23 Review Menarik Alas Kedaton Bali Monkey Forest Objek Wisata Hutan Monyet

Alas Kedaton merupakan salah satu destinasi populer di Bali, Indonesia, yang sangat diminati oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Tempat ini menawarkan pengalaman unik di mana pengunjung dapat melihat kera ekor panjang jinak. Hutan ini dipenuhi ratusan monyet dan memberikan pengalaman wisata alam yang menarik serta petualangan yang tak terlupakan. Berbeda dengan kunjungan ke kebun binatang di mana hewan-hewan berada dalam kandang, di Alas Kedaton kera-kera tersebut berkeliaran bebas di area objek wisata. Pengunjung tidak perlu khawatir akan gangguan dari kera-kera tersebut, karena mereka tidak akan mengganggu para wisatawan.

Alas Kedaton Bali Monkey Forest
Alas Kedaton Bali Monkey Forest

Selain dapat menyaksikan kecerdasan dan keaktifan kera-kera jinak di habitat mereka, Anda juga akan menyadari bahwa pulau Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata, menawarkan lebih dari sekadar pemandangan alam pantai. Terdapat banyak tempat rekreasi selain pantai yang dapat menjadi tujuan wisata dengan keindahan alam yang menarik, termasuk panorama alam hutan monyet atau monkey forest seperti Alas Kedaton ini. Tempat ini menjadi salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi di pulau Bali.

Selain pepohonan yang lebat, pengunjung juga akan melihat banyak kera ekor panjang di sekitar hutan. Di dalam hutan tersebut, terdapat pura yang bernama Pura Alas Kedaton atau Pura Dalem Kahyangan. Alam liar seperti hutan ini merupakan destinasi wisata yang populer di Pulau Dewata, mirip dengan Monkey Forest Ubud. Lokasinya yang strategis juga membuat pengunjung mudah menemukan Alas Kedaton. Jadi, jika Anda berencana mengunjungi Bali, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan alam dan melihat kecerdasan kera-kera jinak.

Alamat Lengkap Akses Rute

Alamat lengkap dan akses ke Alas Kedaton adalah sebagai berikut:

Alamat: Alas Kedaton Monkey Forest Jl. Raya Alas Kedaton, Kukuh, Kec. Marga, Kabupaten Tabanan, Bali 82121

Akses: Alas Kedaton dapat diakses dengan berbagai sarana transportasi di Bali. Jika Anda berada di daerah sekitar Tabanan, Anda dapat menggunakan mobil pribadi atau taksi untuk mencapai lokasi tersebut.

Dari Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, perjalanan menuju Alas Kedaton membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam tergantung dari kondisi lalu lintas. Anda dapat menggunakan taksi atau sewa mobil untuk mencapai destinasi tersebut.

Jika Anda menginap di daerah Kuta, Seminyak, atau Ubud, Anda juga dapat menyewa sepeda motor atau menggunakan layanan ojek online untuk pergi ke Alas Kedaton. Pastikan untuk menggunakan aplikasi perjalanan yang terpercaya dan mengikuti petunjuk jalan.

Setelah tiba di Alas Kedaton, Anda akan menemukan area parkir yang tersedia. Dari area parkir, Anda dapat mengikuti jalur setapak yang ditandai menuju hutan monyet. Pastikan untuk mengikuti panduan dan petunjuk yang diberikan oleh petugas di sana.

Untuk memastikan kenyamanan perjalanan, disarankan untuk mempersiapkan diri dengan membawa air minum, perlengkapan anti nyamuk, dan perlindungan dari sinar matahari. Juga, ingatlah untuk menjaga kebersihan dan etika selama mengunjungi Alas Kedaton, termasuk tidak memberi makanan kepada kera-kera secara langsung.

Fasilitas

Alas Kedaton menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan pengunjung. Beberapa fasilitas yang tersedia di tempat ini antara lain:

  1. Pemandu Wisata: Anda dapat mendapatkan pemandu wisata yang siap menemani Anda selama berkeliling. Mereka akan memberikan penjelasan tentang kawasan wisata ini secara gratis. Pemandu wisata tersebut sering kali juga merupakan pemilik toko di area wisata.
  2. Area Parkir: Menyediakan area parkir yang memadai untuk kendaraan pengunjung. Anda dapat memarkir mobil atau sepeda motor dengan aman di area parkir yang tersedia.
  3. Toilet: Terdapat fasilitas toilet yang dapat digunakan oleh pengunjung. Toilet ini penting untuk menjaga kenyamanan selama berada.
  4. Toko Souvenir: Di area wisata ini terdapat toko souvenir yang menjual beragam oleh-oleh khas Bali. Anda dapat membeli souvenir sebagai bentuk apresiasi kepada pemandu wisata atau sebagai kenang-kenangan dari kunjungan Anda.
  5. Taman Bermain Anak: Untuk pengunjung yang membawa anak-anak, Juga menyediakan taman bermain anak. Tempat ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bermain dan menikmati waktu mereka di tengah keindahan alam.

Penting untuk diingat bahwa saat membeli souvenir atau oleh-oleh di toko-toko tersebut, pastikan untuk memilih toko yang terpercaya dan menawarkan produk berkualitas. Juga, bersedia memberikan dukungan kepada pemilik toko yang juga bertindak sebagai pemandu wisata adalah cara yang umum dilakukan oleh pengunjung sebagai rasa terima kasih atas pelayanan yang diberikan.

Nikmati fasilitas yang disediakan dan jangan lupa untuk menjaga kebersihan serta etika selama mengunjungi tempat tersebut.

Alas Kedaton buka dari pukul 09.00 sampai 17.00 WITA dan dapat Anda kunjungi setiap hari. Jam operasional tersebut dapat berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan untuk memeriksa jadwal operasional terbaru sebelum mengunjungi tempat wisata ini.

