Review Menarik Candi Jawi, Makam Raja Kertanegara di Pasuruan

Candi Jawi, yang juga dikenal dengan nama asli Jajawa, adalah sebuah candi yang dibangun sekitar abad ke-13 dan merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singhasari yang berlatar belakang Hindu-Buddha. Candi ini terletak di Desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, dekat Gunung Welirang, sekitar 3 kilometer dari pusat kota Pandaan. Terletak di tengah-tengah jalan antara Kecamatan Pandaan dan Prigen serta Pringebukan. Meskipun banyak yang mengira bahwa Candi Jawi adalah tempat pemujaan atau peribadatan Buddha, sebenarnya tempat ini digunakan sebagai tempat pendharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Singhasari, yaitu Kertanegara. Sebagian abu tersebut juga disimpan di Candi Singhasari. Candi Jawi dan Candi Singhasari memiliki kaitan dengan Candi Jago yang merupakan tempat peribadatan Raja Kertanegara.

Candi Jawi, Makam Raja Kertanegara di Pasuruan
Candi Jawi, Makam Raja Kertanegara di Pasuruan

Candi Jawi didirikan oleh perintah Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari, sebagai tempat beribadah bagi umat Hindu-Buddha. Kertanegara sendiri merupakan seorang penganut ajaran sinkretisme antara Siwa dan Buddha. Candi Jawi didirikan di lokasi yang jauh dari pusat kerajaan karena pengikut ajaran Siwa-Buddha di kawasan tersebut sangat kuat dan setia. Meskipun Kertanegara terkenal sebagai seorang raja yang terkenal, ia memiliki banyak musuh di dalam negeri. Terdapat pemberontakan seperti pemberontakan Kelana Bayangkara dan pemberontakan Cayaraja.

Ada dugaan bahwa pendukung Kertanegara menggunakan kawasan Candi Jawi sebagai basis. Dugaan ini muncul karena Dyah Wijaya, menantu Kertanegara, pernah bersembunyi di kawasan ini setelah melarikan diri dari Jayakatwang, raja bawahannya, yang menggulingkan Kertanegara dari Gelang-gelang (daerah Kediri), sebelum akhirnya mengungsi ke Madura.

Memiliki struktur yang luas, dengan ukuran sekitar 40 x 60 meter persegi, dan terbuat dari batu andesit yang dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 meter. Candi ini dikelilingi oleh parit yang sekarang dihiasi dengan bunga teratai. Bentuk candi menggabungkan elemen Siwa dan Buddha. Candi ini memiliki tinggi sekitar 24,5 meter, panjang 14,2 meter, dan lebar 9,5 meter. Atap candi memiliki bentuk yang menyerupai paduan antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing di puncaknya. Pintu masuk candi menghadap ke timur. Keunikan lain dari Candi Jawi adalah adanya relief di dindingnya, meskipun hingga saat ini relief tersebut belum dapat terbaca.

Alamat Lengkap Akses Rute

Alamat lengkap Candi Jawi adalah sebagai berikut: Jl. Raya Candiwates, Jawi, Candi Wates, Kec. Prigen, Pasuruan, Jawa Timur 67157.

Untuk mengakses Candi Jawi, Anda dapat menggunakan transportasi darat. Berikut adalah beberapa opsi akses:

  1. Dari Surabaya: Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau taksi menuju Prigen, Pasuruan. Candi Jawi terletak sekitar 3 kilometer dari pusat kota Pandaan. Anda dapat mengikuti jalan raya dari Surabaya ke Pandaan, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Prigen. Setelah melewati Prigen, Anda akan menemukan Candi Jawi di sebelah kanan jalan.
  2. Dari Malang: Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau taksi menuju Pandaan, Pasuruan. Dari Pandaan, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke arah Prigen. Setelah melewati Prigen, Anda akan menemukan Candi Jawi di sebelah kanan jalan.

Pastikan untuk menggunakan peta atau aplikasi navigasi untuk memastikan Anda mengikuti rute yang tepat. Selalu periksa kondisi jalan dan lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.

