Ulasan Candi Kalasan, Candi Buddha Tertua di Yogyakarta

Candi Kalasan: Candi Buddha Paling Bangkotan di Yogyakarta
Candi Kalasan: Candi Buddha Paling Bangkotan di Yogyakarta

Candi Kalasan adalah candi Hindu-Buddha yang dibangun pada abad ke-8 Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Sailendra. Candi ini terletak sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan sekitar 2 kilometer dari Candi Prambanan.

Candi Kalasan: Candi Buddha Paling Bangkotan di Yogyakarta
@nugie888

Candi Kalasan memiliki ciri khas arsitektur campuran antara Hindu dan Buddha. Candi ini memiliki ukiran yang sangat indah dan menampilkan berbagai tema religius, seperti cerita Ramayana, Mahabharata, dan cerita-cerita Buddha. Selain itu, candi ini juga memiliki relief-relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lampau, seperti pemandangan pedesaan, pertanian, dan kegiatan sehari-hari.

Selain memiliki keindahan arsitektur yang menakjubkan, Candi Kalasan juga memiliki sejarah yang kaya. Candi ini merupakan salah satu candi tertua yang masih lestari di Indonesia dan merupakan bukti dari kemajuan peradaban dan keagamaan pada masa Wangsa Sailendra.

Menurut catatan sejarah, Candi Kalasan dibangun pada masa pemerintahan Raja Tejapurnama Pamungkas, yang merupakan penguasa kerajaan Mataram Kuno. Candi ini awalnya dibangun sebagai tempat ibadah Hindu, namun kemudian juga digunakan sebagai tempat ibadah Buddha. Hal ini terlihat dari pengaruh arsitektur dan dekorasi yang bercampur antara agama Hindu dan Buddha.

Pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra, candi ini diperbaiki dan dipugar kembali sehingga menjadi salah satu candi yang terindah di Indonesia. Kemudian pada abad ke-13, candi ini menjadi tempat tinggal para pendeta Buddha.

Candi Kalasan juga memiliki legenda yang terkenal di masyarakat sekitar. Konon, ada seorang putri dari Kerajaan Mataram Kuno yang sangat cantik bernama Putri Kaladhana. Putri ini jatuh cinta kepada seorang pemuda dari Kerajaan Prambanan, namun sayangnya asmara mereka tidak bisa berjalan mulus karena adanya perbedaan agama. Putri Kaladhana kemudian memutuskan untuk menjadi biksu Buddha dan membangun candi ini sebagai tempat beribadah.

Saat ini, Candi Kalasan menjadi salah satu objek wisata budaya yang cukup populer di Yogyakarta. Candi ini telah direstorasi dan dipugar kembali sehingga tetap lestari hingga saat ini. Selain menjadi tempat wisata, juga digunakan sebagai tempat upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat sekitar.

Sejarah

Sejarah Candi Kalasan berawal pada abad ke-8 Masehi pada masa pemerintahan Wangsa Sailendra. Candi ini dibangun sebagai tempat ibadah Hindu-Buddha yang menunjukkan pengaruh agama Hindu dan Buddha yang kuat pada masa itu. awalnya dibangun sebagai tempat ibadah Hindu, namun kemudian juga digunakan sebagai tempat ibadah Buddha.

Menurut catatan sejarah, Candi Kalasan dibangun pada masa pemerintahan Raja Tejapurnama Pamungkas, yang merupakan penguasa kerajaan Mataram Kuno. Candi ini menjadi bukti kemajuan peradaban dan keagamaan pada masa Wangsa Sailendra.

Memiliki ciri khas arsitektur campuran antara Hindu dan Buddha. Arsitektur Hindu dapat dilihat dari adanya candi yang berbentuk meru, yaitu sebuah bangunan yang memiliki atap berbentuk piramida. Sedangkan arsitektur Buddha dapat dilihat dari bentuk stupa pada bagian atas bangunan candi.

Candi Kalasan juga memiliki dekorasi yang sangat indah dan menampilkan berbagai tema religius, seperti cerita Ramayana, Mahabharata, dan cerita-cerita Buddha. Selain itu, candi ini juga memiliki relief-relief yang menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa lampau, seperti pemandangan pedesaan, pertanian, dan kegiatan sehari-hari.

Pada masa pemerintahan Wangsa Syailendra, candi ini diperbaiki dan dipugar kembali sehingga menjadi salah satu candi yang terindah di Indonesia. Kemudian pada abad ke-13, candi ini menjadi tempat tinggal para pendeta Buddha.

