Wisata Sejarah di Gedung Sate Bandung

Wisata Sejarah di Gedung Sate Bandung
Wisata Sejarah di Gedung Sate Bandung

Gedung Sate adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. dibangun pada tahun 1920-an oleh pemerintah kolonial Belanda sebagai kantor pusat administrasi pemerintah Hindia Belanda di Jawa Barat.

Wisata Sejarah di Gedung Sate Bandung
@z0e4kbar

Bangunan Gedung Sate memiliki arsitektur yang unik dan menarik, dengan menara berbentuk ujung tombak yang disebut “sate” sebagai ciri khasnya. Arsiteknya adalah Ir. J. Gerber, seorang arsitek Belanda yang terkenal pada masa itu.

Memiliki luas bangunan sekitar 27.000 meter persegi dengan lantai 3. Terdiri dari beberapa ruangan dan kantor, termasuk ruang kerja gubernur Jawa Barat, ruang rapat, ruang tunggu, ruang tamu, ruang arsip, dan ruang ibadah.

Di sekitar terdapat taman yang indah dengan pemandangan yang menakjubkan. Taman ini sering digunakan untuk berbagai acara, seperti konser musik, pameran seni, dan festival budaya.

Gedung Sate adalah sebuah bangunan bersejarah yang indah dan menakjubkan. Arsitekturnya yang unik, terutama menara “sate”, membuatnya menjadi ikon kota Bandung. Selain itu, taman di sekitarnya juga memberikan suasana yang tenang dan damai. Bangunan ini juga memiliki nilai sejarah yang tinggi, sebagai saksi bisu masa kolonial Belanda di Indonesia. Saya merekomendasikan sebagai destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi siapa saja yang mengunjungi kota Bandung.

Museum

Gedung Sate tidak hanya berfungsi sebagai kantor pemerintah, tetapi juga sebagai museum yang memamerkan berbagai koleksi dan artefak yang berkaitan dengan sejarah dan budaya Jawa Barat. Museum terletak di lantai dasar gedung dan terdiri dari beberapa ruangan yang menampilkan berbagai macam koleksi.

Beberapa koleksi yang dipamerkan antara lain adalah benda-benda peninggalan sejarah dari masa Kerajaan Sunda, Kerajaan Pajajaran, dan Kerajaan Galuh, seperti arca, batu nisan, dan benda-benda keramik. Selain itu, terdapat juga koleksi senjata tradisional seperti keris dan pedang, serta gamelan dan alat musik tradisional lainnya.

Museum juga memiliki galeri lukisan yang menampilkan karya seniman dari Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya. Di sini, pengunjung dapat melihat berbagai jenis seni lukis, seperti lukisan tradisional Sunda, lukisan realis, dan lukisan modern.

Museum Gedung Sate merupakan sebuah museum yang menarik dan kaya akan sejarah dan budaya Jawa Barat. Koleksi yang dipamerkan sangat beragam dan informatif, serta disajikan dengan baik dalam ruangan-ruangan yang luas dan terawat. Bagi siapa saja yang ingin mempelajari lebih dalam tentang sejarah dan budaya Jawa Barat.

Asal-usul

Gedung Sate memiliki asal-usul yang cukup unik dan menarik. Gedung ini dibangun pada tahun 1920-1924 oleh arsitek Belanda, J. Gerber. Pada awalnya, gedung ini berfungsi sebagai pusat administrasi pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Barat.

Namun, asal-usul nama “Gedung Sate” berasal dari cerita yang cukup menarik. Konon, pada saat pembangunan gedung, terdapat seorang seniman lokal yang bernama R. A. A. Wiranatakusumah II. Dia menolak untuk menerima uang sebagai imbalan atas jasanya dalam membangun gedung. Sebagai gantinya, dia meminta kepada pemerintah untuk memberikan seekor kambing jantan yang akan disajikan dalam bentuk sate sebagai hadiahnya.

Permintaan tersebut pun dikabulkan, dan pada saat peresmian gedung, kambing tersebut diolah menjadi sate dan disajikan sebagai hidangan untuk tamu undangan. Sejak saat itu, gedung ini dikenal sebagai “Gedung Sate” dan menjadi salah satu ikon kota Bandung yang terkenal.