Jika Anda berencana bermalam di sekitar Alas Kedaton, Anda dapat memilih dari berbagai pilihan penginapan yang tersedia di sekitar tempat wisata tersebut. Di sekitar daerah Tabanan, Bali, terdapat berbagai hotel, villa, dan penginapan lainnya dengan beragam fasilitas dan kisaran harga. Anda dapat memilih penginapan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.

Sebelum melakukan perjalanan, disarankan untuk melakukan reservasi penginapan terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan dan mendapatkan harga terbaik. Melihat ulasan dan rekomendasi dari pengunjung sebelumnya juga dapat membantu Anda dalam memilih penginapan yang tepat.

Nikmati pengalaman menjelajahi Alas Kedaton dan menikmati keindahan alam serta kelincahan kera-kera jinak di sana. Semoga perjalanan Anda di Bali menjadi pengalaman yang menyenangkan!

Tiket Masuk

Harga tiket masuk Alas Kedaton adalah sebagai berikut:

  • Tiket Masuk Wisatawan Domestik: Rp 20.000
  • Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara: Rp 30.000

Perlu diketahui bahwa harga tiket tersebut mungkin dapat berubah sewaktu-waktu. Selain itu, biaya parkir dan pengeluaran lainnya seperti pembelian souvenir atau makanan tidak termasuk dalam harga tiket masuk. Pengunjung juga perlu membayar biaya parkir sesuai dengan jenis kendaraan yang digunakan, yaitu:

  • Parkir Roda Dua: Rp 2.000
  • Parkir Roda Empat: Rp 5.000
  • Parkir Roda Enam: Rp 10.000

Bagi Anda yang tertarik dengan wisata kuliner Bali, di sekitar area Alas Kedaton terdapat beberapa tempat makan yang bisa dikunjungi. Anda dapat menemukan berbagai menu makanan khas Bali yang halal dan modern untuk memuaskan rasa penasaran Anda terhadap cita rasa kuliner di Bali.

Pastikan untuk menyiapkan uang tunai dengan nominal yang cukup untuk membayar tiket masuk, biaya parkir, dan pengeluaran lainnya yang mungkin Anda butuhkan selama mengunjungi Alas Kedaton. Selamat menikmati pengalaman wisata dan kuliner di Alas Kedaton!

Sejarah

Pura Alas Kedaton dibangun pada masa pemerintahan Raja Sri Masula Masuli di Pulau Bali oleh Mpu Kuturan atau Mpu Rajakertha. Sejarah pura ini terungkap melalui sebuah prasasti yang ditemukan di desa Sading, Mengwi, Kabupaten Badung. Raja Sri Masula Masuli memulai pemerintahannya di Pulau Bali pada tahun Saka 1100 (1178 Masehi). Menurut prasasti tersebut, Raja Sri Masula Masuli memerintah selama 77 tahun, sehingga masa pemerintahannya berakhir pada tahun Saka 1177 atau 1255 Masehi.

Pura Alas Kedaton mempunyai arah hadap ke barat dan terdiri dari empat pintu gerbang yang berfungsi sebagai pintu masuk dan keluar. Salah satu ciri khas yang membedakan pura ini adalah adanya perbedaan tingkat antara halaman dalam/utama (Jeroan atau Utama Mandala) dan halaman tengah (Jaba atau Madya Mandala). Halaman dalam/utama pura ini berada pada posisi yang lebih rendah daripada halaman tengah, yang merupakan keunikan tersendiri. Biasanya, pura-pura lain di Bali memiliki halaman dalam/utama yang ditinggikan dari halaman tengah.

Dengan sejarah yang kaya dan arsitektur yang unik, Pura Alas Kedaton menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung yang ingin merasakan kekayaan budaya Bali. Pengunjung dapat menjelajahi pura ini sambil menikmati keindahan dan ketenangan lingkungan sekitar.

Mitos Legenda Misteri

Alas Kedaton juga memiliki beberapa mitos, legenda, dan misteri yang terkait dengan tempat tersebut. Salah satu mitos yang terkenal adalah keberadaan monyet suci yang diyakini memiliki kekuatan mistis dan merupakan penjaga hutan tersebut. Monyet-monyet ini dianggap sebagai perwujudan dari roh nenek moyang yang melindungi tempat suci tersebut.

Selain itu, terdapat legenda tentang asal-usul nama Alas Kedaton. Konon, dahulu kala terdapat seorang ksatria yang jatuh cinta pada seorang putri cantik. Namun, cinta mereka tidak bisa bersatu karena kelas sosial yang berbeda. Karena keputusasaan, sang ksatria kemudian bermeditasi di tengah hutan yang kini menjadi Alas Kedaton. Legenda ini menggambarkan perasaan cinta yang kuat dan tragedi yang terjadi di tempat tersebut.

Terdapat pula misteri seputar Pura Alas Kedaton. Beberapa pengunjung melaporkan adanya pengalaman supernatural atau kejadian aneh ketika mengunjungi pura ini. Cerita-cerita tentang suara-suara misterius, penampakan sosok-sosok gaib, atau perasaan adanya energi yang kuat sering kali menjadi topik pembicaraan di sekitar tempat ini. Namun, misteri-misteri tersebut masih menjadi subyek spekulasi dan kepercayaan individu.

See also  Jatiluwih Rice Terraces Wisata Alam Persawahan Background Pegunungan

Mitos, legenda, dan misteri di sekitar Alas Kedaton menambah daya tarik dan aura magis tempat tersebut. Bagi sebagian orang, pengalaman mistis dan cerita-cerita yang berkembang menjadi bagian dari pesona dan keunikan tempat wisata ini.

