38 Review Menarik Tebing Breksi Jogja, Wisata Alam Estetik nan Historis

Tebing Breksi Pesona Wisata di Area Bekas Tambang
Tebing Breksi Pesona Wisata di Area Bekas Tambang

Taman Tebing Breksi menghadirkan pengalaman wisata yang unik dan berbeda dari tempat wisata lainnya. Konsep geowisata yang diusung oleh tempat ini memungkinkan pengunjung untuk menikmati keindahan alam sekaligus mempelajari formasi batuan yang terbentuk akibat aktivitas Gunung Api Purba Nglanggeran.

Tebing Breksi Pesona Wisata di Area Bekas Tambang
Tebing Breksi Pesona Wisata di Area Bekas Tambang

Dengan menghentikan kegiatan penambangan yang berbahaya, pemerintah daerah setempat telah berhasil mengubah bekas kawasan pertambangan menjadi taman wisata yang menarik. Hal ini tidak hanya memberikan pendapatan baru bagi warga sekitar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam dan belajar mengenai geologi.

Taman Tebing Breksi telah menjadi destinasi wisata yang sangat populer sejak diperkenalkan pada tahun 2015. Kehadirannya yang hits dan kekinian membuatnya menjadi incaran tidak hanya bagi penduduk lokal Yogyakarta, tetapi juga bagi wisatawan dari luar daerah. Dengan suasana yang nyeni dan pemandangan yang menakjubkan, tempat ini telah berhasil mencuri perhatian banyak orang dan menjadi salah satu tujuan wisata yang sangat dicari.

Alamat Lengkap Akses Lokasi Rute

Alamat lengkap dan akses rute ke Taman Tebing Breksi adalah sebagai berikut:

Alamat: Taman Tebing Breksi Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Gn. Sari, Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55572, Indonesia

Lokasi Tebing Breksi tidak terlalu jauh dari Candi Prambanan, sebuah obyek wisata yang terkenal dan berada di kecamatan yang sama. Jika Anda ingin mengunjungi, berikut adalah alamat lengkapnya:

Apabila Anda memulai perjalanan dari Kota Yogyakarta, Anda dapat mengambil arah ke Solo dan perjalanan tersebut hanya sekitar 18 kilometer dari pusat kota. Dengan kendaraan, waktu tempuh perjalanan diperkirakan sekitar 30 menit. Rute perjalanan relatif mudah diikuti, meskipun jalannya sedikit menanjak.

Untuk pengunjung yang memulai perjalanan dari Prambanan, dapat mengambil arah ke pasar Prambanan dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Piyungan. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju Candi Ijo dan Tebing Breksi.

Dalam waktu sekitar 15 hingga 20 menit, Anda akan tiba.

Jika Anda masih merasa bingung dengan lokasi Tebing Breksi, jangan khawatir karena tersedia peta lokasi yang dapat Anda akses. Peta tersebut akan membantu Anda menemukan jalan menuju Tebing Breksi dengan lebih mudah dan akurat.

Akses Rute:

  1. Dari pusat kota Yogyakarta, Anda dapat mengambil rute melalui Jalan Panembahan Senopati.
  2. Lanjutkan perjalanan ke Jalan Gajahmada.
  3. Teruskan perjalanan ke Jalan Bausasran.
  4. Belok ke Jalan Letkol Subadri.
  5. Lanjutkan ke Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
  6. Kemudian, belok ke Jalan Kusbini.
  7. Teruskan perjalanan ke Jalan Langensari.
  8. Belok ke Jalan Munggur.
  9. Lanjutkan ke Jalan Laksa Adisucipto.
  10. Teruskan perjalanan ke Jalan Raya Solo Yogyakarta.
  11. Belok ke Jalan Opak Raya.
  12. Lanjutkan ke Jalan Opak VIII.
  13. Kemudian, belok ke Jalan Prambanan.
  14. Di Jalan Prambanan, ambil arah kiri ke Jalan Tanpa Nama.
  15. Setelah itu, ambil arah kanan ke Jalan Tanpa Nama.
  16. Lanjutkan perjalanan hingga Anda sampai di Jalan Candi Ijo.
  17. Di Jalan Candi Ijo, Anda akan menemukan Taman Tebing Breksi.