Memiliki legenda yang terkenal di masyarakat sekitar. Konon, ada seorang putri dari Kerajaan Mataram Kuno yang sangat cantik bernama Putri Kaladhana. Putri ini jatuh cinta kepada seorang pemuda dari Kerajaan Prambanan, namun sayangnya asmara mereka tidak bisa berjalan mulus karena adanya perbedaan agama. Putri Kaladhana kemudian memutuskan untuk menjadi biksu Buddha dan membangun candi ini sebagai tempat beribadah.

Saat ini, Candi Kalasan telah direstorasi dan dipugar kembali sehingga tetap lestari hingga saat ini. Candi ini menjadi salah satu objek wisata budaya yang cukup populer di Yogyakarta dan juga digunakan sebagai tempat upacara keagamaan dan budaya oleh masyarakat sekitar.

Fungsi

Memiliki berbagai fungsi, baik secara historis maupun saat ini. Berikut adalah beberapa fungsi Candi Kalasan:

  1. Fungsi Sejarah: memiliki fungsi sejarah sebagai peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8 Masehi. Candi ini merupakan contoh arsitektur Hindu-Buddha dan diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Raja Tejakula dari Wangsa Sanjaya.
  2. Fungsi Keagamaan: Saat ini, masih digunakan sebagai tempat peribadatan oleh umat Buddha dan Hindu di Yogyakarta. Setiap tahun, diadakan perayaan Waisak dan Hari Raya Galungan
  3. Fungsi Pariwisata: juga memiliki fungsi pariwisata sebagai objek wisata sejarah dan budaya. Candi ini menjadi salah satu tujuan wisata favorit bagi wisatawan lokal dan mancanegara. Wisatawan dapat melihat langsung keindahan arsitektur yang sangat memukau.
  4. Fungsi Penelitian: juga digunakan sebagai lokasi penelitian oleh para ahli arkeologi dan sejarah untuk meneliti dan mengungkap sejarah dan budaya Kerajaan Mataram Kuno serta mengembangkan pengetahuan tentang arsitektur candi di Indonesia.

Dengan berbagai fungsi yang dimilikinya, Candi Kalasan menjadi salah satu objek wisata dan peninggalan sejarah yang penting di Yogyakarta dan Indonesia secara umum.

Letak Alamat Akses

Candi Kalasan terletak di Jl. Raya Yogya – Solo, Suryatmajan, Danurejan, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi ini dapat diakses dengan berbagai macam transportasi, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum.

Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, dari pusat kota Yogyakarta, arahkan kendaraan ke arah selatan menuju Solo melalui Jl. Solo. Setelah melewati kota Depok, Anda akan menemukan persimpangan yang terdapat petunjuk arah. Ikuti petunjuk arah tersebut dan setelah beberapa menit berkendara, Anda akan sampai di lokasi Candi Kalasan.

Sedangkan jika Anda menggunakan kendaraan umum, Anda bisa naik bus jurusan Yogyakarta-Solo dan turun di depan Candi Kalasan. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang melayani rute Yogyakarta-Klaten dan turun di depan Candi Kalasan.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai akses ke Candi Kalasan, Anda juga bisa menghubungi kantor pariwisata atau informasi wisata di Yogyakarta.

Rute

Rute menuju Candi Kalasan dari pusat kota Yogyakarta dapat diakses dengan berbagai pilihan transportasi, antara lain:

  1. Kendaraan Pribadi: Jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, rute menuju Candi Kalasan dapat ditempuh dengan melewati Jl. Solo dari pusat kota Yogyakarta. Setelah melewati kota Depok, perhatikan petunjuk arah yang terletak di sebelah kiri jalan. Ikuti jalan tersebut hingga Anda sampai di lokasi Candi Kalasan.
  2. Transportasi Umum:
  • Bus: Anda dapat naik bus jurusan Yogyakarta-Solo dan turun di depan Candi Kalasan.
  • Angkutan Kota (Angkot): Anda bisa menggunakan angkutan kota (angkot) yang melayani rute Yogyakarta-Klaten dan turun di depan Candi Kalasan.
  1. Taksi/Gojek/Grab: Anda juga dapat menggunakan layanan taksi, Gojek, atau Grab untuk menuju Candi Kalasan. Pastikan untuk memberitahu lokasi yang tepat dan pastikan sopir sudah mengerti tujuan Anda.