Larangan Dan Aturan

Ketika mengunjungi Alas Kedaton, terdapat beberapa larangan dan aturan yang perlu diikuti untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung. Berikut adalah beberapa larangan dan aturan umum yang berlaku:

  1. Larangan memberi makanan secara langsung kepada monyet: Untuk menjaga keamanan dan kesehatan monyet, pengunjung dilarang memberi makanan secara langsung kepada monyet yang ada. Interaksi dengan monyet sebaiknya tetap dijaga dengan jarak yang aman.
  2. Tidak merusak atau mengganggu lingkungan: Pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan dan tidak merusak atau mengganggu lingkungan di sekitar Alas Kedaton. Sampah sebaiknya dibuang pada tempatnya.
  3. Menghormati upacara dan kegiatan keagamaan: Merupakan tempat suci yang sering digunakan untuk upacara dan kegiatan keagamaan. Pengunjung diharapkan untuk menghormati dan tidak mengganggu prosesi keagamaan yang sedang berlangsung.
  4. Menghormati budaya dan adat istiadat Bali: Bali memiliki budaya dan adat istiadat yang kaya. Pengunjung diharapkan untuk menghormati dan mematuhi norma-norma budaya setempat, seperti berpakaian sopan saat mengunjungi pura dan tempat suci.
  5. Mengikuti petunjuk dan aturan petugas: Pengunjung diharapkan untuk mengikuti petunjuk dan aturan yang diberikan oleh petugas. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kelancaran kunjungan.

Penting untuk diingat bahwa aturan dan larangan ini dapat berubah sewaktu-waktu, oleh karena itu, disarankan untuk selalu memperoleh informasi terbaru dari petugas atau pihak terkait sebelum mengunjungi Alas Kedaton.

Aktivitas

Alas Kedaton di Bali memang merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik dan tidak kalah dengan Monkey Forest di Ubud. Terletak dalam hutan lindung dengan luas sekitar 12 hektar, dan keunikan utamanya adalah keberadaan sekitar 2.000 ekor kera yang menghuni area tersebut.

Mengunjungi Alas Kedaton akan memberikan pengalaman yang menarik dan mengasyikkan bagi para pengunjung. Anda dapat melihat kera-kera tersebut beraktivitas di habitat alaminya, seperti bermain, berinteraksi, dan mencari makan. Jumlah yang banyak dan keberadaan mereka yang jinak membuat pengunjung dapat berdekatan dengan kera-kera tersebut dengan aman.

Selain itu, Alas Kedaton juga menawarkan pemandangan alam yang indah dengan pepohonan yang rindang dan suasana yang tenang. Anda dapat menjelajahi hutan ini sambil menikmati keindahan alam sekitarnya.

Namun, penting untuk tetap mengikuti aturan dan petunjuk yang ada di Alas Kedaton untuk menjaga keamanan diri sendiri dan kesejahteraan kera-kera tersebut. Jangan memberi makanan secara langsung kepada mereka dan jaga jarak yang aman saat berinteraksi dengan kera-kera.

Alas Kedaton adalah destinasi yang ideal bagi para pecinta alam dan penggemar satwa liar. Dengan keunikan dan keindahannya, tempat ini layak untuk dikunjungi saat berlibur di Bali.

Berkunjung ke Hutan Monyet

Ketika berkunjung ke Hutan Monyet Alas Kedaton, Anda akan menemukan suasana yang hijau dan asri. Pepohonan yang menjulang di sepanjang jalan memberikan ciri khas utama tempat ini. Sinar matahari hanya bisa sedikit menyinari hutan ini karena pepohonan yang rimbun.

Hutan ini merupakan rumah bagi ratusan ekor kera, mirip dengan Wanagiri Hidden Hill. Mereka terlihat sudah terbiasa dengan kehadiran para pengunjung. Beberapa mungkin masih malu-malu dan mengintip dari balik dedaunan, namun sebagian besar dari mereka bersikap jinak dan tidak agresif.

Ketika Anda memasuki area ini, kera-kera akan menyambut dengan berbagai tingkah laku mereka. Ada yang berlari, menggoda, menjaga anak-anak mereka, dan ada pula yang diam-diam memperhatikan pengunjung.

Kera-kera di sini memiliki penciuman yang tajam. Mereka dapat mencium makanan yang terselip di tas atau kantong pakaian Anda. Makanan tersebut akan menarik perhatian mereka.

Sebenarnya, kera-kera ini tidak akan menggigit atau membahayakan pengunjung. Namun, sebaiknya Anda tidak membawa makanan yang terlihat atau tercium oleh mereka, kecuali jika Anda berniat memberikannya kepada mereka.

Selain itu, barang-barang seperti kacamata, dompet, dan handphone sebaiknya Anda jaga dengan baik. Meskipun kera-kera ini terlihat jinak, mereka tetap suka bermain-main dan memiliki rasa ingin tahu.

Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Anda dapat melapor kepada pemandu lokal yang ada di area rekreasi. Tetap berhati-hati dan patuhi aturan yang berlaku di sekitar tempat ini untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan Anda selama berada di sana.

Mengunjungi Pura Dalem Kahyangan

Pura Dalem Kahyangan merupakan salah satu daya tarik utama di Alas Kedaton. Pura ini konon telah berdiri sejak tahun 1364 Masehi, memberikan sentuhan sejarah yang kaya di tempat ini.

Pura ini memiliki perbedaan dengan pura-pura lainnya di Bali. Arsitektur pura ini didominasi oleh susunan batu dan minim ukiran seperti yang biasa ditemui di Pura Uluwatu.

Banyak yang menganggap bahwa pura ini memiliki sejarah yang sangat tua, bahkan diperkirakan ada sejak zaman megalitikum. Nuansa megalitikum juga terasa dalam arsitektur pura ini, terutama dengan adanya menhir sebagai tempat pemujaan pada masa itu.

Salah satu keunikan pura ini adalah memiliki pintu di setiap sisinya. Pintu utama terletak di bagian Barat. Selain itu, halaman tengah pura ini memiliki tinggi yang lebih rendah dibandingkan dengan pura lainnya.

