Review Menarik Candi Cangkuang, Wisata Sejarah Di Garut

Candi Cangkuang Simbol Sejarah Toleransi Agama di Garut
Candi Cangkuang Simbol Sejarah Toleransi Agama di Garut

Candi Cangkuang adalah sebuah candi Hindu yang terletak di Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Candi ini merupakan candi Hindu pertama yang ditemukan di Tatar Sunda dan satu-satunya candi Hindu di wilayah tersebut. Di sebelah candi ini terdapat makam Embah Dalem Arief Muhammad, seorang tokoh agama Islam yang dianggap sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang.

Candi Cangkuang Simbol Sejarah Toleransi Agama di Garut
Candi Cangkuang Simbol Sejarah Toleransi Agama di Garut

Candi Cangkuang saat ini dapat dilihat setelah direnovasi pada tahun 1978. Bangunan candi berdiri di lahan persegi empat dengan ukuran 4,7 x 4,7 meter dan tinggi 30 cm. Bagian dasar bangunan candi memiliki ukuran 4,5 x 4,5 meter dengan tinggi 1,37 meter dan terdiri dari pelipit padma, pelipit kumuda, dan pelipit pasagi. Di sisi timur, terdapat tangga naik dengan panjang 1,5 meter dan lebar 1,26 meter.

Bangunan candi memiliki bentuk persegi empat dengan ukuran 4,22 x 4,22 meter dan tinggi 2,49 meter. Terdapat pintu masuk di sisi utara dengan ukuran 1,56 meter (tinggi) x 0,6 meter (lebar). Puncak candi terdiri dari dua tingkat: tingkat pertama berbentuk persegi empat dengan ukuran 3,8 x 3,8 meter dan tinggi 1,56 meter, sedangkan tingkat kedua berukuran 2,74 x 2,74 meter dengan tinggi 1,1 meter. Di dalam candi terdapat ruangan berukuran 2,18 x 2,24 meter dan tinggi 2,55 meter. Pada dasar candi terdapat cekungan dengan ukuran 0,4 x 0,4 meter dan kedalaman 7 meter.

Selain bangunan candi, juga ditemukan arca di antara sisa-sisa candi. Arca ini berasal dari abad ke-19 dan ditemukan dalam posisi duduk bersila di atas padmasana ganda. Salah satu kaki menyilang datar dengan alas menghadap ke dalam paha kanan, sementara kaki yang lain menghadap ke bawah dengan alas lapik. Di depan kaki yang menyilang terdapat kepala sapi (nandi) yang telinganya menghadap ke depan. Arca ini dianggap sebagai arca Siwa oleh para ahli karena adanya kepala nandi. Tangannya terangkat di atas paha, dan terdapat hiasan pada perut, dada, dan telinga arca tersebut.

Arca ini dalam kondisi rusak, bagian wajahnya rata, dan bagian tangan hingga pergelangan hilang. Lebar wajahnya 8 cm, lebar pundak 18 cm, lebar pinggang 9 cm, padmasana 38 cm (tinggi 14 cm), lapik 37 cm dan 45 cm (tinggi 6 cm dan 19 cm), serta tinggi 41 cm.

Alamat Lengkap Akses Rute

Alamat lengkap akses ke Candi Cangkuang adalah sebagai berikut: Kampung Pulo, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Indonesia.

Untuk mencapai Candi Cangkuang, Anda dapat mengikuti rute berikut:

  1. Dari Garut, perjalanan dilakukan ke arah timur menuju Kecamatan Leles.
  2. Setelah tiba di Kecamatan Leles, lanjutkan perjalanan ke Desa Cangkuang.
  3. Setelah sampai di Desa Cangkuang, Anda dapat mengarahkan diri ke tempat penyeberangan menuju pulau Cangkuang.
  4. Untuk mencapai pulau Cangkuang, Anda harus menggunakan rakit atau perahu karena candi terletak di sebuah pulau kecil di tengah danau.
  5. Setelah tiba di pulau Cangkuang, Anda dapat menjelajahi dan mengunjungi Candi Cangkuang serta mengeksplorasi sekitar kawasan cagar budaya yang ada di pulau tersebut.

Pastikan untuk memperhatikan petunjuk jalan dan mengikuti arah yang benar selama perjalanan. Juga, sebaiknya Anda menghubungi sumber informasi terkini atau pihak terkait sebelum mengunjungi Candi Cangkuang untuk memastikan aksesibilitas dan jam operasional yang sesuai.

