masuk Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring berbeda tergantung pada status pengunjung, yaitu wisatawan lokal dan wisatawan asing. Berikut adalah harga tiket masuk yang berlaku:

  1. Wisatawan Lokal (WNI):
    • Dewasa: Rp 30.000 per orang
  2. Wisatawan Asing (WNA):
    • Dewasa: Rp 50.000 per orang

Perlu diingat bahwa harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan untuk memeriksa harga terbaru sebelum mengunjungi Candi Tebing Gunung Kawi.

Selain itu, bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, akan dikenakan biaya parkir. Tarif parkir di Candi Tebing Gunung Kawi tergolong murah. Pengunjung hanya perlu membayar sekitar Rp 5.000 untuk setiap kendaraan yang diparkir.

Candi Tebing Gunung Kawi Tampaksiring dibuka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 6 sore. Durasi kunjungan rata-rata adalah sekitar 1,5 jam. Tempat ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang juga mengunjungi Ubud, karena lokasinya yang berdekatan.

Harap dicatat bahwa informasi ini dapat berubah, jadi disarankan untuk memverifikasi harga tiket terbaru dan jam operasional sebelum mengunjungi Candi Tebing Gunung Kawi.

Sejarah

Candi Gunung Kawi Tampaksiring memiliki sejarah yang kaya. Dibangun sekitar abad ke-11 Masehi, candi ini berdiri pada masa pemerintahan Raja Udayana dan Anak Wungsu di Bali. Raja Udayana berasal dari Dinasti Warmadewa dan menjadi salah satu raja terkenal di Bali. Ia menikah dengan Gunapriya Dharma Patni, seorang puteri dari Jawa, dan memiliki dua orang anak, yaitu Erlangga dan Anak Wungsu. Erlangga selanjutnya jadi raja di JaTim, sementara Anak Wungsu memerintah di Bali.

Pada masa pemerintahan Anak Wungsu, Candi Gunung Kawi Tampaksiring diperkirakan dibangun. Terdapat bukti arkeologis yang mendukung asumsi ini, salah satunya adalah tulisan di atas pintu-semu candi yang menggunakan huruf Kediri yang berbunyi “haji lumah ing jalu”, yang dapat diartikan sebagai sang raja yang (secara simbolis) disemayamkan di Jalu. Raja yang dimaksud dalam tulisan tersebut adalah Raja Udayana. Nama “Jalu” juga bisa diartikan sebagai keris atau pakerisan, yang berkaitan dengan senjata.

Selain itu, ada juga versi cerita rakyat yang mengisahkan bahwa Candi Tebing Kawi dibuat oleh Kebo Iwa, seorang tokoh sakti. Dalam cerita ini, Kebo Iwa menggunakan kekuatannya dengan menancapkan kuku-kukunya yang tajam pada dinding batu cadas di Tukad Pakerisan. Dalam waktu yang singkat, ia mampu memahat dinding batu tersebut dengan indah, membentuk gugusan candi yang memukau.

Penemuan kembali Candi Gunung Kawi dilakukan oleh peneliti Belanda sekitar tahun 1920. Sejak itu, candi ini menjadi salah satu situs arkeologi yang terkenal di Bali dan menarik minat wisatawan dari dalam dan luar negeri. Dengan keunikan arsitektur dan pesonanya, Candi Gunung Kawi Tampaksiring menjadi destinasi wisata yang populer bagi mereka yang ingin mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Bali.