Perlu diketahui bahwa pura ini tidak menggunakan penjor, dan upacara persembahyangan harus selesai sebelum matahari terbenam. Selama upacara berlangsung, ada tradisi khas yang disebut Ngerebeg, di mana peserta berlari sambil membawa tombak, tedung, dan ranting-ranting pohon sambil bersorak-sorai.

Menyaksikan Tradisi Piodalan

Salah satu pengalaman unik yang dapat Anda saksikan di Alas Kedaton adalah tradisi Piodalan. Tradisi ini dilaksanakan oleh warga setempat pada hari Selasa atau 20 hari setelah Hari Raya Galungan. Upacara ini berlangsung dari siang hari hingga sebelum matahari terbenam.

Hal yang menarik adalah tradisi ini berbeda dengan upacara pada umumnya yang menggunakan sarana dupa atau kwangen. Warga hanya membawa Gebogan, yaitu susunan buah dan sesaji. Buah-buahan tersebut kemudian dibawa menuju Dulang yang tingginya mencapai 1 meter sebagai seserahan.

Biasanya, tugas membawa gebogan dilakukan oleh para ibu-ibu. Mereka akan melakukan tradisi iring-iringan atau mapeed, lengkap dengan mengenakan pakaian khas Bali. Mereka akan berjalan menuju Pura Dalem Kahyangan dengan membawa gebogan.

Setelah upacara selesai, buah-buahan dari gebogan tersebut menjadi makanan bagi kera-kera yang ada di Alas Kedaton. Pengunjung dapat melihat kera-kera tersebut menikmati santapan tersebut setelah tradisi selesai dilaksanakan. Hal ini menambah kesan unik dan menarik dari kunjungan ke tempat ini.

Pura Kedaton memang memiliki kepercayaan dan kekuatan magis yang diyakini oleh masyarakat setempat. Pura ini dipercaya memiliki peran penting dalam melindungi seluruh area hutan dan penduduk sekitarnya. Sebagai tempat ibadah umat Hindu, Pura Kedaton juga melangsungkan upacara Piodalan secara teratur.

Upacara Piodalan di Pura Kedaton biasanya dilaksanakan setiap hari Selasa (Anggara Kasih) atau dua puluh hari setelah Hari Raya Galungan. Upacara ini dimulai pada siang hari dan harus selesai sebelum matahari terbenam. Prosesi upacara tersebut dikenal sebagai Ngerebeg.

Yang menarik adalah dalam Ngerebeg, Pura Kedaton tidak menggunakan sarana dupa atau kwangen seperti tradisi pada umumnya. Hal ini menjadi ciri khas tersendiri dari upacara di pura ini. Meskipun tidak menggunakan dupa atau kwangen, tetapi upacara tersebut tetap dijalankan dengan penuh kekhidmatan dan mengikuti prosesi tradisional yang telah ada sejak lama.

Upacara Piodalan dan Ngerebeg di Pura Kedaton merupakan momen penting bagi masyarakat Hindu setempat. Mereka berpartisipasi dalam upacara ini dengan penuh kepercayaan dan pengabdian sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan dewa yang dipuja di pura ini.

Jadi, ketika Anda mengunjungi Pura Kedaton, Anda dapat menyaksikan dan menghormati tradisi dan upacara yang berlangsung di tempat suci ini, serta mengapresiasi kebudayaan dan kepercayaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Keunikan Daya Tarik

Alas Kedaton salah satu objek wisata hutan monyet di Bali
Alas Kedaton salah satu objek wisata hutan monyet di Bali

Alas Kedaton tidak hanya menjadi tempat wisata alam yang indah, tetapi juga menawarkan pengalaman yang menarik bagi pengunjung, terutama bagi keluarga dan anak-anak. Melihat ratusan kera ekor panjang jinak di hutan monyet Alas Kedaton dapat menjadi pengalaman edukatif bagi anak-anak untuk belajar tentang keanekaragaman hayati dan kehidupan satwa liar.

Selain itu, melalui kunjungan ini, anak-anak dapat memperluas pengetahuan mereka tentang Bali dan budaya setempat. Mereka bisa melihat keunikan hutan monyet sebagai bagian dari warisan alam dan budaya Bali yang perlu dilestarikan.

Selama mengunjungi Alas Kedaton, penting untuk menjaga keamanan dan kenyamanan anak-anak. Pastikan untuk selalu mengawasi mereka dan mengikuti aturan yang berlaku, seperti tidak memberi makanan secara langsung kepada kera dan menjaga jarak yang aman. Dengan pengawasan yang baik dan pengenalan yang bijaksana terhadap alam dan budaya, kunjungan ke Alas Kedaton dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi seluruh keluarga.

Arsitektur unik

Selain hutan monyet yang menarik, Alas Kedaton juga memiliki arsitektur yang unik dan cantik. Begitu memasuki gerbang, pengunjung akan disambut oleh ratusan kera yang lucu. Meskipun jumlahnya banyak, pengunjung tidak perlu khawatir karena kera-kera di sini sudah terbiasa dengan keberadaan wisatawan.

Kera-kera tersebut cenderung jinak dan tidak menyerang, selama pengunjung tidak melakukan tindakan yang kasar atau mengganggu mereka. Oleh karena itu, kemungkinan untuk mengalami insiden diserang oleh kera sangat kecil.

Selama berada di Alas Kedaton, pengunjung dapat menikmati keindahan arsitektur yang ada di tempat ini. Hal ini termasuk pura dengan arsitektur batu yang khas dan berbeda dengan pura-pura lain di Bali. Pura Dalem Kahyangan yang berdiri sejak tahun 1364 Masehi memiliki arsitektur yang sederhana dengan susunan batu yang mencerminkan nuansa megalitikum.