Saat ini, Berfungsi sebagai kantor gubernur Jawa Barat dan juga menjadi objek wisata yang populer di Bandung. Gedung ini sering digunakan sebagai lokasi pengambilan gambar dan juga menjadi tujuan wisata sejarah dan budaya.

Sejarah

Gedung Sate memiliki sejarah yang panjang dan menarik. Awalnya dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1920-an sebagai kantor pusat administrasi pemerintah Hindia Belanda di Jawa Barat. Gedung ini dirancang oleh arsitek Belanda, Ir. J. Gerber, dengan menggabungkan gaya arsitektur Art Deco dan Gayo.

Selesai dibangun pada tahun 1924 dan menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Barat hingga tahun 1942 ketika Jepang menduduki Indonesia selama Perang Dunia II. Setelah kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, digunakan sebagai kantor pemerintah provinsi Jawa Barat.

Nama “Gedung Sate” sendiri berasal dari menara berbentuk ujung tombak di bagian atas bangunan yang disebut “sate” oleh masyarakat setempat. Menara ini awalnya digunakan sebagai tempat pengukuran cuaca, tetapi kemudian diubah fungsinya menjadi menara penghalang untuk mencegah pesawat terbang yang ingin mendarat di Bandung.

Gedung Sate menjadi sangat terkenal pada masa revolusi fisik pada tahun 1945-1949, ketika banyak rapat dan sidang penting diadakan di sana. Gedung ini juga menjadi tempat berlangsungnya perundingan antara Indonesia dan Belanda yang akhirnya menghasilkan kesepakatan penyerahan kedaulatan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.

Gedung Sate merupakan sebuah bangunan bersejarah yang memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Indonesia, terutama di Jawa Barat. yang merupakan saksi bisu dari masa kolonial Belanda di Indonesia dan menjadi pusat pemerintahan penting pada masa revolusi fisik. Selain itu, menara “sate” yang menjadi ciri khas Gedung Sate juga menjadi simbol Kota Bandung dan menjadi ikon arsitektur yang unik dan menarik.

Kenapa Disebut Gedung Sate?

Gedung Sate disebut demikian karena adanya ornamen berbentuk tusuk sate yang menempel pada puncak menara utama gedung tersebut. Tusuk sate tersebut terdiri dari tiga buah ujung tombak yang saling bersilangan dan dianggap sebagai lambang keberanian.

Asal-usul penamaan “sate” sendiri berasal dari bahasa Belanda “saté” yang artinya adalah “tusuk daging”. Awalnya, ornamen tusuk sate tersebut dipasang di gedung sebagai simbol kekuatan dan keberanian, namun seiring berjalannya waktu ornamen tersebut menjadi ciri khas dan identitas dari Gedung Sate itu sendiri.

Selain itu, beberapa sumber juga mengatakan bahwa penamaan Gedung Sate berasal dari masa pemerintahan kolonial Belanda yang memperkenalkan arsitektur bergaya neoklasik sebagai ciri khas bangunan-bangunan penting pada masa itu. Bagian depan gedung dengan ornamen tusuk sate dianggap oleh masyarakat setempat memiliki kemiripan dengan makanan sate yang juga memiliki tusuk daging yang tersusun rapi, sehingga gedung tersebut kemudian dijuluki sebagai Gedung Sate oleh masyarakat.

Arsitek

Gedung Sate merupakan salah satu karya arsitektur yang terkenal di Indonesia, dan dirancang oleh seorang arsitek Belanda bernama J. Gerber. Gerber didampingi oleh beberapa arsitek Indonesia saat merancang Gedung Sate, seperti Sutan Tedjasukmana dan Frederich Silaban.

Awalnya dibangun sebagai kantor Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada tahun 1920-an, dan sekarang menjadi kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gedung ini memiliki gaya arsitektur art deco yang khas, dengan atap yang dihiasi dengan runcing-runcing kecil yang menyerupai tusuk sate, sehingga dinamakan “Gedung Sate”.

Selain desain atapnya yang khas, juga memiliki beberapa fitur arsitektur menarik, seperti tangga dan dinding-dinding dengan motif batu bata yang indah. Di dalam gedung terdapat juga beberapa ruangan dengan desain interior yang elegan, seperti ruang rapat dan ruang tamu.