Fungsi

Fungsi Candi Jawi adalah sebagai berikut:

  1. Tempat Pendharmaan: Candi Jawi awalnya dibangun sebagai tempat pendharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Kerajaan Singhasari, Kertanegara. Candi ini memiliki peran penting dalam upacara peribadatan dan penghormatan terhadap raja Kertanegara.
  2. Situs Bersejarah: Memiliki nilai sejarah yang tinggi sebagai peninggalan dari Kerajaan Singhasari. Sebagai situs bersejarah, candi ini menjadi saksi bisu dari kejayaan dan kehidupan budaya pada masa Hindu-Buddha di Jawa Timur.
  3. Tempat Pemujaan: Meskipun awalnya diduga sebagai tempat pendharmaan, Memiliki elemen-elemen yang mengarah pada tempat pemujaan. Beberapa arca seperti arca Siwa, Nandiswara, Durga, Ganesa, Nandi, dan Brahma ditemukan di candi ini, menunjukkan adanya praktik keagamaan yang terkait dengan agama Hindu-Buddha.
  4. Wisata Sejarah: Seiring dengan keunikan dan nilai sejarahnya, Menjadi objek wisata sejarah yang menarik. Pengunjung dapat menjelajahi situs ini untuk mempelajari kekayaan budaya dan arsitektur pada masa lalu.
  5. Penelitian Arkeologi: Memiliki potensi sebagai sumber penelitian arkeologi. Relief dan struktur bangunan candi ini dapat memberikan informasi berharga tentang kehidupan dan kepercayaan masyarakat pada masa lalu.
  6. Pemeliharaan Budaya: Melalui pemugaran dan upaya konservasi yang dilakukan, Berperan dalam pemeliharaan warisan budaya Indonesia. Upaya pemeliharaan ini melibatkan partisipasi sukarelawan dan LSM untuk menjaga kelestarian dan keaslian candi ini.
  7. Edukasi dan Pengetahuan: Memiliki nilai edukatif yang dapat memberikan pengetahuan tentang sejarah dan kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia kepada pengunjung, terutama pelajar dan peneliti.

Dengan berbagai fungsi tersebut, Candi Jawi menjadi tempat penting yang menggabungkan nilai sejarah, keagamaan, pariwisata, dan penelitian arkeologi.

Fasilitas

Sebagai situs sejarah dan wisata, Menyediakan beberapa fasilitas yang dapat memenuhi kebutuhan pengunjung. Berikut adalah beberapa fasilitas yang tersedia:

  1. Area Parkir: Terdapat area parkir yang dapat digunakan untuk kendaraan pribadi atau kendaraan wisatawan.
  2. Area Istirahat: Di sekitar Candi Jawi, terdapat area istirahat yang dilengkapi dengan bangku dan tempat teduh. Pengunjung dapat beristirahat sejenak atau piknik di area ini.
  3. Toilet: Fasilitas toilet umum tersedia untuk kenyamanan pengunjung.
  4. Warung Makan: Terdapat warung makan atau restoran, di mana pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman. Namun, pastikan untuk memeriksa jam operasional warung makan sebelum berkunjung.
  5. Area Pedagang Kecil: Terkadang terdapat pedagang kecil atau penjual makanan dan suvenir. Anda dapat membeli oleh-oleh atau suvenir sebagai kenang-kenangan dari kunjungan Anda.
  6. Informasi dan Petunjuk: Biasanya terdapat papan informasi atau pemandu wisata yang memberikan informasi tentang sejarah dan makna Candi Jawi. Anda juga dapat meminta bantuan kepada petugas atau pemandu wisata yang berada di sekitar situs.
See also  Review Ufo Park and Capsule di Malang, Menginap Bersama Alien

Pastikan untuk mempersiapkan kebutuhan pribadi Anda seperti air minum, kacamata hitam, topi, dan perlengkapan lainnya sesuai dengan cuaca dan kebutuhan Anda. Juga, selalu patuhi aturan dan petunjuk yang diberikan oleh pengelola situs untuk menjaga kelestarian Candi Jawi dan memastikan kunjungan Anda berjalan lancar.

Tiket Masuk

Berikut adalah informasi terbaru tentang tiket masuk Candi Jawi:

Harga tiket masuk: Rp. 3.000 per orang

Catatan: Harap dicatat bahwa harga tiket masuk dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan untuk memverifikasi harga tiket masuk terbaru sebelum mengunjungi Candi Jawi.

Candi Jawi buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, sehingga Anda dapat mengunjungi tempat ini kapan saja selama jam operasional tersebut.

Sejarah

Candi ini merupakan peninggalan bersejarah dari Kerajaan Singhasari yang beragama Hindu-Buddha. Terletak di kaki Gunung Welirang, tepatnya di Desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, candi ini berjarak sekitar 3 kilometer dari pusat kota Pandaan. Candi Jawi sebelumnya dikira sebagai tempat pemujaan atau peribadatan Buddha, namun sebenarnya candi ini digunakan sebagai tempat penyimpanan abu dari raja terakhir Kerajaan Singhasari, Kertanegara. Bagian abu yang lain juga disimpan di Candi Singhasari.