See also  27 Pesona Pura Ulun Danu Batur, Pura Suci Latar Gunung Batur

Selain itu, perhatikan juga keunikan pintu-pintu yang ada di pura ini. Pura Dalem Kahyangan memiliki pintu di setiap sisinya, dan pintu utama berada di bagian baratnya. Halaman tengah pura ini juga memiliki posisi yang lebih rendah dibandingkan dengan halaman dalam/utama pura pada umumnya.

Dengan mengamati arsitektur yang cantik dan khas Alas Kedaton, pengunjung dapat merasakan keunikan dan pesona tempat ini. Selain itu, tetaplah menghormati lingkungan dan aturan yang berlaku, serta menjaga sikap sopan saat berinteraksi dengan kera-kera yang ada di sana.

Kera Jinak

Di Alas Kedaton, pengunjung memiliki kesempatan untuk berpose dengan kera-kera jinak yang berada di hutan tersebut. Meskipun kera-kera ini terlihat lucu dan ramah, tetaplah berhati-hati saat berinteraksi dengan mereka.

Sebelum berpose dengan kera, pastikan untuk mengikuti aturan yang berlaku dan petunjuk dari pemandu wisata yang ada di Alas Kedaton. Berikut beberapa tips saat berpose dengan kera jinak:

  1. Jaga jarak: Tetap menjaga jarak aman antara diri Anda dan kera-kera. Hindari mengganggu mereka atau mencoba untuk memegang atau memaksakan kontak fisik dengan mereka.
  2. Jangan memperlihatkan makanan: Pastikan Anda tidak membawa makanan yang terlihat atau tercium oleh kera-kera. Ini dapat mencegah mereka tertarik atau berusaha merebut makanan dari Anda.
  3. Bersikap tenang: Saat berpose dengan kera, tetaplah tenang dan tidak membuat gerakan tiba-tiba yang dapat membuat mereka terkejut atau merasa terancam.
  4. Ikuti petunjuk pemandu wisata: Jika ada petunjuk atau instruksi dari pemandu wisata, pastikan untuk mengikutinya dengan seksama. Mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat membantu menjaga keselamatan pengunjung.
  5. Jangan menunjukkan pernak-pernik berharga: Hindari memperlihatkan pernak-pernik berharga seperti kacamata, perhiasan, atau gadget yang dapat menarik perhatian kera-kera. Simpan barang berharga Anda dengan aman.

Selalu ingat untuk menghormati lingkungan dan hewan-hewan yang ada di Alas Kedaton. Nikmati pengalaman berpose dengan kera jinak dengan bertanggung jawab dan menjaga keamanan diri sendiri serta hewan-hewan yang ada di sekitar.

Patung raksasa berwujud kera

Di dalam Pura Alas Kedaton, terdapat beberapa patung yang memiliki makna dan ciri khas tersendiri. Beberapa patung yang dapat ditemukan di pura ini adalah:

  1. Patung Durga Mahisasura Mardhani: Patung ini menggambarkan Dewi Durga yang merupakan perwujudan dari kekuatan dan keberanian dalam melawan kejahatan. Durga digambarkan dengan 8 tangan dan berdiri di atas seekor lembu. Patung ini melambangkan kemenangan Durga dalam mengalahkan Mahisasura, sosok setan jahat.
  2. Patung Ganesha: Ganesha adalah dewa dengan tubuh manusia berkepala gajah. Patung Ganesha yang ada di Pura Alas Kedaton menggambarkan Ganesha yang duduk di atas bunga padma dengan dua naga melingkari. Ganesha merupakan dewa pelindung dan penghapus hambatan dalam agama Hindu.

Selain itu, jika Anda melihat tembok pelinggih utama yang bertingkat lima, Anda akan menemukan dua buah ceruk dengan batu di dalamnya. Di ceruk sebelah kanan terdapat patung arca laki-laki, sedangkan di ceruk sebelah kiri terdapat patung arca perempuan. Patung-patung ini mencerminkan budaya Hindu pada masa Megalitikum yang kuat terasa, menunjukkan warisan sejarah dan kepercayaan yang ada di tempat ini.

Dengan adanya patung-patung ini, Pura Alas Kedaton tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi tempat untuk memahami dan mengapresiasi warisan budaya serta keberagaman kepercayaan yang ada di Bali.

Spot Selfie

Di Alas Kedaton terdapat beberapa spot yang cocok untuk berfoto selfie. Beberapa spot yang bisa kamu jadikan pilihan adalah:

  1. Di depan pintu gerbang: Ambil foto di depan pintu gerbang dengan latar belakang pepohonan hijau yang rimbun sebagai gambaran awal petualanganmu.
  2. Di tengah-tengah hutan: Cari spot yang indah di tengah-tengah hutan Alas Kedaton dan ambil foto dengan latar belakang pohon-pohon yang tinggi dan lebat. Pastikan untuk menjaga keamanan barang-barangmu dan tidak mengganggu hewan-hewan di sekitar.
  3. Di sekitar pura: Ambil foto di depan Pura Dalem Kahyangan dengan latar belakang bangunan batu yang khas. Manfaatkan arsitektur unik dan menhir sebagai latar belakang foto kamu.
  4. Bersama kera: Jika ingin berfoto dengan kera, carilah momen yang tepat saat kera berada di dekatmu. Tetaplah berhati-hati dan ikuti petunjuk guide lokal untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama kera.
  5. Dengan hewan lain: Memiliki hewan lain seperti ular dan kalong. Jika tertarik, kamu dapat mengambil foto bersama hewan-hewan tersebut dengan pengawasan dan bimbingan petugas yang ada.

Pastikan untuk tetap menghormati lingkungan dan kehidupan hewan di sekitar saat mengambil foto. Jaga keamananmu dan ikuti petunjuk yang ada agar pengalaman selfie di Alas Kedaton menjadi menyenangkan dan berkesan.