Setelah sampai di Jalan Candi Ijo, Anda akan menemukan Tebing Breksi. Pastikan untuk memperhatikan petunjuk jalan dan papan penunjuk arah yang mungkin ada di sepanjang perjalanan untuk memastikan Anda tidak tersesat.

Tiket Masuk

Yogyakarta memang terkenal dengan obyek wisata yang terjangkau dan memiliki harga tiket masuk yang murah. Salah satunya adalah Tebing Breksi, di mana Anda dapat menikmati keindahan dan keunikan tempat ini dengan harga tiket yang terjangkau.

Tiket masuk ke Tebing Breksi sangat terjangkau bagi pengunjung. Berikut ini adalah tarif tiket masuk dan parkir yang berlaku:

  • Tiket Masuk Wisatawan Lokal: Rp10.000
  • Tiket Masuk Wisatawan Mancanegara: Rp20.000
  • Parkir Motor: Rp3.000
  • Parkir Mobil: Rp5.000
  • Parkir Elf/Mini Bus: Rp15.000
  • Parkir Bus: Rp25.000

Namun, perlu diingat bahwa harga tiket masuk Tebing Breksi di Yogyakarta dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Oleh karena itu, disarankan bagi pengunjung untuk memeriksa informasi terbaru sebelum melakukan kunjungan ke obyek wisata tersebut.

Jam operasional dari obyek wisata Tebing Breksi di Yogyakarta adalah setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00 WIB. Dalam jam operasional tersebut, Anda dapat menikmati liburan yang memuaskan di Yogyakarta dengan mengunjungi tempat ini.

Kawasan Tebing Breksi menawarkan wahana tebing yang unik dan bersejarah, sehingga banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjunginya saat liburan tiba. Namun, karena popularitasnya, tidak bisa dipungkiri bahwa setiap harinya tempat ini selalu ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota.

Untuk pengalaman terbaik, disarankan untuk mengunjungi Tebing Breksi saat musim kemarau atau cuaca sedang cerah. Kondisi cuaca yang baik akan sangat mendukung untuk menikmati keindahan tebing ini. Selain melihat pemandangan yang indah, para wisatawan juga dapat menikmati wahana dan aktivitas seru lainnya yang tersedia di sana.

Fasilitas

Meskipun Tebing Breksi saat ini masih memiliki fasilitas yang sederhana, seperti area parkir, tlatar pertunjukan, lokasi off-road, dan toilet, tidak menutup kemungkinan bahwa pihak pengelola akan melakukan pengembangan lebih lanjut dan melengkapi dengan fasilitas tambahan di masa mendatang.

Bagi pengunjung yang ingin berkunjung, disarankan untuk membawa sunblock dan penutup kepala yang terikat dengan tali, karena di area tersebut tidak terdapat tempat berlindung dari sinar matahari dan anginnya kadang-kadang cukup kencang. Pastikan juga untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap bugar selama berada di sana.

Meskipun fasilitasnya sederhana, pesona dan keindahan alam Tebing Breksi tetap menjadi daya tarik utama tempat ini. Nikmati pengalaman unik dan jangan lupa untuk mengabadikan momen-momen indah saat berada.

Ketika Anda mengunjungi Tebing Breksi, Anda akan menemukan berbagai macam fasilitas wisata yang telah disediakan, antara lain:

  1. Lokasi parkir yang luas: Terdapat area parkir yang cukup luas untuk kendaraan pribadi atau wisatawan yang datang dengan mobil, sepeda motor, atau mini bus.
  2. Panggung seni: Terdapat panggung seni yang digunakan untuk pertunjukan seni dan budaya, seperti tarian atau musik tradisional.
  3. Toilet dan WC umum: Fasilitas toilet dan WC umum tersedia untuk kenyamanan pengunjung.
  4. Offroad arena: Bagi pengunjung yang menyukai petualangan offroad, tersedia area khusus untuk melintasi medan yang menantang dengan menggunakan jeep, ATV, atau motocross.
  5. Sewa Jeep, ATV, dan motocross: Jika Anda ingin merasakan sensasi petualangan offroad, Anda dapat menyewa jeep, ATV, atau motocross yang tersedia di lokasi.
  6. Warung makan dan lainnya: Terdapat berbagai warung makan dan tempat makan lainnya, sehingga Anda dapat menikmati hidangan lokal atau makanan ringan saat berwisata.