Candi Jawi didirikan atas perintah Raja Kertanegara sebagai tempat beribadah bagi umat beragama Siwa-Buddha. Raja Kertanegara sendiri merupakan seorang penganut sinkretisme Siwa-Buddha. Terletak di antara Kecamatan Pandaan dan Kecamatan Prigen serta Pringebukan. Pembangunan candi ini dilakukan di kawasan yang jauh dari pusat kerajaan karena wilayah tersebut merupakan basis pengikut ajaran Siwa-Buddha yang kuat.

Candi Jawi memiliki struktur yang luas dengan ukuran sekitar 40 x 60 meter persegi. Bangunan candi ini terbuat dari batu andesit dan dikelilingi oleh pagar bata setinggi 2 meter. Candi ini memiliki bentuk berkaki Siwa dan berpundak Buddha. Tinggi candi mencapai 24,5 meter dengan panjang 14,2 meter dan lebar 9,5 meter. Atap candi memiliki bentuk yang mirip dengan campuran antara stupa dan kubus bersusun yang meruncing pada puncaknya.

Candi Jawi memiliki relief di dindingnya, meskipun relief tersebut belum bisa dibaca. Ada dugaan bahwa candi ini dibangun dalam dua periode yang berbeda teknik bangunan, terlihat dari penggunaan dua jenis batu yang berbeda, yaitu batu hitam di bagian bawah dan batu putih di bagian atas. Menurut naskah Negarakertagama, candi ini dikunjungi oleh Raja Majapahit, Prabu Hayam Wuruk, sekitar tahun 1359 Masehi. Raja Hayam Wuruk mengunjungi candi ini untuk memberikan penghormatan dan persembahan kepada kakek buyutnya, Prabu Kertanegara. Naskah tersebut juga menyebutkan bahwa di dalam bilik candi terdapat arca Siwa dan arca Maha Aksobhya yang saat ini telah hilang.

Larangan Dan Aturan

Ketika mengunjungi Candi Jawi, penting untuk mematuhi larangan dan aturan yang ditetapkan oleh pengelola situs guna menjaga kelestarian dan keamanan tempat tersebut. Berikut adalah beberapa larangan dan aturan yang umumnya berlaku:

  1. Larangan Merusak atau Mengambil Barang: Dilarang merusak struktur candi, mengambil atau merusak artefak, atau melakukan tindakan yang dapat merusak keaslian dan kelestarian.
  2. Larangan Membawa Binatang Peliharaan: Umumnya, tidak diizinkan membawa binatang peliharaan ke dalam area, kecuali ada kebijakan khusus yang memperbolehkannya.
  3. Aturan Kebersihan: Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan di sekitar Candi Jawi dengan membuang sampah pada tempatnya. Gunakan tempat sampah yang tersedia atau bawa pulang sampah Anda.
  4. Aturan Pakaian: Untuk menghormati nilai-nilai budaya dan religius, disarankan untuk berpakaian sopan saat mengunjungi Candi Jawi. Hindari berpakaian yang terlalu terbuka atau provokatif.
  5. Aturan Fotografi dan Pengambilan Gambar: Biasanya diperbolehkan mengambil foto atau video, tetapi pastikan untuk mengikuti petunjuk dari pengelola situs terkait area yang dapat difoto atau dilarang untuk difoto.
  6. Larangan Merokok: Beberapa situs bersejarah dan tempat wisata melarang merokok di area tertentu. Pastikan untuk mengikuti aturan yang berlaku terkait merokok dan menggunakan area yang telah ditentukan.
  7. Larangan Membawa Senjata dan Bahan Berbahaya: Dilarang membawa senjata tajam, bahan berbahaya, atau barang terlarang lainnya ke dalam area.
  8. Aturan Keamanan: Ikuti instruksi dan petunjuk yang diberikan oleh petugas keamanan atau pengelola situs untuk menjaga keamanan pribadi dan keamanan situs.

Selalu periksa informasi terbaru sebelum kunjungan Anda, karena aturan dan larangan dapat berubah sesuai dengan kebijakan pengelola. Menghormati dan mematuhi aturan ini akan membantu menjaga keberlanjutan dan keindahan Candi Jawi serta pengalaman wisata Anda yang menyenangkan.

