Review Menarik Candi Sambisari Keindahan Bawah Tanah di Yogyakarta

Candi Sambisari adalah salah satu situs purbakala yang terletak di Yogyakarta, Indonesia. Candi ini terletak di Desa Sambisari, Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Candi Sambisari ditemukan pada tahun 1966 oleh seorang petani yang sedang menggali sawahnya. Setelah ditemukan, pihak pemerintah melakukan penggalian dan pemugaran hingga akhirnya candi ini dapat dijadikan sebagai tempat wisata sejarah.

Candi Sambisari: Kisah Tersembunyi dari Dalam Tanah
@byournafz

Candi Sambisari berusia sekitar 1.200 tahun dan merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Garung pada abad ke-9. Merupakan sebuah candi Hindu yang dibangun dengan gaya arsitektur Kalingga. Candi ini terdiri dari satu bangunan utama dan beberapa bangunan kecil di sekitarnya. Bangunan utama candi memiliki tinggi sekitar 6,5 meter dan luas sekitar 20 x 20 meter. Selain itu, di dalam candi terdapat ruang kecil yang diperkirakan digunakan sebagai tempat pemujaan.

Selama penggalian dan pemugaran, ditemukan berbagai benda bersejarah seperti arca, prasasti, dan benda-benda keramik. Benda-benda tersebut menjadi bukti bahwa candi ini merupakan tempat pemujaan yang penting pada masanya.

Selain sebagai tempat wisata sejarah, Candi Sambisari juga menjadi salah satu tempat yang cocok untuk menikmati keindahan senja. Saat matahari mulai terbenam, sinar matahari akan terlihat memantul di permukaan batu candi, memberikan nuansa yang sangat indah.

Di sekitar candi terdapat berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan wisata, seperti area parkir yang luas, kios souvenir, dan toilet. Untuk memasuki kawasan, wisatawan akan dikenakan biaya tiket masuk yang terjangkau. Selain itu, terdapat pula pemandu wisata yang siap memberikan informasi dan menjelaskan mengenai sejarah Candi Sambisari.

Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Candi Sambisari, terdapat beberapa penginapan dan tempat makan di sekitar kawasan wisata tersebut. Beberapa tempat wisata menarik seperti Candi Prambanan, Taman Sari, dan Pantai Parangtritis juga dapat dijangkau dengan mudah.

Secara keseluruhan, Candi Sambisari merupakan tempat wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi di Yogyakarta. Keindahan arsitektur dan sejarah yang terkandung di dalamnya menawarkan pengalaman berbeda dan mengesankan bagi para wisatawan.

Sejarah

Sejarah Candi Sambisari sebagian besar masih belum diketahui secara pasti. Namun, berdasarkan penelitian arkeologi yang telah dilakukan, diduga bahwa Candi Sambisari dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini merupakan bagian dari kompleks candi Hindu yang terdapat di sekitar kawasan Prambanan, Yogyakarta.

Pada saat penemuan Candi Sambisari, bangunan ini dalam kondisi yang sangat buruk dan hanya menyisakan bagian dasar bangunan yang terlihat dari permukaan tanah. Namun, setelah dilakukan penggalian dan pemugaran, ternyata bangunan ini memiliki arsitektur yang khas dengan bentuk bangunan yang terdiri dari tiga bagian utama, yaitu base, tubuh, dan atap.

Di dalam Candi Sambisari juga ditemukan beberapa arca yang diperkirakan berasal dari abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Arca-arca tersebut terbuat dari batu andesit dan memiliki tinggi sekitar 70-80 cm. Ada beberapa jenis arca yang ditemukan di Candi Sambisari, seperti arca Ganesha, arca Agastya, dan arca Mahakala.

Seiring berjalannya waktu, Candi Sambisari mengalami kerusakan dan penurunan kondisi. Pada tahun 2010, pemerintah setempat melakukan program pemugaran untuk memperbaiki kondisi bangunan dan mencegah kerusakan yang lebih lanjut.

Sekarang, Candi Sambisari menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di Yogyakarta. Banyak wisatawan yang datang untuk melihat keindahan arsitektur dan arca-arca kuno yang terdapat di dalam candi, serta menikmati suasana sejuk dan asri di sekitar candi yang dikelilingi oleh sawah dan pohon-pohon hijau.