Penginapan

Di sekitar Alas Kedaton, terdapat beberapa pilihan penginapan yang dapat kamu pertimbangkan untuk menginap selama berwisata di daerah tersebut. Beberapa pilihan penginapan yang dapat kamu coba adalah:

  1. Villa atau Resort: Di sekitar Alas Kedaton, terdapat beberapa villa atau resort yang menawarkan akomodasi yang nyaman dan fasilitas lengkap. Kamu dapat menikmati suasana alam yang tenang dan hijau di sekitar penginapan ini.
  2. Hotel: Terdapat beberapa hotel dengan berbagai kelas dan fasilitas di dekat Alas Kedaton. Kamu dapat memilih hotel yang sesuai dengan budget dan preferensimu. Pastikan untuk melihat ulasan dan fasilitas yang disediakan sebelum memesan.
  3. Homestay: Jika kamu ingin merasakan pengalaman menginap di rumah penduduk setempat, kamu dapat mencari homestay di sekitar Alas Kedaton. Homestay umumnya menawarkan pengalaman yang lebih personal dan akrab dengan penduduk setempat.
  4. Guesthouse atau Losmen: Pilihan lain adalah menginap di guesthouse atau losmen yang biasanya menyediakan akomodasi dengan harga yang lebih terjangkau. Meskipun sederhana, fasilitas yang disediakan tetap nyaman untuk menginap.

Pastikan untuk memesan penginapan sesuai dengan kebutuhan dan preferensimu. Periksa juga lokasinya agar mudah untuk mengakses Alas Kedaton dan objek wisata lainnya di sekitarnya. Selalu melakukan penelitian dan reservasi terlebih dahulu sebelum pergi untuk memastikan ketersediaan dan kenyamanan penginapanmu.

Hotel Dekat

Berikut adalah beberapa pilihan penginapan di sekitar Alas Kedaton, Gianyar, dan Badung:

  1. Ubud Raya Shala, Gianyar: Hotel bintang 3 dengan harga mulai dari IDR 357.500 per kamar per malam.
  2. Ijo Eco Lodge Hotel, Badung: Hotel dengan rating 3.6 yang terletak di Mengwi, Badung dengan harga yang terjangkau.
  3. FuramaXclusive Resort & Villas Ubud, Gianyar: Resort dengan vila pribadi mewah dengan harga mulai dari IDR 946.242 per kamar per malam.
  4. Kayumanis Ubud Private Villa and Spa, Gianyar: Villa pribadi dengan fasilitas spa yang terletak di Ubud, Gianyar dengan harga mulai dari IDR 4.369.624 per kamar per malam.
  5. Coconut Galaxy Villas Bali, Badung: Akomodasi di Badung dengan rating 4.1 dan harga mulai dari IDR 1.280.966 per kamar per malam.
  6. Ulaman Eco Luxury Resort, Tabanan: Resort mewah dengan rating 4.6 yang berjarak sekitar 7,1 km dari Tanah Lot, dengan harga mulai dari IDR 3.613.750 per kamar per malam.
  7. Arya Villas Ubud, Gianyar: Villa dengan rating 4.6 yang terletak di Ubud, Gianyar dengan harga mulai dari IDR 1.147.500 per kamar per malam.
  8. Wana Shanti Villas, Badung: Villa dengan rating 4.4 di Mengwi, Badung dengan harga mulai dari IDR 501.158 per kamar per malam.
  9. The Apartments Ubud, Gianyar: Akomodasi bintang 4 di Ubud, Gianyar dengan rating 4.5 dan harga mulai dari IDR 891.000 per kamar per malam.
  10. Fivelements Bali Retreat, Badung: Retreat dengan rating 4.9 yang terletak di Abiansemal, Badung, dengan harga mulai dari IDR 3.402.000 per kamar per malam.
  11. BVR Holiday Rentals – Dewi Villa Canggu, Badung: Villa baru di Mengwi, Badung dengan fasilitas kamar tidur lengkap dan balkon.
  12. Amatara Arya Ubud, Gianyar: Villa dengan rating 4.4 yang terletak di Ubud, Gianyar, dengan harga mulai dari IDR 988.469 per kamar per malam.

Perhatikan bahwa harga dapat berubah tergantung pada musim dan ketersediaan. Pastikan untuk melakukan reservasi dan memeriksa ulasan serta fasilitas yang disediakan sebelum membuat keputusan akhir.

Kuliner Tempat Makan

Berikut adalah beberapa rekomendasi tempat makan di sekitar Alas Kedaton, Gianyar, dan Badung:

  1. Warung Makan Kedaton: Restoran lokal yang menyajikan masakan Indonesia dan Bali dengan suasana yang nyaman.
  2. Bale Udang Mang Engking: Restoran yang terkenal dengan hidangan udang segar dan menu makanan laut lainnya. Terletak di kawasan Kuta dan memiliki taman hijau yang indah.
  3. Bebek Tepi Sawah: Restoran dengan pemandangan sawah yang menawarkan hidangan bebek yang lezat dan beragam masakan Indonesia.
  4. Naughty Nuri’s Warung: Warung yang terkenal dengan hidangan BBQ dan pork ribs yang lezat. Mereka juga menyajikan masakan Indonesia lainnya.
  5. Babi Guling Ibu Oka: Warung makanan khas Bali yang terkenal dengan babi guling. Mereka juga menyajikan nasi campur dan hidangan daging babi lainnya.
  6. Mozaic Restaurant: Restoran fine dining yang menawarkan pengalaman kuliner mewah dengan menu degustasi yang kreatif dan cita rasa yang istimewa.
  7. Locavore: Restoran dengan konsep farm-to-table yang menggunakan bahan-bahan segar dan lokal untuk menciptakan hidangan kreatif dan lezat.
  8. Sari Organik: Restoran yang menawarkan hidangan organik dan sehat dengan pemandangan sawah yang indah di sekitarnya.
  9. Swept Away at The Samaya: Restoran yang terletak di tepi sungai dan menawarkan hidangan internasional dengan nuansa romantis.
  10. The Sayan House: Restoran dengan pemandangan lembah Sungai Ayung yang menyajikan hidangan fusion Jepang dan Amerika Latin.
See also  Review Menarik Tirta Gangga, Pesona Istana Air Suci Kerajaan Karangasem Bali

Pastikan untuk memeriksa jam buka, reservasi, dan ulasan pengunjung sebelum mengunjungi tempat makan ini.