Mitos Legenda Misteri

Candi Gunung Kawi Tampaksiring juga dikelilingi oleh mitos, legenda, dan misteri yang menambah daya tariknya. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Mitos Kebo Iwa: Salah satu mitos yang terkait dengan candi ini adalah legenda tentang Kebo Iwa, tokoh sakti yang konon membangun candi dalam semalam. Kebo Iwa dikisahkan sebagai sosok yang memiliki kekuatan magis dan mampu melakukan pekerjaan yang sulit dalam waktu yang singkat. Mitos ini memberikan sentuhan magis pada sejarah pembangunan candi.
  2. Legenda Sang Raja Abadikan Diri: Candi Gunung Kawi diyakini sebagai tempat persemayaman raja-raja Bali, terutama Raja Udayana dan Anak Wungsu. Konon, mereka diabadikan dalam bentuk pahatan di dinding candi. Legenda ini menambah nuansa mistis dan spiritual dalam mengunjungi candi ini.
  3. Keunikan Arsitektur dan Pahatan: Candi Gunung Kawi Tampaksiring memiliki keunikan dalam arsitektur dan pahatan batunya. Batu-batu besar dipahat menjadi relief yang indah dan rumit. Misteri terkait dengan bagaimana pahatan-pahatan ini bisa dibuat dengan teknologi dan peralatan sederhana pada masa itu menjadi pembahasan yang menarik.
  4. Energi Mistis: Tempat-tempat suci seperti Candi Gunung Kawi sering dikaitkan dengan energi mistis. Pengunjung sering melaporkan sensasi kehadiran yang kuat dan atmosfer spiritual yang dapat dirasakan di sekitar candi. Hal ini memberikan pengalaman yang mendalam dan memperkaya mitos dan misteri seputar tempat ini.
  5. Cerita Hantu dan Penghuni Gaib: Seiring dengan keberadaannya yang kuno dan nuansa mistisnya, Candi Gunung Kawi juga dikaitkan dengan cerita hantu dan penghuni gaib. Beberapa orang melaporkan pengalaman melihat atau merasakan kehadiran entitas supernatural di sekitar candi, yang menambah elemen misteri dan kepercayaan yang kuat pada keberadaan dunia gaib di tempat tersebut.
See also  23 Review Menarik Big Garden Corner, Wisata Fotogenik di Bali

Mitos, legenda, dan misteri ini menjadi bagian dari daya tarik Candi Gunung Kawi Tampaksiring dan memberikan pengalaman yang lebih dalam bagi para pengunjung yang tertarik dengan sisi spiritual dan cerita-cerita yang terkait dengan situs bersejarah ini.

Larangan Dan Aturan

Ketika mengunjungi Candi Gunung Kawi Tampaksiring, terdapat beberapa larangan dan aturan yang perlu diikuti. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Pakaian Adat Bali: Pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian adat Bali saat mengunjungi candi ini. Hal ini merupakan bentuk penghormatan terhadap tempat suci dan budaya Bali. Jadi, pastikan Anda mempersiapkan pakaian yang sesuai sebelum berkunjung.
  2. Menghormati Tempat Suci: Candi Gunung Kawi Tampaksiring adalah tempat suci bagi masyarakat Bali. Oleh karena itu, pengunjung diharapkan untuk menghormati tempat ini dengan tetap menjaga perilaku yang sopan dan tidak merusak atau mencemarkan lingkungan candi.
  3. Melepas Alas Kaki: Saat memasuki area yang dianggap suci, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki. Hal ini sebagai tanda penghormatan terhadap keberadaan tempat suci dan tradisi spiritual Bali. Pastikan Anda siap untuk melepas alas kaki sebelum memasuki area yang ditentukan.
  4. Tidak Naik Sembarangan: Pengunjung tidak diperkenankan naik sembarangan ke area candi yang dianggap suci. Terdapat batasan-batasan yang ditentukan untuk melindungi keaslian dan kelestarian candi. Pastikan Anda mengikuti petunjuk dan batasan yang ada.
  5. Tidak Membawa Barang-Benda Terlarang: Dalam kunjungan ke Candi Gunung Kawi Tampaksiring, pengunjung tidak diperbolehkan membawa barang-barang terlarang seperti senjata, benda-benda tajam, atau benda-benda yang dapat merusak atau mencemarkan situs arkeologi.
  6. Mengikuti Petunjuk dan Panduan: Patuhi petunjuk dan panduan yang ada di tempat. Biasanya terdapat papan penunjuk arah dan informasi yang membantu pengunjung dalam menjelajahi dan memahami candi dengan lebih baik.
  7. Tidak Merokok atau Membakar Dupa Sembarangan: Merokok atau membakar dupa sembarangan di sekitar candi tidak diperbolehkan. Ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan serta menghormati tempat suci.

Penting untuk diingat bahwa aturan dan larangan ini bertujuan untuk menjaga dan melindungi Candi Gunung Kawi Tampaksiring sebagai situs arkeologi dan tempat suci. Dengan mematuhi aturan ini, pengunjung dapat memberikan penghormatan yang layak serta menjaga kelestarian candi untuk generasi mendatang.