Alamat Akses

Alamat Candi Sambisari adalah Jl. Candi Sambisari, Sambisari, Purwomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571, Indonesia.

Untuk mencapai Candi Sambisari, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi atau transportasi umum seperti angkutan kota atau taksi. Terletak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan dengan kendaraan.

Jika Anda menggunakan angkutan kota, dapat mengambil rute menuju Terminal Giwangan dan kemudian melanjutkan perjalanan dengan angkutan kota jurusan Kalasan. Setelah tiba di Kalasan, Anda dapat melanjutkan perjalanan dengan ojek atau taksi menuju Candi Sambisari.

Untuk wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi, dapat menggunakan Google Maps atau aplikasi peta lainnya untuk memandu perjalanan. Parkir kendaraan tersedia di area yang telah disediakan di dekat candi.

Rute

Berikut adalah beberapa rute yang dapat Anda tempuh untuk mencapai Candi Sambisari dari beberapa titik penting di Yogyakarta:

  1. Dari Stasiun Tugu Yogyakarta
  • Naik angkutan kota dengan rute Terminal Giwangan
  • Setelah tiba di Terminal Giwangan, naik angkutan kota jurusan Kalasan
  • Turun di jalan Candi Sambisari dan berjalan kaki sekitar 500 meter ke arah selatan
  1. Dari Bandara Internasional Adisucipto Yogyakarta
  • Naik taksi atau transportasi online ke Candi Sambisari. Perjalanan memakan waktu sekitar 20-30 menit tergantung pada kondisi lalu lintas.
  1. Dari Jalan Malioboro
  • Naik angkutan kota dengan rute Terminal Giwangan
  • Setelah tiba di Terminal Giwangan, naik angkutan kota jurusan Kalasan
  • Turun di jalan Candi Sambisari dan berjalan kaki sekitar 500 meter ke arah selatan

Setelah sampai di area, Anda dapat menuruni beberapa anak tangga untuk mencapai area candi yang berada di bawah permukaan tanah. Jangan lupa membeli tiket masuk sebelum memasuki area candi. Tiket masuk bisa dibeli di loket tiket yang terdapat di dekat pintu masuk.

Aktivitas

Berikut beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat berkunjung ke Candi Sambisari:

  1. Mengunjungi candi dan mempelajari sejarahnya: Pengunjung dapat melihat langsung arsitektur dan ornamen-ornamen candi yang masih tersisa serta mempelajari sejarah dan kepercayaan masyarakat pada masa itu.
  2. Berfoto di area candi: Pengunjung dapat berfoto di area candi yang sudah dipugar dengan baik dan memanfaatkan keindahan candi sebagai latar belakang foto.
  3. Menikmati pemandangan di area sekitar: Berada di daerah pedesaan yang masih asri dan hijau. Pengunjung dapat menikmati pemandangan indah di sekitar candi, seperti sawah dan perbukitan.
  4. Membeli oleh-oleh: Di sekitar candi terdapat beberapa warung yang menjual oleh-oleh khas Yogyakarta, seperti batik, kerajinan tangan, dan makanan ringan.
  5. Mengikuti tur guide: Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih mendalam mengenai sejarah dan keunikan candi, pengunjung dapat mengikuti tur guide yang disediakan oleh pihak pengelola.
  6. Mengikuti acara festival atau event tertentu: Sering menjadi lokasi acara festival atau event tertentu, seperti konser musik atau pameran seni. Pengunjung dapat mengecek jadwal acara di website atau media sosial resmi candi.
  7. Meditasi atau yoga: Lingkungan sekitar candi yang tenang dan sejuk membuat tempat ini cocok untuk melakukan meditasi atau yoga.
  8. Piknik: Pengunjung dapat membawa bekal makanan dan melakukan piknik di area sekitar candi yang asri.
  9. Menjelajahi area sekitar dengan sepeda: Pengunjung dapat menyewa sepeda untuk menjelajahi area sekitar candi yang masih alami dan asri.
  10. Bermain air di Kali Gendol: Kali Gendol adalah sungai kecil yang terletak tidak jauh dari candi. Pengunjung dapat bermain air atau sekedar bersantai di pinggir sungai.
  11. Belajar membuat batik: Di sekitar candi terdapat beberapa warung yang menawarkan kelas membuat batik. Pengunjung dapat mempelajari proses pembuatan batik dan membuat batik sendiri sebagai oleh-oleh.
  12. Menyaksikan seni pertunjukan: Di sekitar candi sering diadakan pertunjukan seni tradisional seperti wayang kulit, tari, atau musik gamelan. Pengunjung dapat menyaksikan seni pertunjukan tersebut dan menikmati keindahan budaya Yogyakarta.
  13. Mengunjungi tempat wisata lain di sekitar candi: Terletak di daerah Sleman yang kaya akan tempat wisata. Pengunjung dapat mengunjungi tempat wisata lain di sekitar candi seperti Candi Prambanan, Pura Plaosan, atau Air Terjun Kedung Pedut.
See also  Obyek Wisata Pantai Samas Yang Legendaris Dan Eksotis