See also  Ulasan Menarik Monumen Kresek, Saksi Sejarah Peristiwa Madiun

Aktivitas

Di Candi Jawi, ada beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh pengunjung:

  1. Wisata Sejarah: Merupakan situs bersejarah yang memiliki nilai arkeologi dan budaya yang tinggi. Pengunjung dapat menjelajahi kompleks candi, mengamati relief-relief yang ada, dan mempelajari sejarahnya melalui informasi yang disediakan.
  2. Fotografi: Menawarkan pemandangan yang indah dan unik. Pengunjung dapat mengambil foto-foto untuk mengabadikan momen dan keindahan bangunan candi serta lingkungan sekitarnya.
  3. Meditasi dan Refleksi: Memiliki nilai spiritual, beberapa pengunjung menggunakan tempat ini sebagai tempat meditasi atau refleksi pribadi. Keindahan dan ketenangan lingkungan candi dapat memberikan suasana yang tenang dan damai.
  4. Piknik: Ada area yang cukup luas di sekitar Candi Jawi yang dapat digunakan untuk piknik bersama keluarga atau teman-teman. Pengunjung dapat membawa makanan dan minuman serta menikmati waktu bersantai di sekitar candi.
  5. Pendidikan dan Penelitian: Menjadi objek studi bagi para akademisi, arkeolog, dan sejarawan. Pengunjung yang tertarik dapat melakukan penelitian atau studi terkait sejarah, arsitektur, dan budaya candi ini.

Penting untuk diingat bahwa selama berkunjung ke Candi Jawi, pengunjung diharapkan untuk menghormati situs bersejarah ini, menjaga kebersihan, dan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pihak pengelola atau penjaga candi guna menjaga kelestarian dan keindahan candi tersebut.

Keunikan Daya Tarik

Candi Jawi memiliki beberapa keunikan dan daya tarik yang membuatnya menarik bagi pengunjung, antara lain:

  1. Sejarah Hindu-Buddha: Merupakan peninggalan sejarah dari Kerajaan Singhasari yang bercorak Hindu-Buddha. Keberadaannya mencerminkan periode keemasan peradaban Hindu-Buddha di Jawa Timur pada abad ke-13.
  2. Arsitektur dan Relief: Memiliki arsitektur yang unik dan indah. Bentuk candi ini berkaki Siwa dan berpundak Buddha, menggabungkan unsur-unsur keagamaan dari kedua aliran tersebut. Relief di dinding candi juga menambah daya tariknya, meskipun belum dapat sepenuhnya dibaca atau diinterpretasikan.
  3. Keindahan Alam: Terletak di kaki Gunung Welirang dan dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah. Lingkungan sekitarnya yang hijau, udara segar, serta parit yang dihiasi oleh bunga teratai menambah daya tarik alaminya.
  4. Spiritualitas dan Meditasi: Memiliki atmosfer yang tenang dan damai, sehingga sering menjadi tempat bagi pengunjung yang mencari ketenangan, meditasi, atau refleksi spiritual. Keberadaannya yang terkait dengan kegiatan pendharmaan atau penyimpanan abu raja terakhir Singhasari menambah dimensi spiritual candi ini.
  5. Keunikan Arkeologis: Memiliki beberapa keunikan arkeologis, seperti penggunaan dua jenis batu yang berbeda untuk konstruksi bangunan. Bagian bawah candi terbuat dari batu hitam, sementara bagian atasnya terbuat dari batu putih. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai teknik pembangunan dan asal-usul batu putih tersebut.

Melalui keunikan-keunikan tersebut, Menawarkan pengalaman yang menarik bagi para pengunjung yang tertarik dengan sejarah, budaya, arsitektur, serta spiritualitas Hindu-Buddha di Jawa Timur.