Aktivitas

Ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan ketika mengunjungi Candi Gunung Kawi Tampaksiring. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Eksplorasi Situs Candi: Anda dapat melakukan eksplorasi menyeluruh di area candi untuk melihat dan mengagumi keindahan arsitektur candi yang dipahatkan di dinding batu. Jelajahi setiap ruang dan relung candi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang sejarah dan kebudayaan Bali.
  2. Berjalan-jalan di Taman: Candi Gunung Kawi Tampaksiring dikelilingi oleh taman yang asri dan pemandangan alam yang indah. Anda dapat menikmati berjalan-jalan santai di sekitar taman, menikmati keindahan alam sekitarnya, dan merasakan ketenangan yang ditawarkan oleh lingkungan tersebut.
  3. Menikmati Sungai Pakerisan: Sungai Pakerisan yang mengalir di sekitar candi menambah keindahan dan pesona tempat ini. Anda dapat duduk di tepi sungai, mendengarkan gemericik airnya, atau bahkan menyusuri sungai dengan perahu tradisional jika tersedia.
  4. Berdoa dan Bermeditasi: Candi Gunung Kawi Tampaksiring adalah tempat suci bagi masyarakat Bali. Jika Anda memiliki minat spiritual, Anda dapat memanfaatkan suasana yang tenang dan sakral di candi ini untuk berdoa atau bermeditasi. Nikmati ketenangan dan kedamaian yang ditawarkan oleh lingkungan ini.
  5. Menghadiri Upacara Keagamaan: Terkadang, candi ini juga menjadi tempat diadakannya upacara keagamaan oleh masyarakat Bali. Jika Anda berkesempatan, Anda dapat menghadiri upacara tersebut untuk mendapatkan pengalaman budaya dan keagamaan yang unik.
  6. Mempelajari Sejarah dan Budaya Bali: Candi Gunung Kawi Tampaksiring memiliki nilai sejarah dan budaya yang kaya. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang sejarah kerajaan Bali, tradisi keagamaan, dan kehidupan masyarakat Bali melalui papan informasi yang tersedia di tempat ini.
  7. Fotografi: Tempat ini menyediakan pemandangan yang sangat indah dan memukau. Anda dapat mengabadikan momen berharga dengan mengambil foto-foto candi, pemandangan alam sekitarnya, atau bahkan memotret diri sendiri dengan latar belakang candi yang megah.

Penting untuk diingat bahwa saat melakukan aktivitas di Candi Gunung Kawi Tampaksiring, Anda harus tetap menghormati tempat suci, mengikuti aturan yang berlaku, dan menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

Tempat Pertapaan Prasada

Tempat pertapaan Prasada di Candi Gunung Kawi Tampaksiring merupakan bagian penting dari kompleks candi ini. Tempat pertapaan tersebut adalah tempat di mana para pendeta atau pertapa melakukan kegiatan spiritual dan meditasi. Di dalam Prasada, terdapat ruangan-ruangan kecil yang dilengkapi dengan jendela dan lubang sirkulasi udara di atapnya.

Prasada juga memiliki peran sebagai tempat pertemuan para pendeta atau tokoh kerajaan pada masa lampau. Di sini, mereka dapat berdiskusi, bertukar pemikiran, atau mengadakan upacara keagamaan. Keberadaan Prasada sebagai tempat spiritual ini menambah nilai keunikan dan historis Candi Gunung Kawi.

Tempat pertapaan Prasada ini dipahat di dalam tebing yang kuat dan terletak di kompleks candi sebelah barat. Pembuatannya menunjukkan keahlian tinggi dalam seni pahat batu pada masa itu. Pengunjung yang mengelilingi Prasada akan merasakan kehadiran spiritual dan keheningan yang khas, serta dapat menikmati keindahan arsitektur dan detail pahatan batu yang menghiasi ruang-ruang kecil di dalamnya.

Prasada di Candi Gunung Kawi Tampaksiring adalah salah satu tempat yang menggambarkan kehidupan spiritual dan keagamaan pada masa lalu, dan menjadi daya tarik bagi pengunjung yang tertarik dengan sejarah dan budaya Bali.