Harga Tiket Masuk

Untuk tiket masuk Candi Cangkuang, harga tiketnya tergantung pada jenis pengunjung. Berikut adalah harga tiket masuk Candi untuk wisatawan domestik dan asing:

  • Wisatawan asing: Rp 15.000,-/orang
  • Harga tiket masuk Candi Cangkuang: Rp. 5.000 per orang.
  • Tiket parkir: Rp. 2.000 untuk sepeda motor dan Rp. 5.000 untuk mobil.
  • Biaya retribusi rakit (perahu) pulang-pergi: Rp. 5.000 per orang.

Perlu diingat bahwa harga tiket masuk, retribusi parkir, dan biaya rakit dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk mendapatkan informasi terkini tentang harga tiket dan biaya lainnya, disarankan untuk menghubungi pihak pengelola atau memeriksa situs web resmi Candi Cangkuang.

Pastikan juga untuk mengunjungi Candi Cangkuang selama jam operasional, yaitu dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Nikmati liburan Anda dan jelajahi keindahannya bersama keluarga dan orang tercinta.

Asal Usul Sejarah

Candi Cangkuang, yang pertama kali ditemukan pada tahun 1966, memiliki sejarah yang menarik. Candi ini ditemukan oleh tim peneliti Harsoyo dan Uka Tjandrasasmita berdasarkan laporan Vorderman dalam buku Notulen Bataviaasch Genootschap tahun 1893. Laporan tersebut mencatat adanya sebuah arca yang rusak dan makam kuno di bukit Kampung Pulo, Leles.

Penelitian awal mengungkapkan reruntuhan sebuah bangunan candi serta makam kuno yang dianggap penduduk setempat sebagai makam leluhur mereka, yaitu makam Arief Muhammad. Selama penelitian berlanjut pada tahun 1967 dan 1968, bangunan makam berhasil digali.

Meskipun candi ini kemungkinan merupakan peninggalan agama Hindu pada sekitar abad ke-8 M, yang mengherankan adalah adanya pemakaman Islam yang berdekatan dengan candi tersebut.

Dengan ditemukannya reruntuhan bangunan candi dan adanya balok-balok batu andesit, tim peneliti yakin bahwa di sekitar lokasi tersebut dulunya terdapat sebuah candi. Balok-balok batu tersebut sering digunakan oleh penduduk setempat sebagai batu nisan.

Berdasarkan keyakinan ini, penggalian dilakukan di lokasi tersebut. Di dekat kuburan Arief Muhammad, peneliti menemukan fondasi candi berukuran 4,5 x 4,5 meter serta batu candi yang tercecer. Dengan adanya penemuan ini, Tim dari Sejarah dan Lembaga Kepurbakalaan langsung segera melakukan penelitian di kawasan tersebut. Penelitian berlanjut hingga tahun 1968.

Proses pemugaran Candi Cangkuang dimulai pada tahun 1974-1975, dan rekonstruksi dilakukan pada tahun 1976. Pemugaran meliputi pembangunan kerangka bangunan, atap, patung Siwa, serta pembangunan sebuah joglo museum yang berfungsi untuk menyimpan dan menginventarisir benda-benda bersejarah dari seluruh Kabupaten Garut.

Selama pemugaran pada tahun 1974, bagian-bagian kaki candi yang hilang berhasil ditemukan kembali. Namun, kendala utama dalam rekonstruksi candi ini adalah sekitar 40% dari batu candi asli yang dapat ditemukan, sehingga sebagian besar bangunan candi direkonstruksi menggunakan adukan semen, batu koral, pasir, dan besi.

Candi Cangkuang merupakan candi pertama yang dipugar dan memiliki peran penting dalam mengisi kekosongan sejarah antara kerajaan Purnawarman dan kerajaan Pajajaran. Para ahli meyakini bahwa Candi Cangkuang didirikan pada abad ke-8, berdasarkan tingkat kelapukan batu dan kesederhanaan bentuknya (tanpa adanya relief).