Spot Selfie

Di sekitar Candi Jawi terdapat beberapa spot yang cocok untuk berfoto selfie, antara lain:

  1. Depan Pintu Candi: Ambil foto selfie di depan pintu candi dengan latar belakang bangunan candi yang megah. Pintu candi yang menghadap ke timur akan memberikan pencahayaan yang bagus untuk foto.
  2. Parit dengan Bunga Teratai: Di sekitar candi terdapat parit yang dihiasi oleh bunga teratai. Manfaatkan latar belakang yang indah ini untuk mengambil foto selfie dengan bunga teratai sebagai elemen tambahan.
  3. Relief Candi: Carilah area yang memiliki relief yang terlihat jelas di dinding candi. Berdiri di depan relief dan ambil foto selfie untuk menunjukkan keindahan seni dan detail arsitektur candi.
  4. Area Taman dan Hijauan: Di sekitar Candi Jawi terdapat area taman dan hijauan yang asri. Gunakan latar belakang alam ini untuk mengambil foto selfie yang segar dan natural.
  5. Spot Panorama: Jika ada area yang memberikan pemandangan panorama, seperti pemandangan Gunung Welirang atau pemandangan alam di sekitar candi, manfaatkan kesempatan ini untuk mengambil foto selfie dengan latar belakang yang indah dan menakjubkan.

Pastikan untuk menghormati dan menjaga kebersihan lingkungan candi saat mengambil foto selfie. Juga, perhatikan aturan dan petunjuk dari pengelola candi untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan Anda serta mempertahankan kelestarian situs bersejarah ini.

Penginapan Hotel Dekat

Berikut beberapa pilihan penginapan di sekitar Candi Jawi, Pasuruan, Jawa Timur:

  1. Villa Cemara Tunggal Prigen Alamat: Jl. Raya Prigen KM 26, Pasuruan, Jawa Timur
  2. Puncak Prigen Resort Alamat: Jl. Raya Prigen KM 29, Pasuruan, Jawa Timur
  3. Taman Dayu Golf Club & Resort Alamat: Desa Prigen, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur
  4. Grand Trawas Hotel & Convention Alamat: Jl. Raya Trawas, Trawas, Pasuruan, Jawa Timur
  5. Tretes Raya Hotel & Resort Alamat: Jl. Raya Tretes, Tretes, Pasuruan, Jawa Timur

Pastikan untuk menghubungi penginapan secara langsung atau menggunakan platform pemesanan online untuk mendapatkan informasi terkini tentang ketersediaan, fasilitas, dan harga penginapan tersebut.

Kuliner Tempat Makan

Berikut beberapa pilihan tempat makan di sekitar Candi Jawi, Pasuruan, Jawa Timur:

  1. Warung Bu Kris Alamat: Jl. Raya Prigen KM 29, Pasuruan, Jawa Timur
  2. Restoran Surya Lestari Alamat: Jl. Raya Prigen KM 27, Pasuruan, Jawa Timur
  3. Restoran Grand Trawas Alamat: Jl. Raya Trawas, Trawas, Pasuruan, Jawa Timur
  4. Restoran Puncak Prigen Alamat: Jl. Raya Prigen KM 29, Pasuruan, Jawa Timur
  5. Restoran Tretes Raya Alamat: Jl. Raya Tretes, Tretes, Pasuruan, Jawa Timur
See also  Review Menarik Pantai Tiga Warna, Wisata Alam Yang Menakjubkan di Malang

Pastikan untuk menghubungi tempat makan secara langsung atau menggunakan platform pemesanan online untuk mengetahui jam buka, menu, dan informasi lainnya yang mungkin diperlukan sebelum berkunjung.

Wisata Sekitar

Berikut beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi di sekitar Candi Jawi, Pasuruan, Jawa Timur:

  1. Taman Safari Prigen: Taman Safari Prigen adalah taman safari terkenal yang menawarkan pengalaman melihat berbagai hewan liar dalam habitat alami mereka.
  2. Air Terjun Coban Pelangi: Coban Pelangi adalah air terjun indah yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang memukau.
  3. Gunung Bromo: Meskipun jaraknya agak jauh (sekitar 60 kilometer), Gunung Bromo adalah daya tarik wisata yang sangat populer di Jawa Timur. Anda dapat mengunjungi Candi Jawi sebagai bagian dari perjalanan Anda ke Gunung Bromo.
  4. Tretes Treetop Adventure Park: Tretes Treetop Adventure Park menawarkan kegiatan petualangan seperti tali-tarzan, jembatan gantung, dan lintasan rintangan di tengah hutan.
  5. Agrowisata Petik Buah: Ada beberapa kebun buah di sekitar Candi Jawi yang menawarkan pengalaman petik buah langsung dari pohonnya, seperti apel, stroberi, dan jeruk.

Pastikan untuk memeriksa jadwal operasional, harga tiket, dan persyaratan lainnya sebelum mengunjungi destinasi wisata tersebut.