Nikmati keindahan batuan kapur yang mempesona dan manfaatkan semua fasilitas yang telah disediakan untuk meningkatkan pengalaman wisata Anda.

Sejarah

Tebing Breksi memiliki sejarah yang menarik di Yogyakarta. Awalnya, kawasan ini merupakan bekas tambang batu kapur yang beroperasi selama bertahun-tahun. Batu kapur tersebut digunakan sebagai sumber mata pencaharian utama oleh warga sekitar.

Pada tahun 2014, sekelompok peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) melaksanakan penelitian. Mereka menemukan jenis batuan tufan yang langka, yang membuat Tebing Breksi dianggap sebagai salah satu Geoheritage Yogyakarta yang perlu dilindungi. Akibatnya, penambangan batu kapur di kawasan ini dihentikan.

Setelah penambangan dihentikan, Tebing Breksi mengalami transformasi menjadi objek wisata yang menarik. Pemerintah setempat bersama dengan penduduk sekitar bekerja sama untuk mengelola dan memperindah kawasan ini. Pada bulan Mei 2015, Tebing Breksi secara resmi dibuka sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik dengan upacara penandatanganan prasasti oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sejak pembukaannya, Tebing Breksi telah menjadi populer di kalangan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Keindahan batuan kapur yang diukir dengan detail dan beragam spot foto yang menarik membuat menjadi tujuan favorit bagi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan alam yang spektakuler.

Sejarah Tebing Breksi merupakan contoh bagaimana bekas penambangan dapat diubah menjadi objek wisata yang menarik dan berkontribusi pada perekonomian lokal. Tempat ini juga merupakan bukti pentingnya pelestarian geowisata dan konservasi lingkungan untuk menjaga keindahan alam yang unik.

Sejak menjadi objek wisata, Tebing Breksi terus mengalami perkembangan dan peningkatan fasilitas untuk meningkatkan pengalaman wisatawan yang datang. Berbagai pengembangan dilakukan, seperti penambahan anak tangga di sisi timur untuk memudahkan akses naik ke tebing, pembangunan Tlatar Seneng yang merupakan arena pertunjukan dan amfiteater, serta pembangunan kebun buah dan fasilitas akomodasi di sebelah utara.

Tebing Breksi juga sering menjadi tempat penyelenggaraan acara kopi darat dan event nasional. Selain itu, ada pula berbagai objek swafoto yang menarik, seperti burung hantu jinak dan sejumlah objek yang diletakkan di punggung tebing utama.

Tempat ini juga menjadi spot yang populer untuk menikmati pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian. Dari sini, pengunjung dapat melihat pucuk-pucuk tiga candi utama Prambanan, pesawat-pesawat yang hilir mudik di Bandara Adisucipto, serta jalan-jalan dan lampu-lampu yang memperindah kota.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tebing Breksi telah menjadi tempat yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Keunikan batuan kapur yang terukir, panorama alam yang indah, dan berbagai fasilitas yang disediakan menjadikan sebagai salah satu destinasi wisata yang populer di Yogyakarta.

Sejarah Tebing Breksi sebagai bekas tambang batu kapur yang berhasil diubah menjadi destinasi wisata yang menarik juga memberikan inspirasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan peningkatan nilai tambah dalam pengelolaan sumber daya alam. Dengan menjaga dan memanfaatkan dengan baik potensi alam yang ada, Tebing Breksi memberikan manfaat ekonomi dan pariwisata yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Mitos Legenda Misteri

Cerita yang berkembang di sekitar Tebing Breksi adalah tentang nasib buruk yang menimpa mereka yang berperilaku tidak senonoh di tempat ini. Konon, mereka akan mendapatkan petaka sebagai konsekuensi dari tindakan mereka. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengunjung untuk menjaga sikap dan menghindari penggunaan kata-kata kasar.

Selain itu, ada cerita tentang pengalaman mistis yang dialami beberapa pengunjung akibat tidak bisa mengontrol ucapannya di Tebing Breksi. Beberapa orang melaporkan pengalaman ghaib setelah mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Oleh karena itu, penting bagi pengunjung untuk berbicara dengan sopan dan menghormati lingkungan sekitar.