Itulah beberapa aktivitas yang dapat dilakukan saat berkunjung ke Candi Sambisari. Pengunjung dapat memilih aktivitas yang sesuai dengan minat dan preferensi masing-masing.

Daya Tarik

Candi Sambisari memiliki banyak daya tarik yang menarik untuk dikunjungi, diantaranya:

  1. Arsitektur Candi: Memiliki arsitektur khas candi Hindu yang indah dan megah. Bangunan candi ini terbuat dari batu andesit dan dihiasi dengan ornamen khas Hindu seperti kaligrafi, relief, dan patung dewa.
  2. Keunikan Lokasi: Salah satu hal yang unik adalah letaknya yang berada di bawah permukaan tanah. Candi ini ditemukan pada tahun 1966 oleh petani yang sedang menggali lahan sawah.
  3. Sejarah: Memiliki sejarah yang menarik sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-9. Candi ini digunakan sebagai tempat ibadah Hindu dan kemudian ditinggalkan dan terkubur selama ratusan tahun.
  4. Lokasi yang strategis: Terletak di daerah Kalasan, Sleman, yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Lokasinya yang strategis dan mudah dijangkau membuat candi ini menjadi tempat wisata yang populer.
  5. Keindahan Alam: Selain candi, pengunjung juga dapat menikmati keindahan alam sekitar candi. Terdapat sawah, sungai kecil, dan pepohonan yang membuat suasana sekitar candi menjadi asri dan tenang.
  6. Budaya Hindu: Menjadi salah satu tempat yang penting bagi masyarakat Hindu di Yogyakarta. Pada hari-hari tertentu, candi ini digunakan untuk upacara keagamaan dan pemujaan dewa-dewa Hindu.
  7. Aktivitas Religi: Selain sebagai objek wisata, juga menjadi tempat aktivitas keagamaan seperti persembahan dan upacara Hindu. Pada saat tertentu, pengunjung bisa menyaksikan upacara keagamaan yang diadakan di dalam candi.
  8. Edukasi: Memberikan nilai edukasi bagi pengunjung yang ingin belajar tentang sejarah dan budaya Hindu di Indonesia. Terdapat beberapa informasi dan penjelasan mengenai sejarah, struktur, dan ornamen yang ditemukan di candi.
  9. Spot Foto: Menawarkan spot foto yang menarik dengan latar belakang arsitektur candi yang megah. Pengunjung dapat mengambil foto yang indah dan Instagramable di sekitar candi.
  10. Suasana yang tenang: Karena lokasinya yang di tengah persawahan, suasana di sekitar terasa tenang dan damai. Pengunjung dapat menikmati suasana yang sejuk dan jauh dari kebisingan kota.
  11. Ritual Wisata: Terdapat tradisi wisata religi yaitu ‘Miyos Gawe’ yang diselenggarakan setiap tahun. Acara ini biasanya dihadiri oleh masyarakat sekitar yang ingin memohon keberkahan dan perlindungan dari dewa-dewa Hindu.

Arca Agastya

Arca Agastya adalah sebuah patung yang ditemukan di dalam kompleks Candi Sambisari. Patung ini menggambarkan sosok Agastya, salah satu tokoh dalam mitologi Hindu yang dianggap sebagai penyeimbang antara kekuatan kebaikan dan kekuatan kejahatan.