Tips

Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Anda saat mengunjungi Candi Jawi dan sekitarnya:

  1. Persiapkan diri fisik dan mental: Terletak di daerah perbukitan, jadi persiapkan diri Anda dengan baik terutama jika Anda berencana untuk menjelajahi sekitar candi atau melakukan pendakian. Pastikan Anda dalam kondisi fisik yang baik dan membawa perlengkapan yang sesuai.
  2. Kenakan pakaian yang nyaman: Saat mengunjungi candi dan destinasi wisata sekitar, kenakan pakaian yang nyaman dan sesuai dengan cuaca. Juga, bawalah jaket atau pakaian hangat jika Anda berencana berkunjung pada waktu yang lebih dingin.
  3. Bawa perlengkapan yang diperlukan: Pastikan Anda membawa perlengkapan yang diperlukan seperti topi, kacamata hitam, tabir surya, obat nyamuk, dan air minum yang cukup. Ini akan membantu melindungi Anda dari paparan sinar matahari dan menjaga kenyamanan selama perjalanan.
  4. Periksa jadwal dan jam operasional: Sebelum pergi, pastikan untuk memeriksa jadwal dan jam operasional candi serta destinasi wisata lain yang ingin Anda kunjungi. Hal ini akan membantu Anda mengatur waktu kunjungan dan menghindari kekecewaan.
  5. Hormati tempat dan budaya: Saat mengunjungi Candi Jawi dan daerah sekitarnya, penting untuk menghormati tempat tersebut dan budaya setempat. Ikuti aturan yang berlaku, jaga kebersihan, dan hindari merusak atau mencemarkan lingkungan.
  6. Jaga keamanan: Selalu jaga keamanan barang bawaan Anda dan hindari tempat-tempat yang tidak aman atau berisiko. Jika memungkinkan, mintalah informasi keamanan dari pihak lokal atau pengelola tempat wisata sebelum mengunjungi.
  7. Nikmati keindahan alam dan sejarah: Candi Jawi dan sekitarnya menawarkan pemandangan alam yang indah dan warisan sejarah yang kaya. Nikmatilah keindahan dan pelajari tentang sejarah dan kebudayaan di tempat tersebut.
  8. Dukung ekonomi lokal: Jika memungkinkan, belilah makanan, suvenir, atau jasa dari pedagang lokal. Ini akan membantu mendukung ekonomi lokal dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat.

Selamat menikmati perjalanan Anda ke Candi Jawi dan semoga tips ini bermanfaat bagi Anda!

Candi Jawi, juga dikenal dengan nama Jajawa, adalah sebuah candi yang bersejarah yang terletak di Desa Candi Wates, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Candi ini dibangun pada abad ke-13 sebagai tempat pendharmaan atau penyimpanan abu dari raja terakhir Kerajaan Singhasari, Kertanegara. Meskipun awalnya dikira sebagai tempat peribadatan Buddha, candi ini sebenarnya memiliki hubungan dengan Candi Jago yang digunakan untuk peribadatan Raja Kertanegara.

Memiliki struktur bangunan yang utuh dengan relief-relief yang belum bisa dibaca. Bangunan candi ini terbuat dari batu andesit dan memiliki tinggi sekitar 24,5 meter. Bentuknya tinggi ramping seperti Candi Prambanan di Jawa Tengah dengan atap yang merupakan paduan antara stupa dan kubus bersusun.

Ketika mengunjungi Candi Jawi, pengunjung diharapkan untuk mematuhi aturan dan larangan yang berlaku, seperti larangan merusak atau mengambil barang, larangan membawa binatang peliharaan, aturan kebersihan, aturan pakaian sopan, aturan fotografi, larangan merokok, larangan membawa senjata dan bahan berbahaya, serta mengikuti petunjuk keamanan yang diberikan oleh petugas atau pengelola situs.

Candi Jawi telah mengalami pemugaran dan renovasi beberapa kali untuk menjaga kelestariannya. Beberapa arca peninggalan yang ditemukan di candi ini telah dipindahkan ke museum atau tempat komersial, meskipun pemindahan ini menuai kritik dari sejarawan dan masyarakat setempat karena dapat mengurangi nilai historis dan substansi peninggalan tersebut.

Dengan menghormati aturan dan menjaga kelestarian Candi Jawi, pengunjung dapat memperoleh pengalaman wisata yang berharga dan mempelajari sejarah Hindu-Buddha Kerajaan Singhasari yang terkait dengan candi ini.

Review Review Menarik Candi Jawi, Makam Raja Kertanegara di Pasuruan.

Your email address will not be published. Required fields are marked *