Menjadi salah satu ikon kota Bandung dan menjadi daya tarik wisata arsitektur bagi wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Proses pemugaran terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kondisi dan keaslian bangunan tersebut.

Fungsi

Gedung Sate memiliki banyak fungsi dan pernah digunakan untuk berbagai kepentingan pemerintahan dan publik. Berikut adalah beberapa fungsi selama masa sejarahnya:

  1. Pusat Pemerintahan: Hindia Belanda Pada awalnya, Gedung Sate didirikan sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Barat pada tahun 1920. Gedung ini menjadi markas besar pemerintahan kolonial Belanda dan digunakan sebagai tempat rapat, koordinasi, dan pengambilan keputusan pemerintahan.
  2. Kantor Gubernur Jawa Barat: Setelah Indonesia merdeka pada tahun 1945, dijadikan sebagai kantor gubernur Jawa Barat. Hingga saat ini, masih menjadi kantor gubernur Jawa Barat dan tempat kerja bagi pejabat dan staf pemerintah setempat.
  3. Tempat Wisata Sejarah: Seiring dengan keunikan arsitektur dan sejarahnya, menjadi salah satu tempat wisata sejarah yang populer di Kota Bandung. Banyak wisatawan yang datang untuk melihat keindahan bangunan bergaya neoklasik dan ornamen tusuk sate yang menjadi ciri khas gedung ini.
  4. Ruang Pertemuan dan Acara: Sering digunakan sebagai tempat pertemuan, seminar, dan acara pemerintahan dan non-pemerintahan. Beberapa ruangan di gedung ini bisa disewa untuk kepentingan umum, seperti aula, ruang rapat, dan ruang pameran.
  5. Pusat Budaya dan Seni: Pernah dijadikan sebagai pusat budaya dan seni pada tahun 1980-an. Di gedung ini dibuka galeri seni dan museum, serta digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya. Saat ini, masih digunakan untuk acara seni dan budaya pada momen-momen tertentu seperti Hari Kebudayaan Nasional.
  6. Pusat Informasi dan Pariwisata: Selain sebagai tempat wisata sejarah, memiliki peran sebagai pusat informasi dan pariwisata. Di dalam gedung terdapat informasi sejarah dan arsitektur yang bisa diakses oleh pengunjung. Selain itu, juga sering menjadi titik awal dari tur wisata kota Bandung.
  7. Pusat Pengembangan Kebudayaan: Digunakan sebagai pusat pengembangan kebudayaan di Jawa Barat. Beberapa kegiatan yang diselenggarakan antara lain pertunjukan seni tradisional, workshop seni, dan program pelatihan kebudayaan. Dalam hal ini, Gedung Sate menjadi tempat yang penting untuk melestarikan dan mengembangkan budaya dan seni tradisional Jawa Barat.
  8. Simbol Identitas Kota Bandung: Menjadi simbol identitas Kota Bandung dan Jawa Barat. Bangunan bergaya neoklasik dengan ornamen tusuk sate yang unik menjadi ciri khas dan landmark kota Bandung yang ikonik. Dengan demikian, memiliki nilai penting sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah kota Bandung dan Jawa Barat.

Dari berbagai fungsi di atas, dapat disimpulkan bahwa Gedung Sate memegang peranan penting sebagai tempat pemerintahan, kebudayaan, pariwisata, dan identitas kota Bandung. Gedung ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi serta menjadi pusat kegiatan dan perhatian masyarakat setempat dan wisatawan.

Malam Hari

Beberapa kegiatan malam yang dapat dilakukan di sekitar Gedung Sate, antara lain:

  1. Kuliner Malam: Menikmati kuliner malam bisa menjadi pilihan yang menyenangkan. Beberapa kuliner malam yang terkenal di Bandung antara lain bakso tahu, martabak, dan sate kelinci. Beberapa tempat kuliner malam yang bisa dicoba antara lain Jalan Braga, Jalan Cibadak, dan Jalan Purnawarman.
  2. Nonton Film: Jika Anda ingin menonton film, ada beberapa bioskop yang dapat Anda kunjungi. Beberapa di antaranya adalah XXI Braga Citywalk, XXI Bandung Indah Plaza, dan CGV Trans Studio Mall.
  3. Karaoke: Jika Anda ingin bernyanyi dan bersenang-senang dengan teman-teman, ada beberapa tempat karaoke yang bisa dicoba, seperti Inul Vizta Braga dan Excelso Karaoke.
  4. Bar dan Cafe: Jika Anda ingin bersantai sambil menikmati minuman atau kopi, ada beberapa bar dan cafe yang menawarkan suasana yang nyaman dan cozy. Beberapa tempat yang bisa Anda kunjungi antara lain The Foundry, The Prohibition, dan Miss Bee Providore.
  5. Pasar Malam: Kadang-kadang juga diadakan pasar malam yang bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan malam. Pasar malam ini biasanya menawarkan berbagai macam makanan, minuman, dan produk lokal seperti kaos dan aksesoris.

Namun, pastikan untuk selalu berhati-hati saat menjelajahi kota Bandung pada malam hari dan memilih tempat yang aman dan terpercaya untuk dikunjungi.

Alamat

Gedung Sate adalah sebuah bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia. Alamat tepatnya adalah:

Jalan Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115 Indonesia

Gedung Sate merupakan salah satu ikon kota Bandung dan memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi. Gedung ini dulunya merupakan pusat pemerintahan Hindia Belanda di Jawa Barat dan kini menjadi kantor gubernur Jawa Barat serta menjadi salah satu tempat wisata populer di Bandung.

Hotel Dekat

Berikut beberapa hotel yang dekat dengan Gedung Sate:

  1. The Trans Luxury Hotel – Berjarak sekitar 3 km, hotel mewah ini menawarkan kamar yang elegan dan fasilitas yang lengkap seperti kolam renang, spa, restoran, dan bar.
  2. Aston Tropicana Hotel – Berjarak sekitar 1 km, hotel ini menawarkan kamar yang nyaman dengan fasilitas seperti kolam renang, restoran, dan bar.
  3. Ibis Budget Bandung Asia Afrika – Berjarak sekitar 1,5 km, hotel ini menawarkan kamar yang sederhana dengan fasilitas seperti akses Wi-Fi gratis dan sarapan pagi.
  4. Aryaduta Bandung – Berjarak sekitar 2,5 km, hotel mewah ini menawarkan kamar yang luas dengan fasilitas seperti kolam renang, spa, restoran, dan bar.
  5. Ivory by Ayola Hotel Bandung – Berjarak sekitar 1,5 km, hotel ini menawarkan kamar yang modern dan fasilitas seperti kolam renang, restoran, dan bar.
  6. Grand Royal Panghegar Hotel – Berjarak sekitar 2 km, hotel mewah ini menawarkan kamar yang elegan dengan fasilitas seperti kolam renang, spa, restoran, dan bar.
  7. Serela Riau Hotel Bandung – Berjarak sekitar 1,5 km, hotel ini menawarkan kamar yang nyaman dengan fasilitas seperti kolam renang, restoran, dan bar.

Catatan: jarak yang diberikan di atas hanyalah perkiraan dan dapat berbeda tergantung pada lokasi dan rute yang ditempuh.

Cafe Dekat

Berikut beberapa rekomendasi cafe yang berada dekat dengan Gedung Sate:

  1. Two Hands Full – Jl. Sukajadi No. 199A, Bandung (sekitar 1,3 km)
  2. Miss Bee Providore – Jl. Rancabentang No. 11A, Bandung (sekitar 1,4 km)
  3. Holywings Cafe – Jl. Braga No. 64, Bandung (sekitar 2 km)
  4. Lumberjack – Jl. Progo No. 14, Bandung (sekitar 2,3 km)
  5. Batagor Kingsley – Jl. BKR No. 142, Bandung (sekitar 2,5 km)

Semua cafe tersebut bisa diakses dengan jalan kaki atau kendaraan pribadi. Namun, pastikan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku di daerah tersebut.