Hal lain yang perlu diketahui oleh pengunjung adalah suhu di kawasan atas Tebing Breksi cenderung panas. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan perlindungan dari sinar matahari seperti topi, kacamata hitam, dan tabir surya saat berkunjung ke sana. Selain itu, pemandangan ukiran yang menghiasi tebing dari atas hingga bawah memiliki filosofi dan makna tertentu. Ukiran naga yang menjadi daya tarik utama di Tebing Breksi memiliki makna sebagai penjaga dan melambangkan hubungan dengan Candi Ijo yang terletak di atasnya.

Ukiran tebing ini didesain oleh seorang seniman bernama @grabalizart_antok dengan memadukan elemen ukiran naga dari Bali dan Yogyakarta. Filosofi Jawa mengaitkan naga sebagai penjaga, dan di Candi Ijo, terdapat arca perempuan berbentuk naga. Desain ukiran tebing ini juga disesuaikan dengan Candi Ijo dan menghadap ke arah timur, yang memiliki makna simbolis.

Proses pembuatan ukiran ini memakan waktu tiga bulan pada tahun 2016. Selama proses tersebut, pemahat tidak hanya membuat ukiran naga, tetapi juga ukiran huruf yang menyusun kata “Tebing Breksi”.

Larangan Dan Aturan

Saat mengunjungi Tebing Breksi, terdapat beberapa larangan dan aturan yang perlu diperhatikan oleh pengunjung. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan, kebersihan, dan kenyamanan tempat wisata tersebut. Berikut adalah beberapa larangan dan aturan yang umumnya berlaku:

  1. Larangan merusak atau mengambil bagian dari tebing atau ukiran: Pengunjung dilarang merusak atau mencoba mengambil bagian atau ukiran yang ada di sana. Ini termasuk melukai atau merusak struktur alaminya.
  2. Larangan merokok atau membakar apapun: Karena alasan keamanan dan untuk menjaga kebersihan area, pengunjung dilarang merokok atau membakar apapun di dalam area. Ini juga termasuk larangan membawa bahan-bahan yang mudah terbakar.
  3. Aturan kebersihan: Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan tempat wisata ini dengan membuang sampah pada tempatnya. Tersedia tempat sampah yang disediakan di sekitar area
  4. Aturan keselamatan: Pengunjung diharapkan mengikuti petunjuk keamanan yang ada di tempat, seperti tidak memanjat atau melompat dari tebing, memperhatikan tanda peringatan, dan berjalan dengan hati-hati di area yang curam.
  5. Larangan membawa hewan peliharaan: Biasanya, di Tebing Breksi dilarang membawa hewan peliharaan ke dalam area wisata. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung lainnya.
  6. Aturan pemotretan: Pengunjung diperbolehkan untuk mengambil foto, namun diharapkan untuk tidak mengganggu pengunjung lain atau merusak properti. Dalam beberapa kasus, ada aturan khusus terkait pemotretan profesional atau komersial yang perlu diikuti.

Selalu penting untuk menghormati dan mengikuti larangan dan aturan yang ada di tempat wisata, termasuk di Tebing Breksi. Hal ini akan membantu menjaga keindahan dan kelestarian tempat tersebut serta memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi semua pengunjung.

Aktivitas

Tebing Breksi, Wisata Favorit Warga Sleman, Yogyakarta
Tebing Breksi, Wisata Favorit Warga Sleman, Yogyakarta

Pesona Tebing Breksi memang sangat khas dan artistik. Terdapat sentuhan seni yang memikat di dinding-dinding tebing ini, dengan relief dan patung-patung yang menggambarkan cerita pewayangan seperti Arjuna membunuh Buto Cakil, naga dengan mahkotanya, dan patung Semar.

Bentuk patahan dinding tebing juga memberikan daya tarik yang tak dapat diabaikan. Meskipun terbentuk jutaan tahun yang lalu dan tidak lagi digunakan sebagai tambang, sisa-sisa aktivitas pertambangan menciptakan ornamen yang memperindah tebing ini, seolah-olah terlihat seperti lapisan kue yang menawan.

Tak heran jika banyak wisatawan yang menjadikan tebing ini sebagai latar belakang foto favorit mereka. Baik untuk sesi foto prewedding maupun momen-momen istimewa lainnya, tebing ini memberikan nuansa yang unik dan artistik.