Mitos Legenda Misteri

Candi Cangkuang juga memiliki mitos, legenda, dan misteri yang terkait dengan sejarah dan keberadaannya. Berikut adalah beberapa mitos, legenda, dan misteri yang dikaitkan:

  1. Mitos Pendiri Candi: Terdapat beberapa versi mitos tentang pendiri Candi Cangkuang. Salah satu mitos menyebutkan bahwa candi ini didirikan oleh Rsi Bhramarta, seorang resi Hindu yang datang dari India. Mitos lain mengaitkannya dengan Dewi Sri, dewi padi dalam kepercayaan Hindu.
  2. Makam Embah Dalem Arief Muhammad: Ada kepercayaan lokal bahwa makam Embah Dalem Arief Muhammad, pemuka agama Islam yang terletak di sebelah candi, memiliki kekuatan spiritual dan dipercaya sebagai leluhur penduduk Desa Cangkuang.
  3. Keberadaan Peninggalan Megalitikum: Selain candi, penemuan serpihan pisau dan batu-batu besar di sekitar membuat orang berspekulasi tentang keberadaan peninggalan zaman megalitikum yang terkait dengan ritual dan kepercayaan kuno.
  4. Rekonstruksi Candi: Proses rekonstruksi Candi Cangkuang yang dimulai pada tahun 1974 menimbulkan pertanyaan tentang sejauh mana bangunan candi yang ada saat ini merepresentasikan bentuk aslinya. Keterbatasan sumber daya dan temuan batu candi yang hanya sekitar 40% dari aslinya menambah misteri tentang bentuk asli candi tersebut.
  5. Legenda Kehilangan Pulau: Legenda mengatakan bahwa pulau tempat Candi Cangkuang berada dulunya dikelilingi oleh danau yang meliputi seluruhnya. Namun, seiring waktu, bagian selatan danau berubah menjadi lahan persawahan, meninggalkan hanya bagian utara yang masih berupa danau. Hal ini menambah daya tarik dan misteri seputar keadaan geografis pulau.

Meskipun mitos, legenda, dan misteri ini menambah pesona dan daya tarik Candi Cangkuang, penting untuk diingat bahwa cerita-cerita tersebut mungkin berdasarkan keyakinan dan interpretasi lokal, dan bukan fakta sejarah yang terverifikasi.

Larangan Dan Aturan

Ketika mengunjungi Candi Cangkuang, ada beberapa larangan dan aturan yang perlu diikuti untuk menjaga kelestarian dan menghormati tempat tersebut. Berikut ini adalah beberapa larangan dan aturan umum yang berlaku:

  1. Larangan Merusak atau Mencuri: Pengunjung dilarang merusak, mengambil, atau mencuri artefak atau benda-benda bersejarah yang ada. Tempat ini harus dijaga dan dilestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
  2. Larangan Merokok atau Membakar: Merokok atau membakar apapun di dalam area dilarang. Ini termasuk juga membakar sampah. Pastikan untuk menggunakan tempat sampah yang disediakan.
  3. Larangan Mengotori atau Mencemari Lingkungan: Pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekitar candi. Jangan membuang sampah sembarangan dan hindari mencemari danau atau area sekitarnya.
  4. Aturan Berpakaian Tertib: Saat mengunjungi Candi Cangkuang, disarankan untuk berpakaian sopan dan tertutup. Ini menunjukkan rasa hormat terhadap tempat suci dan lingkungan sekitarnya.
  5. Aturan Fotografi: Biasanya fotografi diperbolehkan, tetapi pastikan untuk mematuhi aturan tertentu. Misalnya, jangan menggunakan lampu kilat jika dilarang, atau hindari mengambil foto di area yang dianggap sakral atau berpotensi merusak bangunan.
  6. Menghormati Tempat Suci: Candi Cangkuang adalah tempat suci dengan nilai sejarah dan religius. Pengunjung diharapkan untuk memperlihatkan rasa hormat dan tidak mengganggu upacara keagamaan yang mungkin berlangsung.
  7. Mengikuti Petunjuk dan Panduan: Ikuti petunjuk dan panduan yang diberikan oleh pihak pengelola atau petugas. Ini akan membantu menjaga keamanan dan menjelaskan lebih lanjut tentang aturan yang berlaku.

Penting untuk diingat bahwa larangan dan aturan dapat berbeda tergantung pada regulasi lokal dan kebijakan manajemen tempat wisata. Pastikan untuk memperoleh informasi terbaru dan mengikuti petunjuk yang diberikan saat mengunjungi Candi Cangkuang.