Keunikan Daya Tarik

Candi Gunung Kawi Tampaksiring memiliki beberapa keunikan dan daya tarik yang membuatnya menarik bagi wisatawan. Berikut adalah beberapa di antaranya:

  1. Arsitektur dan Pahatan Batu: Keunikan utama dari Candi Gunung Kawi adalah arsitektur dan pahatan batu yang menghiasi dinding tebing candi. Candi ini merupakan salah satu situs pahatan batu terbesar di Indonesia. Patung-patung dan relief yang dipahat dengan indah dan detail pada dinding batu memberikan pesona arkeologi dan seni yang memukau.
  2. Lokasi yang Spektakuler: Candi ini terletak di tepi tebing sungai dan dikelilingi oleh hamparan alam yang indah. Lingkungan sekitarnya yang asri, dengan pepohonan hijau dan suara gemericik air sungai, menciptakan suasana yang tenang dan damai. Pemandangan alam yang spektakuler ini menambah daya tarik bagi para pengunjung.
  3. Keberadaan Sungai Pakerisan: Sungai Pakerisan yang mengalir di sekitar candi memberikan pesona tersendiri. Pengunjung dapat menikmati pemandangan sungai yang jernih dan memanfaatkannya untuk bersantai atau berjalan-jalan di sepanjang tepi sungai. Sungai Pakerisan juga memiliki makna religius dalam kepercayaan Hindu Bali.
  4. Keindahan Taman: Candi Gunung Kawi dikelilingi oleh taman yang rindang dan terawat dengan baik. Taman ini menawarkan ruang yang nyaman untuk berjalan-jalan, duduk-duduk, atau beristirahat sambil menikmati keindahan alam sekitarnya. Kombinasi antara keindahan arsitektur candi dan taman yang hijau menciptakan suasana yang mempesona.
  5. Nilai Sejarah dan Budaya: Candi Gunung Kawi Tampaksiring memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting bagi masyarakat Bali. Tempat ini dianggap sebagai tempat pemakaman raja-raja Bali kuno, dan setiap relief di candi mengandung cerita dan legenda yang menarik. Bagi pecinta sejarah dan budaya, candi ini menjadi destinasi yang menarik untuk dipelajari.
  6. Pengalaman Spiritual: Candi Gunung Kawi Tampaksiring juga memiliki atmosfer yang sakral dan spiritual. Banyak pengunjung yang datang untuk berdoa, bermeditasi, atau mencari kedamaian di tempat ini. Energi yang terasa di tempat ini dapat memberikan pengalaman spiritual yang unik dan memikat.
  7. Fotogenik: Keindahan arsitektur candi, pemandangan alam sekitarnya, dan nuansa sakral candi membuatnya menjadi objek yang sangat fotogenik. Pengunjung dapat mengambil foto-foto yang indah dan mengabadikan momen berharga di tempat ini.
  8. Pemandangan Indah Sekitar Candi: Candi Tebing Gunung Kawi terletak di tengah area persawahan dan berdiri gagah pada tebing-tebing alam. Terdapat 4 candi di bagian barat dan 5 candi di sebelah timur sungai. Pemandangan alam sekitar, termasuk sawah yang berundak-undak, dapat dinikmati oleh pengunjung. Sebelum mencapai candi, pengunjung harus menuruni lebih dari 300 anak tangga yang memungkinkan mereka melihat keindahan alam dari atas.
  9. Candi Kuno yang Terpahat pada Dinding Alam: Keunikan utama Candi Tebing Gunung Kawi terletak pada candi-candinya yang terpahat pada dinding alam. Candi-candi ini memiliki tinggi sekitar 10 meter dan lebar sekitar 30 meter. Dinding-dinding alam dipahat hingga menjadi candi-candi dengan lengkungan di sekitarnya. Sungai Pakerisan yang mengalir di tengah-tengah candi menambah keindahan tempat ini.
  10. Kolam Pemandian Dengan Pesona Air Mancur: Terdapat sebuah kolam pemandian di bagian barat candi yang menggunakan air dari sungai sekitarnya. Pengunjung dapat merasakan kesegaran air pegunungan ini dan menikmati sensasi berendam di kolam tersebut.
  11. Alamat dan Rute Menuju Lokasi Candi Gunung Kawi: Candi Tebing Gunung Kawi terletak di Penaka, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung dapat mengikuti jalur dari Denpasar melewati Jalan Diponegoro, Jalan WR. Supratman, Jalan Dr. Ida Bagus Mantra, Jalan Pantai Saba, Blahbatuh, Jalan Kebo Iwa, Jalan Udayana, Jalan Sukarno, Jalan Raya Pejeng Tampaksiring, dan Jalan Yudistira hingga tiba di Jalan Pertiwi Brata atau Jalan Bayu Brata.
  12. Harga Tiket Masuk: Harga tiket masuk untuk pengunjung lokal adalah Rp 30.000 per orang, sedangkan untuk pengunjung asing adalah Rp 50.000 per orang. Tempat ini buka dari pukul 8 pagi hingga pukul 6 sore.
  13. Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Candi Gunung Kawi: Beberapa kegiatan menarik yang dapat dilakukan di Candi Tebing Gunung Kawi termasuk berkeliling menikmati area wisata yang indah, berendam di kolam pemandian, dan mengabadikan keindahan candi dengan berfoto.
  14. Fasilitas yang Tersedia: Tempat ini menyediakan fasilitas parkir, toilet, tempat istirahat, warung makan, dan beberapa penginapan di sekitar area wisata.
See also  34 Review Menarik Pantai Kedungu, Pantai Romantis Di Bali