Pantai Dekat


Berikut adalah beberapa pantai yang terletak dekat dengan Alas Kedaton, Gianyar, dan Badung:

  1. Pantai Kuta: Pantai yang terkenal di Bali dan merupakan salah satu tujuan wisata paling populer. Terletak di sebelah barat Alas Kedaton.
  2. Pantai Seminyak: Pantai yang terletak di sebelah utara Kuta dan terkenal dengan restoran, bar, dan tempat hiburan malamnya.
  3. Pantai Batu Bolong: Pantai kecil yang terletak di dekat Canggu dan terkenal dengan ombaknya yang cocok untuk berselancar.
  4. Pantai Echo Beach: Pantai yang terletak di Canggu dengan ombak yang baik untuk berselancar dan pemandangan matahari terbenam yang indah.
  5. Pantai Sanur: Pantai yang tenang dan indah di sebelah timur Denpasar, terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya.
  6. Pantai Nusa Dua: Pantai yang terletak di kawasan resor Nusa Dua dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih.
  7. Pantai Pandawa: Pantai yang tersembunyi di Bukit, Jimbaran, dengan pasir putih dan tebing-tebing kapur yang indah.
  8. Pantai Balangan: Pantai yang terletak di daerah Uluwatu, terkenal dengan ombak yang cocok untuk berselancar dan pemandangan pantai yang spektakuler.

Pastikan untuk memeriksa kondisi ombak, keamanan, dan fasilitas di pantai sebelum mengunjunginya. Selalu berhati-hati saat berenang dan mengikuti peringatan yang diberikan oleh penjaga pantai.

Wisata Sekitar

Berikut adalah beberapa tempat wisata menarik yang terletak dekat dengan Alas Kedaton, Gianyar, dan Badung di Bali:

  1. Taman Ayun Temple: Pura Taman Ayun terletak di Mengwi, Badung, dan merupakan salah satu pura penting dan indah di Bali. Pura ini dikenal dengan arsitektur tradisional Bali yang megah dan taman yang luas.
  2. Ubud Monkey Forest: Terletak di Ubud, Monkey Forest adalah kawasan hutan kera yang terkenal di Bali. Anda dapat menjelajahi hutan, melihat kera-kera yang berinteraksi, dan mengunjungi Pura Mandala Wisata Wenara Wana yang berada di dalam kompleks hutan.
  3. Tegalalang Rice Terrace: Terletak di sebelah utara Ubud, Tegalalang Rice Terrace menawarkan pemandangan persawahan terasering yang indah. Anda dapat berjalan-jalan di sekitar persawahan, mengambil foto yang indah, dan menikmati keindahan alam.
  4. Goa Gajah: Goa Gajah, atau yang dikenal sebagai “Gua Gajah,” adalah situs arkeologi yang terletak di Bedulu, Gianyar. Situs ini memiliki goa dan relief batu yang menarik, serta patung Ganesha yang terkenal.
  5. Tirta Empul Temple: Terletak di Tampaksiring, Gianyar, Pura Tirta Empul adalah salah satu pura suci dan terkenal di Bali. Pura ini memiliki kolam suci yang dianggap memiliki kekuatan penyucian dan digunakan untuk upacara pembersihan spiritual.
  6. Pantai Sanur: Terletak di sebelah timur Denpasar, Pantai Sanur adalah tempat wisata yang populer dengan pasir putih yang lembut dan air laut yang tenang. Pantai ini juga terkenal dengan pemandangan matahari terbit yang indah.
  7. Pantai Nusa Dua: Terletak di kawasan resor Nusa Dua, Pantai Nusa Dua menawarkan pantai berpasir putih yang luas, air laut yang jernih, dan banyak kegiatan air seperti snorkeling dan selam.
  8. Pantai Jimbaran: Pantai Jimbaran terkenal dengan hamparan pasir putih yang luas dan restoran-restoran tepi pantai yang menyajikan hidangan laut segar. Anda dapat menikmati makanan lezat sambil menikmati pemandangan matahari terbenam yang memukau.

Pastikan untuk memeriksa jam operasional, harga tiket, dan informasi terkait lainnya sebelum mengunjungi tempat-tempat wisata ini. Selamat menikmati perjalanan di Bali!

Tips

Tindakan yang bijaksana untuk mengikuti tips-tips tersebut saat mengunjungi Alas Kedaton. Berikut adalah beberapa tips tambahan untuk memastikan kunjunganmu berjalan lancar dan menyenangkan:

  • Jaga kebersihan dan kelestarian alam: Selalu jaga kebersihan tempat wisata ini dengan tidak membuang sampah sembarangan. Hindari merusak atau mencabut tanaman di sekitar area hutan untuk menjaga kelestarian alamnya.
  • Hormati aturan dan adat istiadat: Patuhi aturan yang berlaku, terutama saat berada di dalam pura. Hormati ritual dan kegiatan keagamaan yang sedang berlangsung, dan hindari gangguan yang tidak perlu.
  • Jaga sopan santun dan ketenangan: Tetaplah tenang dan santun saat berada di sekitar kera atau hewan-hewan lainnya. Hindari melakukan tindakan yang bisa memicu perilaku agresif dari hewan-hewan tersebut.
  • Hindari memberi makanan yang tidak sehat: Jika ingin memberi makanan kepada kera atau hewan lainnya, pastikan makanan yang diberikan aman dan sehat untuk mereka. Hindari memberi makanan manusia seperti junk food, karena itu bisa berdampak buruk pada kesehatan hewan-hewan tersebut.
  • Gunakan pakaian sopan: Saat mengunjungi pura, kenakan pakaian yang sopan dan menghormati tradisi dan kepercayaan setempat. Hindari pakaian yang terlalu terbuka atau provokatif.
  • Patuhi instruksi guide lokal: Jika menggunakan jasa guide, patuhi instruksi dan arahan yang diberikan oleh mereka. Mereka akan memberikan informasi penting serta menjaga keamanan dan kenyamanan selama kunjunganmu.