Aktivitas

Di Candi Cangkuang, terdapat beberapa aktivitas yang dapat Anda nikmati selama kunjungan:

  1. Bangunan Candi: Nikmati keindahan arsitektur candi yang merupakan peninggalan bersejarah. Spot ini sangat cocok untuk berfoto dan menjelajahi detail arsitektur candi.
  2. Rakit Penyeberangan: Rasakan sensasi unik menyeberangi danau dengan rakit tradisional. Aktivitas ini menambahkan pengalaman petualangan selama kunjungan Anda.
  3. Desa Adat Kampung Pulo: Jelajahi Kampung Pulo yang merupakan desa adat di sekitar Candi Cangkuang. Anda dapat melihat dan merasakan kehidupan masyarakat lokal serta belajar tentang budaya dan tradisi mereka.
  4. Makam Dalem Arief Muhammad: Kunjungi makam Dalem Arief Muhammad yang merupakan tokoh agama Islam yang dihormati oleh penduduk setempat. Aktivitas ziarah di sini dapat memberikan wawasan tentang sejarah dan kebudayaan lokal.
  5. Museum: Jangan lewatkan mengunjungi museum yang ada di kawasan. Di dalamnya, Anda dapat menemukan berbagai artefak dan benda bersejarah yang terkait dengan Candi Cangkuang dan sejarah Garut.
  6. Berjalan-jalan sekitar candi: Anda dapat menjelajahi area candi dan menikmati keindahan arsitektur serta lingkungan sekitarnya.
  7. Mengambil foto: Manfaatkan spot foto menarik di sekitar candi untuk mengabadikan momen indah selama kunjungan Anda.
  8. Mengunjungi makam Embah Dalem Arief Muhammad: Di sebelah candi, terdapat makam seorang tokoh agama Islam yang dipercaya sebagai leluhur penduduk setempat. Anda dapat mengunjungi makam ini untuk mempelajari lebih lanjut tentang sejarah dan budaya lokal.
  9. Menyeberangi danau dengan rakit: Untuk mencapai candi, Anda perlu menyeberangi danau menggunakan rakit tradisional. Aktivitas ini menambah sensasi petualangan selama kunjungan Anda.
  10. Makan di warung wisata: Di area, terdapat warung wisata tempat Anda dapat mencicipi makanan dan minuman lokal yang lezat.
  11. Beristirahat di penginapan: Jika Anda ingin menghabiskan lebih banyak waktu di Candi Cangkuang, tersedia penginapan di sekitar area wisata yang dapat Anda manfaatkan untuk menginap.

Selain itu, jika Anda tertarik dengan kegiatan olahraga dan petualangan, Anda juga dapat menjelajahi sekitar danau Cangkuang, seperti bersepeda, berjalan-jalan, atau menikmati keindahan alam sekitar.

Pastikan untuk mengikuti aturan dan petunjuk dari pihak pengelola serta menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama kunjungan Anda ke Candi Cangkuang.

Keunikan Daya Tarik

Daya tarik Candi Cangkuang yang memikat meliputi:

  1. Satu-Satunya Candi Hindu di Tatar Sunda: Merupakan satu-satunya candi Hindu yang ada di Tatar Sunda. Keberadaannya yang bersebelahan dengan makam pemuka agama Islam menambah keunikan dan toleransi dalam sejarahnya.
  2. Penemuan oleh Warga Belanda: Pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama Vorderman pada tahun 1893. Penemuan ini memunculkan minat terhadap sejarah Hindu di wilayah Indonesia.
  3. Tanaman Cangkuang yang Bermacam Manfaat: Di sekitar terdapat tanaman Cangkuang yang dapat dimanfaatkan untuk membuat berbagai benda seperti tudung, pembungkus gula aren, atau tikar. Keberadaan tanaman ini memberikan nuansa alam yang kaya akan keanekaragaman.
  4. Cagar Budaya di Tengah Danau: Terletak di tengah danau kecil, dan untuk mencapainya pengunjung perlu menyeberangi danau menggunakan rakit. Pengalaman ini menambah kesan petualangan dan menambah keindahan lokasi candi.
  5. Keunikan Sederhana dan Tidak Adanya Relief: Memiliki keunikan dalam keindahan sederhana dan tidak adanya relief pada struktur candi. Hal ini menunjukkan bahwa raja-raja Sunda pada masa itu lebih mengutamakan kedekatan spiritual dengan Tuhan.
  6. Sosok Embah Dalem Arief Muhammad: Embah Dalem Arief Muhammad, yang menjadi leluhur di Desa Cangkuang, memiliki sejarah yang menarik sebagai seorang prajurit yang melawan penjajah VOC Belanda. Museum yang ada di tempat tersebut menyimpan koleksi benda kuno, termasuk Al Quran dari kulit kayu.
  7. Kampung Pulo: Di pulau tempat Candi Cangkuang berada, terdapat pemukiman adat Kampung Pulo yang masih mempertahankan keaslian dan kearifan lokal. Ada beberapa peraturan yang perlu dihormati, seperti larangan beternak hewan berkaki empat dan aturan satu kepala keluarga dalam satu atap rumah.