Keunikan dan daya tarik inilah yang membuat Candi Gunung Kawi Tampaksiring menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Bali dan menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Spot Selfie

Candi Gunung Kawi Tampaksiring menawarkan beberapa spot yang cocok untuk foto selfie yang menarik dan indah. Beberapa spot selfie yang direkomendasikan di tempat ini antara lain:

  1. Pintu Masuk: Pada pintu masuk candi, terdapat gapura yang indah dengan arsitektur khas Bali. Spot ini dapat menjadi latar belakang yang menarik untuk foto selfie sebelum memasuki kompleks candi.
  2. Anak Tangga: Di sepanjang anak tangga yang menuju ke candi, terdapat pemandangan alam yang spektakuler. Gunakan kesempatan ini untuk mengambil foto selfie dengan latar belakang pepohonan hijau atau pemandangan sungai yang mengalir.
  3. Dinding Batu Pahatan: Di area candi, terdapat dinding batu yang dipahat dengan relief yang indah. Manfaatkan latar belakang pahatan batu ini untuk mengambil foto selfie yang unik dan artistik.
  4. Kolam Pemandian: Di kompleks candi, terdapat kolam pemandian yang menyuguhkan pemandangan yang menenangkan. Spot ini cocok untuk foto selfie yang menampilkan keindahan kolam dan pepohonan di sekitarnya.
  5. Gerbang Candi: Gerbang masuk candi juga dapat menjadi latar belakang yang menarik untuk foto selfie. Tampilkan gaya Anda di depan gerbang candi yang memiliki ornamen khas Bali.
  6. Taman: Di sekitar candi, terdapat taman yang indah dengan pepohonan yang rindang. Manfaatkan keindahan taman ini sebagai latar belakang foto selfie Anda.
  7. Jembatan: Terdapat jembatan yang melintasi Sungai Pakerisan di dekat candi. Gunakan jembatan ini sebagai latar belakang yang menarik untuk foto selfie dengan sungai sebagai elemen utama.

Pastikan untuk menghormati aturan dan larangan yang berlaku di Candi Gunung Kawi Tampaksiring saat mengambil foto selfie, serta menjaga kebersihan dan kerapihan tempat tersebut.

Penginapan Hotel Dekat

Di sekitar Candi Gunung Kawi Tampaksiring, terdapat beberapa pilihan penginapan yang dapat Anda pertimbangkan. Berikut adalah beberapa penginapan di daerah tersebut:

  1. Hotel Tampaksiring: Hotel ini terletak dekat dengan Candi Gunung Kawi Tampaksiring, sehingga Anda dapat dengan mudah mengunjungi tempat tersebut. Hotel ini menawarkan kenyamanan dengan kamar-kamar yang dilengkapi fasilitas modern, seperti AC, TV, kamar mandi pribadi, dan Wi-Fi gratis.
  2. Villa Padi Teras: Penginapan ini menawarkan villa-villa yang terletak di tengah sawah dan hamparan hijau alam Bali. Anda dapat menikmati suasana alam yang tenang dan damai di sini. Villa-villa dilengkapi dengan fasilitas lengkap, seperti kolam renang pribadi, dapur, dan area duduk yang nyaman.
  3. Puri Gangga Resort: Penginapan ini menawarkan pemandangan indah dan pelayanan yang ramah. Terletak di antara sawah-sawah yang hijau, resort ini menawarkan kamar-kamar yang luas dan dilengkapi dengan balkon pribadi. Fasilitas lainnya termasuk kolam renang, restoran, spa, dan pusat kebugaran.
  4. Amori Villas: Penginapan mewah ini menawarkan villa-villa pribadi dengan pemandangan lembah yang menakjubkan. Setiap vila dilengkapi dengan kolam renang pribadi, teras, dapur, dan ruang makan. Anda juga dapat menikmati pijat relaksasi di spa yang tersedia.
  5. Alam Puri Resort: Terletak di antara persawahan yang hijau, resort ini menawarkan akomodasi yang nyaman dengan suasana tradisional Bali. Setiap kamar dilengkapi dengan AC, TV, kamar mandi pribadi, dan teras pribadi. Fasilitas lainnya termasuk kolam renang, restoran, dan taman.