Saat menuju Candi Kalasan, pastikan Anda memperhatikan kondisi jalan dan waktu tempuh yang dibutuhkan, terutama jika Anda menggunakan transportasi umum. Selain itu, pastikan juga untuk membawa perlengkapan yang cukup, seperti air minum dan alas kaki yang nyaman.

Aktivitas

Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan di Candi Kalasan:

  1. Berwisata Sejarah dan Budaya: Anda dapat menikmati keindahan arsitektur candi dan menelusuri sejarah dan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Terdapat banyak benda peninggalan sejarah yang dapat dilihat, seperti relief dan arca.
  2. Beribadah: Bagi umat Buddha dan Hindu, juga dapat digunakan sebagai tempat peribadatan. Anda dapat mengikuti kegiatan keagamaan yang dilakukan, seperti perayaan Waisak dan Hari Raya Galungan.
  3. Menikmati Keindahan Alam: Selain menikmati keindahan arsitektur candi, terdapat taman dan pohon-pohon besar yang menambah suasana alami dan menyejukkan.
  4. Berfoto dan Membuat Video: juga merupakan lokasi yang menarik untuk berfoto dan membuat video. Anda dapat mengabadikan momen bersejarah dan arsitektur yang sangat memukau dengan latar belakang Candi.
  5. Mengikuti Tour dan Kunjungan Edukasi: Anda juga dapat mengikuti tour dan kunjungan edukasi yang diselenggarakan oleh pihak pengelola atau instansi terkait. Ini dapat memberikan pengalaman yang lebih mendalam dan memperkaya pengetahuan Anda tentang sejarah dan budaya Indonesia.

Namun, saat berkunjung ke Candi Kalasan, pastikan Anda memperhatikan aturan dan etika yang berlaku, seperti menjaga kebersihan, tidak merusak atau mengambil benda-benda bersejarah, dan tidak merusak keindahan alam.

Daya Tarik

Memiliki banyak daya tarik yang dapat menarik minat pengunjung. Berikut adalah beberapa daya tarik Candi Kalasan:

  1. Arsitektur yang Indah: Memiliki arsitektur yang sangat indah dan menakjubkan. Candi ini merupakan contoh arsitektur Hindu-Buddha dan memiliki bentuk yang mirip dengan Candi Borobudur. Hal ini menjadikan sebagai salah satu candi paling indah dan terawat di Indonesia.
  2. Sejarah dan Budaya: Merupakan peninggalan sejarah Kerajaan Mataram Kuno dan memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Dengan mengunjungi, pengunjung dapat belajar tentang sejarah dan budaya Indonesia.
  3. Keindahan Alam: Selain arsitektur yang indah, juga dikelilingi oleh keindahan alam. Pengunjung dapat menikmati pemandangan taman yang hijau, pepohonan besar, dan suasana yang tenang di sekitar candi.
  4. Tempat Peribadatan: Digunakan sebagai tempat peribadatan oleh umat Buddha dan Hindu. Ini membuat candi memiliki nilai keagamaan dan spiritual yang tinggi.
  5. Objek Wisata Populer: Menjadi salah satu objek wisata populer di Yogyakarta dan Indonesia secara umum. Ini membuat pengunjung dapat berinteraksi dengan wisatawan dari berbagai negara dan memperluas lingkaran pergaulan.
  6. Kesempatan untuk Belajar: Menawarkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan tentang sejarah dan budaya Indonesia. Dengan mengunjungi candi, pengunjung dapat belajar tentang arsitektur, seni, dan budaya Indonesia.

Dengan berbagai daya tarik yang dimilikinya, Candi Kalasan menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat menarik di Yogyakarta dan Indonesia secara umum.

Fasilitas

Sebagai objek wisata yang populer, menyediakan berbagai fasilitas yang dapat mendukung kenyamanan pengunjung. Berikut adalah beberapa fasilitas yang tersedia di Candi Kalasan:

  1. Area Parkir: Menyediakan area parkir yang luas dan aman untuk kendaraan pengunjung. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan oleh pihak pengelola.
  2. Toilet: Tersedia beberapa toilet yang bersih dan terawat di area untuk kebutuhan pengunjung.
  3. Area Istirahat: Memiliki beberapa area istirahat yang nyaman dan teduh, di mana pengunjung dapat bersantai sejenak sambil menikmati keindahan alam sekitar candi.
  4. Kios Souvenir: Tersedia kios souvenir di area yang menjual berbagai macam oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti kerajinan tangan, kaos, dan aksesori.
  5. Tour Guide: Pihak pengelola menyediakan jasa tour guide untuk pengunjung yang ingin mengetahui informasi lebih lengkap tentang sejarah dan budaya candi. Tour guide dapat disewa dengan harga yang terjangkau.
  6. Area Makan: Tersedia beberapa warung makan dan kafe di area yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari makanan tradisional hingga makanan modern.