Arca Agastya memiliki tinggi sekitar 70 sentimeter dan terbuat dari batu andesit. Patung ini memiliki ciri khas wajah yang sangat khas, dengan bibir yang tipis dan mata yang tertutup. Tangan kanannya menggenggam sebuah rosario, sedangkan tangan kirinya menggenggam sebuah kotak yang diyakini sebagai tempat pengetahuan.

Arca Agastya diyakini berasal dari abad ke-9 atau ke-10 Masehi, sama dengan waktu pembangunan Candi Sambisari. Patung ini merupakan salah satu peninggalan sejarah yang sangat berharga dan dianggap sebagai bukti kehadiran agama Hindu di wilayah Yogyakarta pada masa lampau. Saat ini, Arca Agastya disimpan di Museum Nasional Indonesia di Jakarta untuk menjaga keamanan dan kelestariannya.

Bagian-bagian

Terdiri dari beberapa bagian yang terpisah namun saling terkait dan membentuk bangunan utuh. Berikut adalah bagian-bagian dari Candi Sambisari:

  1. Pelataran: Pelataran merupakan bagian terluar dan merupakan area yang luas di sekitar candi. Pelataran ini berfungsi sebagai tempat parkir dan juga sebagai area bagi para pengunjung untuk beristirahat atau berfoto.
  2. Pintu Masuk: Pintu masuk adalah gerbang utama yang menghubungkan pelataran dengan kompleks candi. Pintu masuk terdiri dari beberapa tingkatan tangga yang berfungsi sebagai penghubung antara pelataran dengan kompleks candi.
  3. Balairung: Balairung merupakan bagian tengah dari kompleks candi yang terbuka dan merupakan area terbuka yang luas. Balairung berfungsi sebagai tempat penyelenggaraan upacara keagamaan pada masa lalu.
  4. Ruang Tengah: Ruang tengah merupakan bagian dari kompleks candi yang berada di tengah-tengah dan merupakan ruangan yang tertutup. Ruang tengah adalah bagian utama dan merupakan tempat beribadah dan berdoa pada masa lalu.
  5. Perwara: Perwara merupakan bagian yang terletak di sebelah timur ruang tengah dan terdiri dari beberapa ruangan kecil yang digunakan sebagai tempat penyimpanan persembahan atau barang-barang keagamaan lainnya.
  6. Balok Balok: Balok-balok merupakan bagian dari kompleks candi yang terletak di sebelah barat ruang tengah dan merupakan bangunan pendukung candi. Balok-balok ini terdiri dari beberapa ruangan kecil yang digunakan sebagai tempat persembahan atau tempat penyimpanan peralatan keagamaan.
  7. Candi Kecil: Di sebelah selatan kompleks candi terdapat dua candi kecil yang terpisah dan merupakan bangunan yang terpisah. Candi kecil ini memiliki fungsi yang sama dengan Candi Sambisari dan terbuat dari batu andesit yang sama.
See also  Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda: Menjelajahi Curug Omas dan Gua-gua Misterius

Itulah beberapa bagian dari Candi Sambisari. Setiap bagian memiliki fungsi yang berbeda namun saling terkait dan membentuk sebuah bangunan utuh yang indah dan mempesona.

Fungsi

Candi Sambisari merupakan situs purbakala yang memiliki fungsi sebagai tempat beribadah pada zaman dahulu. Berdasarkan penelitian arkeologi, Candi Sambisari didirikan pada abad ke-9 Masehi oleh seorang raja atau bangsawan yang tidak diketahui namanya. Candi ini memiliki arsitektur khas Jawa Tengah, dengan bentuk bangunan yang menyerupai piramida.

Selain sebagai tempat ibadah, Candi Sambisari juga memiliki nilai sejarah dan arkeologi yang tinggi. Dalam proses penggalian dan konservasi, banyak penemuan arkeologi yang ditemukan di dalam dan sekitar area candi, seperti arca, peralatan persembahan, dan temuan lainnya. Hal ini membuat Candi Sambisari menjadi salah satu situs purbakala yang penting untuk dilestarikan dan dipelajari oleh para arkeolog dan sejarawan. Selain itu, menjadi tempat wisata budaya yang menarik bagi wisatawan yang ingin mempelajari sejarah dan budaya Jawa Tengah.