Pastikan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu dan menyesuaikan pilihan penginapan dengan preferensi dan anggaran Anda.

Kuliner Tempat Makan

Di sekitar Candi Gunung Kawi Tampaksiring, terdapat beberapa tempat makan yang dapat Anda kunjungi untuk menikmati hidangan lezat. Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat makan di daerah tersebut:

  1. Warung Babi Guling Ibu Oka: Warung ini terkenal dengan hidangan babi guling khas Bali. Anda dapat menikmati daging babi yang lezat dengan nasi, sambal, dan hidangan pendamping lainnya. Warung ini terletak sekitar 4 kilometer dari Candi Gunung Kawi Tampaksiring.
  2. Bebek Tepi Sawah: Restoran ini menawarkan hidangan bebek yang lezat dengan pemandangan sawah yang indah. Anda dapat mencoba bebek betutu, bebek goreng, atau hidangan bebek lainnya yang disajikan dengan nasi dan hidangan pendamping.
  3. Warung Bodag Maliah: Warung ini terkenal dengan hidangan nasi campur Bali yang lezat. Anda dapat menikmati berbagai jenis lauk seperti ayam betutu, babi kecap, sayur urap, dan masih banyak lagi. Warung ini terletak sekitar 1 kilometer dari Candi Gunung Kawi Tampaksiring.
  4. Ibu Rai Restaurant: Restoran ini menyajikan hidangan masakan Bali autentik dengan suasana yang nyaman. Anda dapat mencoba hidangan seperti ayam sambal matah, ikan pepes, atau bebek bumbu Bali. Restoran ini terletak sekitar 3 kilometer dari Candi Gunung Kawi Tampaksiring.
  5. Warung Makan Betutu Gilimanuk: Warung makan ini terkenal dengan hidangan ayam betutu yang lezat. Ayam betutu adalah hidangan khas Bali yang dimasak dengan rempah-rempah dan dibakar dalam daun pisang. Warung ini terletak sekitar 5 kilometer dari Candi Gunung Kawi Tampaksiring.

Pastikan untuk mengecek jam operasional dan melakukan reservasi jika diperlukan sebelum mengunjungi tempat makan tersebut, terutama pada hari libur atau musim wisata yang ramai. Selamat menikmati kuliner Bali yang autentik!

See also  Review Monumen Jogja Kembali, Museum Sejarah Perjuangan

Pantai Dekat

Meskipun Candi Gunung Kawi Tampaksiring terletak di daerah pegunungan dan bukan di pantai, terdapat beberapa pantai yang dapat Anda kunjungi di sekitar Bali. Berikut adalah beberapa pantai populer yang berada tidak terlalu jauh dari Tampaksiring:

  1. Pantai Sanur: Pantai Sanur terletak sekitar 25 kilometer dari Tampaksiring. Pantai ini dikenal dengan pasir putihnya yang indah dan air laut yang tenang. Anda dapat menikmati pemandangan matahari terbit yang spektakuler dan berbagai kegiatan seperti berjalan-jalan di dermaga, menyewa perahu, atau bersantai di tepi pantai.
  2. Pantai Kuta: Pantai Kuta adalah salah satu pantai terkenal di Bali yang terletak sekitar 35 kilometer dari Tampaksiring. Pantai ini memiliki ombak yang cocok untuk berselancar dan menjadi tempat populer bagi peselancar. Selain itu, Pantai Kuta juga dikenal dengan kehidupan malam yang ramai dengan bar, restoran, dan toko-toko yang berjejer di sekitarnya.
  3. Pantai Seminyak: Pantai Seminyak terletak sekitar 30 kilometer dari Tampaksiring dan merupakan salah satu pantai yang populer di Bali. Pantai ini menawarkan suasana yang lebih tenang dan eksklusif dengan pasir putih yang lembut. Anda dapat menikmati pemandangan matahari terbenam yang indah, bersantai di bar pantai, atau mencoba makan malam di restoran tepi pantai.
  4. Pantai Nusa Dua: Pantai Nusa Dua terletak sekitar 40 kilometer dari Tampaksiring. Pantai ini terkenal dengan pasir putihnya yang bersih dan air laut yang jernih. Di sekitar pantai terdapat banyak resort mewah dan fasilitas wisata seperti lapangan golf, pusat perbelanjaan, dan restoran.