Dengan keunikan-keunikan tersebut, Menawarkan pengalaman berbeda yang memadukan sejarah, budaya, dan alam yang indah.

Spot Selfie

Menawarkan beragam spot selfie yang menarik untuk para pengunjung yang ingin mengabadikan momen mereka. Berikut adalah beberapa spot selfie yang direkomendasikan di Candi Cangkuang:

  1. Pintu Gerbang Candi: Ambil foto di depan pintu gerbang candi yang indah dengan latar belakang bangunan candi yang kuno.
  2. Area Rakit: Manjakan diri Anda dengan mengambil foto di atas rakit penyeberangan dan nikmati pemandangan danau di sekitar candi.
  3. Pesisir Danau: Jelajahi pesisir danau kecil di sekitar dan temukan spot yang menarik untuk berpose dengan latar belakang air dan alam sekitar.
  4. Area Makam Embah Dalem Arief Muhammad: Di sekitar makam Embah Dalem Arief Muhammad, Anda dapat mengambil foto sebagai penghormatan kepada leluhur dan menunjukkan rasa hormat terhadap budaya dan sejarah setempat.
  5. Taman atau Area Hijau: Jelajahi taman dan area hijau di sekitar, yang menawarkan latar belakang yang segar dan alami untuk foto-foto Anda.

Pastikan untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan saat mengambil foto. Nikmati momen Anda dan abadikan kenangan indah selama kunjungan Anda ke candi yang bersejarah ini.

Arah Menuju Candi Cangkuang

Untuk menuju ke Candi Cangkuang, berikut adalah arah dari kota Garut:

  1. Dari kota Garut, arahkan kendaraan Anda ke arah timur menuju Jalan Raya Garut-Tasikmalaya.
  2. Terus ikuti jalan tersebut sekitar 16 kilometer hingga Anda mencapai pertigaan Cangkuang.
  3. Pada pertigaan Cangkuang, belok kanan menuju Jalan Raya Cangkuang.
  4. Lanjutkan perjalanan sekitar 5 kilometer hingga Anda tiba di Desa Cangkuang.
  5. Sesampainya di Desa Cangkuang, Anda akan melihat papan penunjuk arah.
  6. Ikuti penunjuk arah tersebut dan lanjutkan perjalanan sekitar 1 kilometer hingga Anda mencapai tempat parkir.
  7. Dari tempat parkir, Anda perlu menyeberang ke pulau tempat Candi Cangkuang berada menggunakan perahu rakit yang disediakan.
  8. Setelah menyeberang, Anda dapat mengikuti jalan setapak yang terletak di tengah pulau kecil.

Pastikan selalu mengikuti petunjuk jalan dan papan penunjuk arah untuk mencapai Candi Cangkuang dengan aman.

Fasilitas

Menyediakan berbagai fasilitas pendukung untuk kenyamanan pengunjung. Berikut adalah beberapa fasilitas yang tersedia di obyek wisata Candi Cangkuang:

  1. Tempat parkir kendaraan: Terdapat area parkir yang luas untuk pengunjung yang ingin membawa kendaraan pribadi.
  2. Rakit penyeberangan: Untuk mencapai pulau tempat Candi Cangkuang berada, pengunjung dapat menggunakan rakit sebagai sarana transportasi.
  3. Warung wisata: Terdapat warung-warung yang menyediakan makanan dan minuman untuk pengunjung. Anda dapat menikmati hidangan lokal atau membeli cinderamata di warung-warung tersebut.
  4. Spot Foto menarik: Di sekitar, terdapat spot-spot foto menarik yang memungkinkan pengunjung untuk mengabadikan momen liburan mereka dengan latar belakang candi dan lingkungan sekitarnya.
  5. Toilet & kamar mandi: Fasilitas toilet dan kamar mandi tersedia di area untuk kenyamanan pengunjung.
  6. Penginapan: Bagi pengunjung yang ingin menginap di dekat Candi Cangkuang, terdapat beberapa penginapan di sekitar area wisata yang dapat dipilih sesuai dengan preferensi dan budget Anda.