Memiliki beberapa fungsi yang berbeda pada masa lalu, terutama sebagai tempat keagamaan dan spiritualitas. Berikut adalah beberapa fungsi dari Candi Sambisari:

  1. Tempat Ibadah: Digunakan sebagai tempat ibadah oleh umat Hindu pada masa lalu. Ruang tengah merupakan tempat pemujaan dewa-dewi Hindu, seperti Shiva dan Durga. Para pemeluk agama Hindu datang untuk berdoa, melakukan persembahan, dan memohon berkah dari dewa-dewi tersebut.
  2. Pusat Keagamaan: Berfungsi sebagai pusat keagamaan di wilayah Yogyakarta pada masa lalu. Candi ini menjadi tempat penting untuk penyelenggaraan upacara keagamaan dan kegiatan keagamaan lainnya, seperti perayaan hari raya dan upacara pernikahan.
  3. Tempat Pendidikan: Digunakan sebagai tempat pendidikan agama Hindu pada masa lalu. Para pendeta dan orang suci Hindu mengajarkan ajaran agama Hindu kepada masyarakat setempat.
  4. Peninggalan Sejarah: Menjadi objek wisata sejarah dan kebudayaan yang terkenal di Yogyakarta. Candi ini menjadi bukti keberadaan agama Hindu di wilayah ini pada masa lampau dan menjadi warisan berharga bagi budaya Indonesia.
  5. Objek Wisata: Menjadi objek wisata yang populer di Yogyakarta. Candi ini menjadi tempat wisata sejarah dan kebudayaan yang menarik bagi wisatawan yang tertarik dengan sejarah, budaya, dan arsitektur bangunan kuno.

Itulah beberapa fungsi dari Candi Sambisari. Meskipun pada masa lalu candi ini memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah dan pusat keagamaan, kini menjadi objek wisata yang populer di Yogyakarta dan menjadi warisan budaya yang penting bagi bangsa Indonesia.

Fasilitas

Berikut adalah fasilitas yang tersedia di area Candi Sambisari:

  1. Area parkir kendaraan: Area parkir kendaraan tersedia di dekat pintu masuk.
  2. Toilet: Toilet umum tersedia di sekitar area.
  3. Area istirahat: Terdapat area istirahat di sekitar area, baik di luar maupun di dalam area candi.
  4. Area jual beli oleh-oleh: Terdapat beberapa warung yang menjual oleh-oleh dan souvenir di sekitar pintu masuk.
  5. Sepatu khusus: Sepatu khusus yang disediakan oleh pengelola wajib digunakan saat mengunjungi area untuk melindungi area candi dari kerusakan yang disebabkan oleh pengunjung yang mengenakan sepatu biasa.
  6. Area informasi: Terdapat area informasi di dekat pintu masuk yang dapat memberikan informasi seputar sejarah dan keunikan.
  7. Guidebook: Guidebook tentang sejarah dan keunikan tersedia untuk dibeli di toko-toko di sekitar pintu masuk.
  8. Area sholat: Terdapat area sholat yang dapat digunakan oleh pengunjung yang ingin melakukan ibadah.
  9. Wi-Fi: Wi-Fi gratis tersedia di sekitar area untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses internet.
  10. Tempat sampah: Terdapat banyak tempat sampah di sekitar area untuk memudahkan pengunjung dalam membuang sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
  11. Pemandu wisata: Pengunjung yang ingin mendapatkan penjelasan lebih detail tentang dapat menggunakan jasa pemandu wisata yang tersedia di area dengan biaya tambahan.
  12. Area parkir untuk bus wisata: Bagi rombongan wisata yang datang dengan bus, tersedia area parkir khusus untuk bus wisata di dekat pintu masuk.
  13. Ruang rapat: Terdapat ruang rapat yang dapat digunakan untuk kegiatan seminar atau pertemuan yang berkapasitas hingga 50 orang.
  14. Area makan: Tersedia beberapa warung makan dan kafe di sekitar area yang menyajikan berbagai jenis makanan dan minuman.
  15. Kamera pengintai: Terdapat kamera pengintai di sekitar area untuk memantau keamanan dan kenyamanan pengunjung.
  16. Aksesibilitas: Area cukup mudah diakses oleh pengunjung yang menggunakan kursi roda atau stroller, namun beberapa area mungkin sedikit sulit untuk dijangkau oleh orang yang memiliki mobilitas terbatas.
  17. Pusat dokumentasi: Terdapat pusat dokumentasi yang berisi berbagai informasi dan bahan dokumentasi yang dapat diakses oleh pengunjung.
  18. Layanan taksi: Layanan taksi tersedia di sekitar area untuk memudahkan pengunjung dalam perjalanan ke dan dari Candi Sambisari.