Dengan fasilitas-fasilitas yang tersedia, pengunjung dapat merasa nyaman dan terbantu dalam menjelajahi Candi Kalasan dan menikmati keindahan serta sejarah yang ada di dalamnya.

Tiket Masuk

Untuk masuk ke area Candi, pengunjung perlu membeli tiket masuk. Berikut adalah informasi tentang harga tiket masuk Candi Kalasan:

  • Wisatawan domestik (WNI): Rp. 5.000,- per orang.
  • Wisatawan asing (WNA): Rp. 25.000,- per orang.

Harga tiket masuk tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tiket masuk dapat dibeli di loket tiket yang sudah disediakan di area Candi Kalasan. Pengunjung juga bisa membeli tiket masuk secara online di beberapa platform tiket online.

Pengunjung yang membawa anak-anak kecil atau kelompok wisatawan dengan jumlah yang banyak, bisa menghubungi pihak pengelola untuk mendapatkan harga khusus atau diskon. Selain itu, pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas tour guide dengan biaya tambahan. Dengan menggunakan jasa tour guide, pengunjung dapat memperoleh informasi yang lebih lengkap dan mendalam tentang sejarah, budaya, dan arsitektur Candi Kalasan.

Penginapan

Terletak di daerah Suryatmajan, Danurejan, Yogyakarta, sehingga pengunjung bisa mencari penginapan di sekitar area tersebut. Berikut adalah beberapa penginapan yang dapat menjadi referensi untuk pengunjung yang ingin menginap di dekat Candi Kalasan:

  1. Hotel Tentrem Yogyakarta: hotel bintang 5 yang terletak sekitar 5 km. Menawarkan fasilitas lengkap seperti kolam renang, restoran, dan spa.
  2. Hotel Santika Premiere Jogja: hotel bintang 4 yang terletak sekitar 6 km. Menawarkan kamar yang nyaman, kolam renang, restoran, dan pusat kebugaran.
  3. Hotel Dafam Fortuna Malioboro: hotel bintang 4 yang terletak sekitar 7 km. Menawarkan kamar yang modern dan nyaman, kolam renang, dan restoran.
  4. Puri Artha Hotel: hotel bintang 3 yang terletak sekitar 4 km. Menawarkan kamar yang nyaman dan fasilitas seperti kolam renang dan restoran.
  5. Wisma MMUGM Hotel: hotel bintang 2 yang terletak sekitar 3 km. Menawarkan kamar yang bersih dan nyaman, dan fasilitas seperti restoran dan area parkir.

Selain itu, terdapat juga beberapa penginapan berupa homestay, guest house, atau villa yang dapat ditemukan di sekitar Candi Kalasan. Pilihan penginapan dapat disesuaikan dengan budget dan preferensi pengunjung.

Tempat Makan

Bagi pengunjung yang ingin mencari tempat makan di dekat Candi Kalasan, berikut adalah beberapa pilihan yang bisa menjadi referensi:

  1. Gudeg Permata: Restoran khas Yogyakarta yang terkenal dengan menu utamanya, yaitu gudeg. Terletak sekitar 3 km.
  2. Soto Kudus Yu Djum: Restoran yang terkenal dengan soto Kudusnya yang enak. Terletak sekitar 3 km.
  3. Warung Ijo: Warung makan dengan suasana yang nyaman dan menyajikan masakan khas Jawa yang lezat. Terletak sekitar 4 km.
  4. Bebek Goreng Haji Slamet: Restoran yang menyajikan menu bebek goreng dengan cita rasa yang khas dan lezat. Terletak sekitar 4 km.
  5. Kopi Jos Pak Bondan: Kedai kopi yang terkenal dengan kopi josnya yang khas. Terletak sekitar 5 km.
  6. R & B Grill and Resto: Restoran yang menyajikan menu western dan lokal dengan nuansa outdoor yang cozy. Terletak sekitar 5 km.

Selain itu, terdapat juga beberapa warung makan dan kafe yang dapat ditemukan di sekitar area Candi Kalasan. Pengunjung dapat memilih sesuai dengan selera masing-masing.