Pastikan untuk mengonfirmasi ketersediaan fasilitas dan informasi terkini sebelum mengunjungi Candi Cangkuang. Selamat menikmati liburan Anda di sana!

Penginapan Sekitar

Ada beberapa pilihan penginapan di sekitar Candi Cangkuang, di antaranya:

  1. Kampung Cai Ranca Upas Alamat: Jl. Cipelah, Desa Nagrak, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat Jarak dari Candi: sekitar 2,6 km Tarif: mulai dari Rp 300.000/malam
  2. Villa Pamutusan Alamat: Jl. Raya Cangkuang, Desa Pamutusan, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat Jarak dari Candi: sekitar 1,7 km Tarif: mulai dari Rp 500.000/malam
  3. Kebun Teh Ngamplang Alamat: Jl. Raya Garut-Bandung, Desa Sindang Palay, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat Jarak dari Candi: sekitar 3,6 km Tarif: mulai dari Rp 600.000/malam
  4. Puri Indah Resort Alamat: Jl. Raya Garut-Bandung, Desa Cilangkap, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat Jarak dari Candi: sekitar 5 km Tarif: mulai dari Rp 350.000/malam
  5. Kampoeng Pulosari Alamat: Jl. Raya Cangkuang, Desa Nagrak, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, Jawa Barat Jarak dari Candi: sekitar 2,5 km Tarif: mulai dari Rp 150.000/malam

Harga dan jarak tempuh dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan penginapan dan keadaan jalan.

Tempat Makan

Candi Cangkuang berada di area pedesaan, sehingga tidak terdapat banyak tempat makan di sekitarnya. Namun, pengunjung bisa mencari warung-warung kecil yang menyediakan makanan khas sunda, seperti nasi timbel, sate, dan sayur asem. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Warung Pak Ndut Alamat: Jl. Raya Cangkuang, Kabupaten Garut Menu: Nasi timbel, sate, sayur asem, dan menu khas Sunda lainnya Jam buka: Setiap hari, 08.00-21.00 WIB
  2. Rumah Makan Bale Raos Alamat: Jl. Raya Leles, Kabupaten Garut Menu: Nasi timbel, sate, sayur asem, dan menu khas Sunda lainnya Jam buka: Setiap hari, 08.00-22.00 WIB
  3. Restoran Bumi Aki Alamat: Jl. Raya Cangkuang, Kabupaten Garut Menu: Nasi timbel, sate, sayur asem, dan menu khas Sunda lainnya Jam buka: Setiap hari, 08.00-21.00 WIB
  4. Cafe Lantana Alamat: Jl. Raya Cangkuang, Kabupaten Garut Menu: Kopi, teh, dan makanan ringan Jam buka: Setiap hari, 08.00-20.00 WIB

Tempat Wisata Sekitar

Candi Cangkuang adalah salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Namun, selain Candi Cangkuang, terdapat juga beberapa tempat wisata menarik lainnya di sekitar Garut. Berikut adalah beberapa tempat wisata populer di daerah tersebut:

  1. Gunung Papandayan: Gunung aktif yang terletak sekitar 70 kilometer dari Garut ini menawarkan pemandangan alam yang indah, air terjun, dan kawah vulkanik yang menarik untuk dijelajahi.
  2. Pantai Santolo: Pantai yang terletak sekitar 50 kilometer dari Garut ini memiliki pasir putih yang lembut dan ombak yang cocok untuk bermain selancar. Pantai Santolo juga dikenal dengan keindahan alamnya dan kegiatan memancing.
  3. Kawah Darajat: Tempat wisata alam yang terkenal dengan sumber air panasnya. Pengunjung dapat menikmati pemandian air panas alami serta pemandangan yang indah di sekitar kawasan ini.
  4. Danau Dariza: Danau buatan yang menawarkan pemandangan indah dan kegiatan perahu dayung. Terdapat pula taman bermain, restoran, dan area piknik di sekitar danau ini.
  5. Situ Bagendit: Danau alami yang terletak di kaki Gunung Guntur. Pengunjung dapat menikmati pemandangan danau yang indah sambil beraktivitas seperti memancing dan perahu dayung.
  6. Air Terjun Curug Orok: Air terjun yang terletak di Desa Cisurat, sekitar 40 kilometer dari Garut. Curug Orok menawarkan keindahan alam yang mempesona dengan air terjun yang tinggi dan suasana yang sejuk.
  7. Taman Bunga Nusantara: Taman bunga yang luas dengan beragam koleksi bunga dari seluruh Indonesia. Pengunjung dapat menikmati kebun bunga yang indah dan berfoto di tengah-tengah kebun tersebut.