Tiket Masuk

Untuk masuk ke dalam area, pengunjung harus membeli tiket masuk terlebih dahulu di loket tiket yang tersedia di dekat pintu masuk. Harga tiket masuk Candi Sambisari saat ini adalah sebagai berikut:

  • Dewasa (WNI): Rp 10.000
  • Anak-anak (WNI): Rp 5.000
  • Dewasa (WNA): Rp 30.000
  • Anak-anak (WNA): Rp 15.000
See also  Bukit Bintang Jogja, Pesona Kota Yogyakarta Dari Atas Awan

Harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Tiket masuk tersebut hanya berlaku untuk satu kali masuk dan tidak bisa dijual kembali.

Pengunjung juga akan diberikan sepatu khusus untuk melindungi area candi dari kerusakan yang disebabkan oleh pengunjung yang mengenakan sepatu biasa. Sepatu tersebut harus digunakan selama mengunjungi area candi.

Bagi wisatawan yang datang dalam grup atau rombongan, ada tarif khusus yang dapat didiskusikan dengan pihak pengelola Candi Sambisari.

Hotel

Ada beberapa Hotel yang terletak di sekitar area Candi Sambisari yang dapat dipertimbangkan oleh pengunjung yang ingin menginap di dekat Candi Sambisari. Beberapa penginapan yang direkomendasikan adalah:

  1. Hotel Tentrem Yogyakarta: Terletak sekitar 6 kilometer, hotel bintang 5 ini menawarkan kamar yang luas dan fasilitas mewah seperti kolam renang, pusat kebugaran, spa, dan restoran.
  2. The Jayakarta Yogyakarta Hotel & Spa: Hotel ini terletak sekitar 4 kilometer dan menawarkan kamar yang nyaman dengan fasilitas seperti kolam renang, spa, dan restoran.
  3. Grand Aston Yogyakarta: Hotel bintang 5 ini terletak sekitar 5 kilometer dan menawarkan kamar yang luas dan elegan dengan fasilitas seperti kolam renang, spa, dan restoran.
  4. Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta Resort & Spa: Terletak sekitar 7 kilometer, hotel bintang 5 ini menawarkan kamar yang nyaman dengan fasilitas seperti kolam renang, spa, dan restoran.
  5. Hotel Santika Premiere Jogja: Terletak sekitar 5 kilometer, hotel bintang 4 ini menawarkan kamar yang modern dengan fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan restoran.
  6. Harper Mangkubumi Yogyakarta: Terletak sekitar 5 kilometer, hotel bintang 4 ini menawarkan kamar yang nyaman dengan fasilitas seperti kolam renang, pusat kebugaran, dan restoran.

Semua penginapan di atas dapat diakses dengan mudah melalui taksi atau transportasi umum dari Candi Sambisari.

Tempat Makan

Berikut adalah beberapa tempat makan di sekitar Candi Sambisari:

  1. Bebek Goreng Haji Slamet – Jl. Raya Parangtritis KM 8,5, Sewon, Bantul
  2. Warung Bambu Sari – Jl. KH. Ahmad Dahlan, Nogotirto, Depok, Sleman
  3. Gudeg Pawon – Jl. Janturan No.36, Gowongan, Jetis, Yogyakarta
  4. Bakmi Mbah Mo – Jl. Janturan UH/III No.32, Gowongan, Jetis, Yogyakarta
  5. Sate Klathak Pak Pong – Jl. Janti No.143, Kec. Sleman, Yogyakarta.
  6. Ayam Goreng Ny. Suharti – Jl. Laksda Adisucipto No. 295, Depok, Sleman
  7. Sate Kambing Pak Jono – Jl. Wonosari KM 9, Grogol, Sleman
  8. Bebek Tepi Sawah – Jl. Raya Kledokan No.22, Sendangadi, Mlati, Sleman
  9. Sate Sapi Mbah Satinem – Jl. Tirtodipuran No.46, Mantrijeron, Yogyakarta
  10. Mie Ayam Tumini – Jl. Dagen No.29, Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta

Kebanyakan dari tempat makan ini menyajikan masakan tradisional khas Yogyakarta, seperti nasi gudeg, sate, dan ayam goreng. Beberapa tempat makan juga menawarkan suasana yang nyaman dan alami, seperti Bebek Tepi Sawah yang menyajikan makanan di bawah pohon-pohon dan di tepi sawah.

Spot Foto

Candi Sambisari memiliki beberapa spot foto yang menarik, di antaranya:

  1. Gerbang candi ini merupakan bangunan pertama yang akan ditemui ketika memasuki area candi. Di bagian atas gerbang terdapat relief yang indah dan sangat cocok untuk dijadikan background foto.
  2. Pintu Masuk Candi Pintu masuk candi terletak di sisi sebelah kiri gerbang. Di sekitar pintu masuk terdapat relief yang indah dan patung-patung yang menarik.
  3. Ruang Tengah Candi Ruang tengah candi merupakan ruangan terbesar di dalam candi. Di dalam ruangan ini terdapat arca Dewa Brahma yang sangat besar dan beberapa relief yang menarik.
  4. Ruangan Kecil Selain ruang tengah, candi juga memiliki beberapa ruangan kecil yang masih dalam kondisi baik. Di dalam ruangan ini terdapat relief dan arca yang menarik untuk dijadikan objek foto.
  5. Area Luar Candi Di sekitar candi terdapat area yang luas dengan latar belakang pepohonan yang asri. Di tempat ini, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang candi yang indah dan pemandangan hijau di sekitarnya.

Wisata Sekitar

Terdapat banyak tempat wisata menarik yang terletak di sekitar Candi Sambisari yang dapat dikunjungi oleh pengunjung. Berikut adalah beberapa tempat wisata yang direkomendasikan:

  1. Candi Prambanan: Terletak sekitar 4 kilometer, Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan merupakan situs warisan dunia UNESCO. Pengunjung dapat melihat arsitektur dan ornamen yang indah di dalam kompleks candi.
  2. Taman Wisata Candi Ijo: Terletak sekitar 6 kilometer, Taman Wisata Candi Ijo menawarkan pemandangan yang indah dari ketinggian dan terdapat beberapa candi kecil yang dapat dikunjungi oleh pengunjung.
  3. Kaliurang: Terletak sekitar 20 kilometer Kaliurang adalah sebuah kawasan wisata pegunungan yang menawarkan udara sejuk dan pemandangan alam yang indah.
  4. Hutan Pinus Mangunan: Terletak sekitar 30 kilometer, Hutan Pinus Mangunan menawarkan pemandangan yang indah dari kebun teh dan hutan pinus yang rimbun.
  5. Goa Jomblang: Terletak sekitar 35 kilometer, Goa Jomblang adalah gua alam yang menawarkan pemandangan yang indah dan pengalaman menarik bagi pengunjung yang suka mendaki dan menjelajah gua.
  6. Pantai Parangtritis: Terletak sekitar 30 kilometer, Pantai Parangtritis menawarkan pemandangan yang indah dan merupakan tempat yang populer untuk menikmati matahari terbenam.
  7. Museum Ullen Sentalu: Terletak sekitar 18 kilometer, Museum Ullen Sentalu menawarkan koleksi seni dan budaya Jawa yang sangat menarik dan dapat menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan kebudayaan Jawa.

Semua tempat wisata di atas dapat diakses dengan mudah dari Candi Sambisari dengan menggunakan taksi atau kendaraan pribadi.

Review Review Menarik Candi Sambisari Keindahan Bawah Tanah di Yogyakarta.

Your email address will not be published. Required fields are marked *