Spot Foto

Candi Kalasan adalah salah satu tempat yang memiliki keindahan arsitektur kuno yang menarik untuk dijadikan spot foto oleh pengunjung. Berikut beberapa spot foto yang direkomendasikan:

  1. Depan Candi: Pemandangan indah dari depan candi dengan latar belakang langit biru atau hijau dari pepohonan.
  2. Di atas tangga: Terdapat tangga menuju pintu masuk candi yang dapat menjadi spot foto menarik dengan background arsitektur candi yang kuno.
  3. Interior Candi: Dalam candi, terdapat beberapa ornamen dan patung yang indah dan menarik untuk dijadikan objek foto.
  4. Area sekitar Candi: Di sekitar terdapat taman hijau dan pepohonan yang dapat dijadikan latar belakang foto yang alami.
  5. Pintu Candi: Pintu masuk ke dalam Candi memiliki arsitektur kuno yang menarik untuk dijadikan objek foto.
  6. Ruang tengah: Ruangan tengah candi memiliki ukiran dan ornamen yang indah dan menarik untuk dijadikan spot foto.

Pengunjung juga bisa menggunakan pakaian khas Jawa atau dress bernuansa vintage untuk menambahkan kesan klasik pada foto-foto di Candi Kalasan. Namun, pengunjung diharapkan tetap menghargai keaslian dan tidak merusak atau merusak lingkungan di sekitarnya saat berfoto.

Wisata Sekitar

Berikut adalah beberapa wisata yang bisa dikunjungi di sekitar Candi Kalasan:

  1. Candi Prambanan: Terletak sekitar 12 km, candi Hindu terbesar di Indonesia ini merupakan salah satu situs warisan dunia UNESCO.
  2. Taman Sari: Terletak sekitar 6 km, Taman Sari adalah bekas tempat mandi dan istana keraton Yogyakarta yang indah.
  3. Malioboro: Terletak sekitar 9 km, Malioboro adalah pusat perbelanjaan dan wisata di Yogyakarta yang terkenal dengan berbagai toko oleh-oleh, kuliner, dan tempat wisata.
  4. Candi Borobudur: Terletak sekitar 43 km, Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di dunia yang juga merupakan situs warisan dunia UNESCO.
  5. Gunung Merapi: Terletak sekitar 45 km, Gunung Merapi adalah gunung berapi paling aktif di Indonesia yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan trekking menantang.
  6. Goa Pindul: Terletak sekitar 70 km, Goa Pindul adalah wisata gua dengan tubing yang menarik dan menawarkan pemandangan alam yang indah.
  7. Pantai Parangtritis: Terletak sekitar 22 km, Pantai Parangtritis adalah pantai yang terkenal dengan sunset yang indah dan merupakan tempat favorit untuk surfing dan paragliding.

Semua wisata di atas dapat dijangkau dengan mudah dari Candi Kalasan menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti taksi atau bus.

Candi Kalasan adalah sebuah situs purbakala yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Candi ini dibangun pada abad ke-8 Masehi oleh Kerajaan Mataram Kuno, pada masa pemerintahan Raja Tejahita yang bertahta di Jawa Tengah. Candi ini dianggap sebagai candi tertua di Yogyakarta dan merupakan salah satu dari beberapa candi Hindu-Buddha yang masih bertahan hingga saat ini.

Konon, Candi Kalasan dibangun oleh Raja Tejahita sebagai hadiah pernikahan untuk putrinya, yang menikah dengan seorang pangeran dari Kerajaan Syailendra. Candi ini awalnya dibangun sebagai sebuah kuil Buddha, namun pada abad ke-10 Masehi, bangunan ini digunakan sebagai kuil Hindu. Hal ini terbukti dari patung-patung Dewa Hindu yang ditemukan di dalam candi.

Selama berabad-abad, Candi Kalasan mengalami kerusakan akibat bencana alam, seperti gempa bumi dan erosi. Pada abad ke-19, kondisi candi semakin memburuk dan mengalami kerusakan parah akibat perang Diponegoro. Namun, pada tahun 1917, candi ini direstorasi oleh pemerintah Belanda.

Candi Kalasan memiliki arsitektur yang khas dengan gaya kuno India yang dipengaruhi oleh arsitektur Hindu dan Buddha. Candi ini terdiri dari bangunan induk dan beberapa bangunan kecil di sekitarnya, dengan ukiran dan relief yang indah. Di dalam candi, terdapat beberapa patung Buddha dan Dewa Hindu yang masih terjaga dengan baik.

Related posts