Kost Dekat

Berikut beberapa rekomendasi kos yang berada dekat dengan Gedung Sate:

  1. Kost Panghegar – Jl. Dalem Kaum No. 42, Bandung (sekitar 0,5 km)
  2. Kost Kembang – Jl. Kembang No. 37, Bandung (sekitar 0,8 km)
  3. Kost Alesha – Jl. Sumbawa No. 3, Bandung (sekitar 0,9 km)
  4. Kost Eka Jaya – Jl. Kebon Sirih No. 8, Bandung (sekitar 1,1 km)
  5. Kost Lotus – Jl. Taman Cibeunying Selatan No. 30, Bandung (sekitar 1,4 km)

Semua kos tersebut bisa diakses dengan jalan kaki atau kendaraan pribadi. Namun, pastikan untuk memperhatikan ketersediaan kos dan harga sewa yang sesuai dengan budget yang dimiliki sebelum memutuskan untuk memilih kos yang tepat.

Tiket Masuk

Gedung Sate adalah kantor pemerintah dan bukan destinasi wisata yang memerlukan tiket masuk. Oleh karena itu, pengunjung dapat mengunjungi tanpa harus membayar tiket masuk. Namun, jika Anda ingin melakukan tur atau kunjungan khusus ke dalam gedung, maka Anda perlu mendapatkan izin terlebih dahulu dari pihak yang berwenang. Anda bisa menghubungi Dinas Pariwisata atau Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk informasi lebih lanjut tentang kunjungan khusus.

Tempat Makan

Berikut beberapa rekomendasi tempat makan yang bisa Anda kunjungi di sekitar Gedung Sate, Bandung:

  1. Warung Nasi Ampera – Jl. RE Martadinata No. 220, Bandung (sekitar 1,2 km)
  2. Sate Pak Udin – Jl. Stasiun Timur No. 25, Bandung (sekitar 1,4 km)
  3. Sumber Hidangan – Jl. Cikapayang No. 41, Bandung (sekitar 1,6 km)
  4. Batagor Riri – Jl. Burangrang No. 41, Bandung (sekitar 1,8 kme)
  5. Warung Talaga – Jl. Talaga Bodas No. 12, Bandung (sekitar 2 km)

Semua tempat makan tersebut dapat diakses dengan jalan kaki atau kendaraan pribadi. Namun, pastikan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku di daerah tersebut. Selamat menikmati kuliner khas Bandung!

Spot Foto

Berikut beberapa spot foto menarik di sekitar Gedung Sate, Bandung:

  1. Gedung Sate – tentu saja, gedung pemerintahan yang indah ini menjadi spot foto favorit bagi banyak orang.
  2. Taman Lansia – taman yang terletak di dekat Gedung Sate ini memiliki pemandangan yang indah dan suasana yang tenang.
  3. Lapangan Gasibu – lapangan yang luas dan asri ini juga menjadi spot foto favorit bagi banyak orang, terutama pada pagi atau sore hari.
  4. Alun-alun Bandung – alun-alun yang terletak tidak jauh ini memiliki monumen yang indah dan juga lampu-lampu yang cantik saat malam hari.
  5. Jalan Braga – jika Anda ingin mengambil foto dengan latar belakang bangunan bergaya kolonial, Jalan Braga adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

Semua tempat tersebut mudah dijangkau dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Pastikan untuk mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat mengunjungi tempat-tempat tersebut. Selamat berfoto!

Wisata Sekitar

Berikut adalah beberapa tempat wisata menarik di sekitar Gedung Sate, Bandung:

  1. Kawasan Dago – Kawasan ini terkenal dengan pemandangan yang indah, terdapat banyak tempat wisata seperti Dago Dream Park, observatorium Bosscha, dan curug Dago.
  2. Tangkuban Perahu – Wisata alam yang terkenal dengan kawahnya yang besar dan bisa dijangkau dari Bandung dengan waktu sekitar 1,5 jam.
  3. Taman Hutan Raya Juanda – Tempat wisata alam ini terletak di Kota Bandung dan memiliki hutan yang asri dan menyegarkan.
  4. Kampung Gajah Wonderland – Tempat wisata yang cocok untuk keluarga dengan banyak wahana dan atraksi, terletak di kawasan Lembang, Bandung.
  5. Pasar Baru Bandung – Jika Anda ingin berbelanja, pasar tradisional ini terkenal dengan penjualannya yang murah dan terjangkau.

Semua tempat wisata tersebut dapat diakses dengan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Namun, pastikan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dan peraturan yang berlaku di daerah tersebut. Selamat menikmati liburan di Bandung!

Related posts