Dengan mengikuti tips-tips ini, kamu dapat menikmati kunjunganmu ke Alas Kedaton dengan aman, nyaman, dan menghormati lingkungan serta kebudayaan setempat.

FAQ

Q: Apa yang membuat Alas Kedaton menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi?
A: Menarik untuk dikunjungi karena kombinasi antara keindahan alam, keberadaan hutan monyet, dan keunikan Pura Dalem Kahyangan. Pengunjung dapat menikmati suasana hutan yang hijau dan asri, berinteraksi dengan kera-kera jinak, serta menjelajahi arsitektur pura yang kental dengan nuansa megalitikum.

Q: Apakah Alas Kedaton cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak?
A: Ya, Cocok untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak. Mereka dapat menikmati pemandangan alam yang indah, berinteraksi dengan kera-kera jinak, dan mengenal budaya Bali melalui Pura Dalem Kahyangan. Namun, tetap perlu mengawasi anak-anak agar tetap aman dan tidak memberi makanan yang tidak sesuai.

Q: Apa yang harus diperhatikan saat berinteraksi dengan kera?
A: Meskipun kera-kera di Alas Kedaton sudah jinak, tetap diperlukan kehati-hatian saat berinteraksi dengan mereka. Jangan memprovokasi atau bertindak kasar terhadap kera, dan hindari membawa makanan yang terlihat atau tercium oleh mereka kecuali jika ingin memberikannya. Pernak-pernik berharga seperti kacamata dan perhiasan sebaiknya diamankan dengan baik.

Q: Apakah ada aturan khusus yang perlu diikuti saat mengunjungi Alas Kedaton?
A: Saat mengunjungi Alas Kedaton, penting untuk mengikuti aturan yang berlaku di tempat tersebut. Perhatikan petunjuk dari guide lokal dan patuhi larangan yang ada. Hindari merusak atau mencemarkan lingkungan, dan jaga kebersihan selama berada di sana. Selain itu, saat mengikuti upacara Piodalan, tetap menghormati prosesi tersebut dan menghormati kepercayaan agama yang ada.

Q: Apakah terdapat spot selfie yang menarik?
A: Di Alas Kedaton, terdapat berbagai spot yang cocok untuk berfoto selfie. Anda dapat mengambil foto di antara pepohonan yang rimbun, dengan kera-kera jinak sebagai latar belakang, atau di dekat bangunan pura yang unik. Namun, tetap perhatikan keselamatan dan jangan mengganggu lingkungan atau hewan di sekitar.

Q.Apakah merupakan tempat yang aman untuk dikunjungi?
A.Alas Kedaton termasuk tempat yang aman untuk dikunjungi. Meskipun ada kehadiran kera di area hutan, mereka umumnya sudah terbiasa dengan keberadaan pengunjung dan cenderung jinak. Namun, tetaplah berhati-hati dan patuhi aturan yang berlaku, terutama dalam menjaga barang berharga dan tidak mengganggu atau memberi makanan yang tidak diperbolehkan kepada kera.

Q.Apakah ada panduan atau guide yang dapat diikuti?
A.Ya, ada panduan atau guide yang dapat diikuti ketika mengunjungi Alas Kedaton. Guide lokal biasanya tersedia di tempat wisata tersebut dan mereka akan membantu menjelaskan sejarah dan pentingnya bagian-bagian pura. Selain itu, mereka juga akan memberikan informasi tentang larangan dan aturan yang harus diikuti selama berada di kawasan pura.

Q.Apakah ada makanan khusus untuk memberi makan kepada kera?
A.Di Alas Kedaton, terdapat penjual makanan khusus untuk memberi makan kepada kera, seperti kacang atau pisang. Kamu dapat membeli makanan ini di lokasi wisata untuk memberi mereka makan. Ini tidak hanya dapat mendukung perekonomian warga setempat, tetapi juga memberikan pengalaman berinteraksi dengan kera dan peluang untuk berfoto bersama mereka.

Q.Apakah ada kesempatan untuk berfoto dengan hewan lain?
A.Selain berfoto dengan kera, di Alas Kedaton juga terdapat kesempatan untuk berfoto dengan hewan lain, seperti ular atau kalong (kelelawar). Namun, untuk kegiatan ini, biasanya dikenakan biaya tambahan. Jika kamu tertarik, kamu dapat mengikuti petunjuk dari guide lokal untuk pengaturan foto dengan hewan-hewan tersebut.

Q.Apakah ada barang-barang yang sebaiknya tidak digunakan atau dibawa saat mengunjungi Alas Kedaton?
A.Disarankan untuk tidak memakan perhiasan atau kacamata saat mengunjungi Alas Kedaton. Meskipun kera di sana umumnya jinak, tetapi ada kemungkinan mereka tertarik dengan benda-benda berkilauan atau yang dapat mereka ambil. Juga, hindari memakai topi yang bisa menarik perhatian kera. Selalu jaga barang pribadi seperti dompet dan handphone dengan baik agar tidak hilang atau dirusak oleh hewan-hewan di sekitar.

Review Video

Follow Tiketmasuk.com Info Wisata Terbaru di Google News

Review 23 Review Menarik Alas Kedaton Bali Monkey Forest Objek Wisata Hutan Monyet.

Your email address will not be published. Required fields are marked *