Pastikan untuk memperhatikan jadwal buka dan tiket masuk ke masing-masing tempat wisata sebelum mengunjunginya. Selamat menikmati liburan di Garut!

Tips

Berikut ini beberapa tips berkunjung ke Candi Cangkuang untuk memastikan liburan Anda berjalan dengan lancar:

  1. Pilih waktu kunjungan yang tepat: Disarankan untuk mengunjungi Candi Cangkuang pada pagi hari saat cuaca sedang cerah. Pagi hari memberikan suasana yang segar dan memungkinkan Anda menikmati keindahan alam dengan lebih baik.
  2. Datang di akhir pekan: Jika memungkinkan, pilihlah akhir pekan untuk berkunjung. Hal ini akan membuat liburan Anda lebih menyenangkan karena Anda dapat menikmati suasana yang ramai dan berbagi momen bersama orang tercinta.
  3. Persiapkan peralatan: Pastikan Anda membawa kamera untuk mengabadikan momen indah. Selain itu, bawa juga uang lebih sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan selama kunjungan, seperti makanan dan minuman.
  4. Kenakan pakaian yang nyaman: Mengingat Candi Cangkuang terletak di area alam terbuka, disarankan untuk mengenakan pakaian yang nyaman, sesuai dengan kondisi cuaca. Juga, pastikan Anda menggunakan alas kaki yang cocok untuk berjalan di sekitar kompleks candi.
  5. Patuhi aturan dan larangan: Selalu ikuti aturan yang berlaku, seperti tidak merusak atau mengambil barang dari situs sejarah. Jaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya dan hormati tempat suci yang ada di dalam kompleks candi.
  6. Jaga keamanan dan keselamatan: Tetap waspada dan perhatikan lingkungan sekitar saat berkunjung. Pastikan Anda mengawasi anak-anak dengan baik dan mengikuti petunjuk keamanan yang diberikan.

Dengan mengikuti tips di atas, Anda akan dapat menikmati liburan yang menyenangkan dan bermakna di Candi Cangkuang. Selamat menjelajahi keindahan dan sejarahnya!

Candi Cangkuang di Garut memiliki daya tarik yang unik dan menarik bagi para pengunjung. Sebagai satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda, candi ini memiliki sejarah yang kaya dan menarik. Ditemukan oleh warga Belanda pada tahun 1893, Candi Cangkuang terus mengungkap misteri dan keindahannya melalui penelitian dan pemugaran.

Keberadaan candi ini yang bersebelahan dengan makam pemuka agama Islam, Embah Dalem Arief Muhammad, juga memberikan nuansa toleransi dan keberagaman agama. Tanaman Cangkuang di sekitar candi memiliki berbagai manfaat dan memberikan keindahan alami.

Cagar budaya Cangkuang yang berada di tengah danau menambah keunikan dan petualangan dalam mengunjungi candi ini. Meskipun sederhana dan tidak memiliki relief, Candi Cangkuang mengandung kebermaknaan spiritual yang mendalam.

Sosok Embah Dalem Arief Muhammad, yang merupakan leluhur di Desa Cangkuang, memiliki sejarah yang menarik sebagai seorang prajurit yang melawan penjajah Belanda. Kampung Pulo, di pulau tempat candi ini berada, juga menawarkan keaslian pemukiman adat dan kearifan lokal yang perlu dihormati.

Dengan semua daya tarik dan keunikan yang dimilikinya, Candi Cangkuang merupakan destinasi wisata yang menarik untuk menjelajahi sejarah, budaya, dan keindahan alam di Garut, Jawa Barat.

Related posts