Pastikan untuk memperhatikan kondisi cuaca dan arus laut sebelum mengunjungi pantai-pantai tersebut, dan selalu berhati-hati saat berenang. Juga, periksalah jam operasional dan aturan yang berlaku di masing-masing pantai. Nikmati keindahan pantai-pantai Bali yang menakjubkan!

Wisata Sekitar

Selain Candi Gunung Kawi Tampaksiring, terdapat beberapa tempat wisata menarik di sekitar Bali yang dapat Anda kunjungi. Berikut adalah beberapa destinasi wisata populer di sekitar Tampaksiring:

  1. Tirta Empul: Terletak sekitar 5 kilometer dari Candi Gunung Kawi, Tirta Empul adalah kompleks pemandian suci yang terkenal di Bali. Tempat ini memiliki kolam suci yang diyakini memiliki kekuatan penyembuhan dan kesucian spiritual. Anda dapat berpartisipasi dalam ritual mandi suci atau sekadar menikmati keindahan arsitektur dan lingkungan sekitarnya.
  2. Gunung Batur: Gunung Batur adalah gunung berapi yang aktif dan terletak sekitar 30 kilometer dari Tampaksiring. Pendakian Gunung Batur sangat populer di kalangan wisatawan karena pemandangannya yang menakjubkan dan kesempatan untuk melihat matahari terbit di puncaknya. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi Danau Batur yang terletak di kaki gunung.
  3. Tegallalang Rice Terrace: Terletak sekitar 20 kilometer dari Tampaksiring, Tegallalang Rice Terrace adalah hamparan sawah terasering yang indah. Tempat ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan dan kesempatan untuk melihat proses pertanian tradisional Bali. Anda dapat berjalan-jalan di antara sawah-sawah yang hijau atau sekadar menikmati pemandangan sambil bersantai di salah satu warung kopi di sekitar area tersebut.
  4. Goa Gajah: Goa Gajah, juga dikenal sebagai Gua Gajah, adalah sebuah situs arkeologi yang terletak sekitar 6 kilometer dari Tampaksiring. Goa ini memiliki pintu masuk yang dihiasi dengan patung gajah dan di dalamnya terdapat kuil dan ruang-ruang meditasi. Goa Gajah memiliki nilai sejarah dan keindahan arsitektur yang menarik untuk dijelajahi.
  5. Desa Kemenuh Butterfly Park: Terletak sekitar 12 kilometer dari Tampaksiring, Desa Kemenuh Butterfly Park adalah taman kupu-kupu yang indah. Anda dapat melihat berbagai spesies kupu-kupu yang berwarna-warni dan menawan, serta mempelajari tentang siklus hidup mereka. Taman ini juga menawarkan kebun bunga yang cantik dan tempat bersantai.

Pastikan untuk memperhatikan jam operasional, tiket masuk, dan aturan yang berlaku di setiap tempat wisata yang Anda kunjungi. Selamat menikmati keindahan dan keunikan wisata sekitar Tampaksiring!

Tips

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda dalam menjelajahi wisata sekitar Tampaksiring di Bali:

  1. Rencanakan Itinerary: Buatlah rencana perjalanan yang terperinci sebelum Anda berangkat. Tentukan tujuan wisata yang ingin Anda kunjungi, waktu yang dibutuhkan untuk setiap tempat, dan jadwal keberangkatan yang sesuai. Hal ini akan membantu Anda mengoptimalkan waktu dan memastikan Anda dapat mengunjungi semua tempat yang Anda inginkan.
  2. Kenakan Pakaian yang Nyaman: Saat menjelajahi tempat-tempat wisata, pastikan Anda mengenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca. Bali memiliki iklim tropis, jadi pilihlah pakaian ringan dan bernapas. Juga, pastikan untuk menggunakan alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh.
  3. Bawa Perlengkapan yang Diperlukan: Pastikan Anda membawa perlengkapan yang diperlukan seperti kamera, charger, air minum, dan perlengkapan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Juga, bawalah tabir surya, topi, dan kacamata hitam untuk melindungi diri dari sinar matahari.
  4. Patuhi Aturan Lokal: Ketika mengunjungi tempat-tempat wisata, patuhi aturan dan etika yang berlaku. Jaga kebersihan lingkungan, jangan merusak atau mengambil barang dari tempat wisata, dan hormati tradisi dan kepercayaan setempat. Ini akan membantu menjaga kelestarian dan keberlanjutan destinasi wisata.
  5. Jaga Kesehatan dan Keamanan: Pastikan Anda menjaga kesehatan dan keamanan Anda selama perjalanan. Minumlah air yang aman atau bawa air minum sendiri. Jaga kebersihan tangan dan hindari makan makanan yang tidak higienis. Selalu waspada terhadap barang berharga dan pertahankan keamanan pribadi Anda.
  6. Jelajahi dengan Panduan atau Pemandu: Jika Anda ingin mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang sejarah, budaya, dan keunikan tempat-tempat wisata di sekitar Tampaksiring, pertimbangkan untuk menggunakan jasa panduan wisata atau pemandu lokal. Mereka dapat memberikan wawasan yang berharga dan memastikan Anda mendapatkan pengalaman yang lebih kaya.
  7. Nikmati Setiap Momen: Terakhir, jangan lupa untuk menikmati setiap momen perjalanan Anda. Abadikan kenangan dengan mengambil foto, rasakan keindahan alam dan budaya sekitar Anda, dan buka pikiran Anda untuk pengalaman baru. Jelajahi dengan hati yang terbuka dan buatlah kenangan yang tak terlupakan.

Semoga tips ini membantu Anda dalam menjelajahi wisata sekitar Tampaksiring di Bali. Selamat menikmati perjalanan Anda!

Tampaksiring di Bali adalah sebuah destinasi wisata yang kaya akan sejarah, budaya, dan keindahan alam. Candi Gunung Kawi menjadi daya tarik utama dengan arsitektur yang megah dan pahatan-pahatan kuno yang menarik perhatian wisatawan. Pengunjung dapat menikmati suasana alami yang tenang di sekitar Sungai Pakerisan dan menjelajahi kompleks candi yang unik.

Beberapa kesimpulan yang dapat diambil dari informasi sebelumnya adalah:

  1. Tampaksiring adalah lokasi wisata yang populer di Bali, terutama dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, terutama dari Eropa.
  2. Candi Gunung Kawi memiliki sejarah yang kaya dan merupakan tempat pemujaan raja-raja Bali kuno. Diperkirakan dibangun pada abad ke-11 Masehi.
  3. Pengunjung dapat menghabiskan waktu sekitar satu hingga empat jam untuk menjelajahi candi dan menikmati keindahannya.
  4. Terdapat aturan dan larangan yang perlu diikuti saat mengunjungi Gunung Kawi, seperti mengenakan pakaian adat Bali dan melepas alas kaki saat memasuki area yang disucikan.
  5. Selain Candi Gunung Kawi, terdapat juga spot selfie yang menarik di sekitar tempat wisata ini, seperti pertemuan dua sungai, pemandangan persawahan, dan lainnya.
  6. Terdapat pilihan penginapan dan tempat makan di sekitar Tampaksiring yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan.
  7. Selain mengunjungi Gunung Kawi, wisatawan juga dapat menjelajahi pantai-pantai terdekat dan tempat wisata lain di sekitar Tampaksiring, seperti Tirta Empul dan Gunung Batur.
  8. Beberapa tips penting termasuk merencanakan itinerary dengan baik, mengenakan pakaian yang nyaman, mematuhi aturan dan etika setempat, menjaga kesehatan dan keamanan, dan membawa perlengkapan yang diperlukan.

Dengan mengikuti tips ini dan menikmati setiap momen perjalanan, wisatawan dapat memiliki pengalaman yang menyenangkan dan berkesan saat menjelajahi Candi Gunung Kawi di Bali.

Review Review Menarik Candi Gunung Kawi, Bangunan Bersejarah yang Unik.

Your email address will not be published. Required fields are marked *