Yang menarik, dari puncak tebing, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah dan Kota Yogyakarta yang menakjubkan. Dari sini, pesawat yang lepas landas, lalu lintas kendaraan, dan aktivitas sehari-hari masyarakat dapat terlihat dengan jelas.

Ketika berkunjung pada siang hari, disarankan untuk membawa kacamata hitam dan payung agar terlindungi dari sinar matahari yang terik. Jangan lupa juga untuk membawa air minum sendiri guna menghindari dehidrasi, karena harus menaiki anak tangga untuk mencapai puncak tebing yang menakjubkan ini.

Menonton Live Musik

Selain itu, di Tebing Breksi juga sering diadakan pertunjukan live musik pada akhir pekan. Jadi, jika Anda mengunjungi Tebing Breksi pada hari Sabtu atau Minggu, Anda akan menemukan banyak orang yang menyelenggarakan pertunjukan musik di sekitar lokasi tebing.

Menonton pertunjukan live musik ini adalah kegiatan gratis yang bisa Anda nikmati sambil menikmati keindahan Tebing Breksi. Berkeliling wisata sambil mendengarkan alunan musik yang asik akan membuat pengalaman Anda semakin menyenangkan. Pastikan Anda datang pada waktu yang tepat agar tidak melewatkan pertunjukan musik tersebut.

Selain itu, Anda juga dapat mencoba berbagai wahana seru yang tersedia. Mengendarai jeep dalam offroad, bermain ATV, atau motocross adalah beberapa aktivitas yang menyenangkan yang dapat Anda lakukan di tempat ini.

Rasakan sensasi liburan yang menyenangkan dengan menikmati keindahan Tebing Breksi. Dengan fasilitas lengkap dan berbagai aktivitas seru yang ditawarkan, Anda akan memiliki pengalaman liburan yang tak terlupakan di sini.

Spot Foto

Tebing Breksi Jogja, Wisata Alam Estetik nan Historis
Tebing Breksi Jogja, Wisata Alam Estetik nan Historis

Bagi pecinta fotografi, mengunjungi Tebing Breksi adalah kesempatan yang tidak boleh terlewatkan untuk mendapatkan foto-foto yang menarik dan instagenic. Setiap sudut menawarkan potensi fotografi yang menakjubkan, sehingga Anda dapat mengambil foto-foto menarik di sekitar lokasi tebing ini.

Pemandangan bebatuan kapur yang unik dan ukiran naga yang fenomenal di bagian dinding tebing dapat menjadi latar belakang yang sempurna untuk foto-foto instagenic Anda. Selain itu, panorama alam yang hijau dan segar di sekitar tebing juga menambah keindahan yang menakjubkan.

Tebing Breksi juga dikenal sebagai spot yang memukau untuk menyaksikan matahari terbenam. Jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati pemandangan matahari terbenam yang luar biasa di tempat ini, yang biasanya terjadi mulai dari pukul 3 sore.

Di malam hari, Tebing Breksi juga memiliki pesona yang memukau dengan cahaya lampu yang indah. Jika Anda mengunjungi pada malam hari, Anda akan menemukan pemandangan yang eksotis dengan gemerlap lampu yang menenangkan, menambah keindahan malam di Yogyakarta.

Nikmati momen yang indah dan manfaatkan keunikan Tebing Breksi untuk menghasilkan foto-foto instagenic yang memukau di setiap waktu dan suasana.

Prewedding

Tebing Breksi juga menjadi destinasi populer untuk sesi prewedding di Yogyakarta. Keindahan alam dan latar belakang batuan kapur yang unik menciptakan suasana yang romantis dan indah untuk momen prewedding.

Pasangan pengantin dapat memilih berbagai spot menarik untuk sesi foto prewedding mereka. Dari ukiran-ukiran batu yang indah hingga pemandangan alam yang spektakuler, setiap sudut tempat ini memberikan kesempatan untuk mengabadikan momen istimewa sebelum pernikahan.

Batu kapur putih yang berjejer membentuk tebing memberikan kesan elegan dan anggun pada foto-foto prewedding. Cahaya matahari yang jatuh dengan sempurna pada tebing dan panorama alam yang mempesona menciptakan nuansa yang romantis dan dramatis.

Untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik, disarankan untuk mengatur sesi prewedding pada waktu pagi atau sore hari, ketika cahaya matahari lembut dan warna langit menciptakan suasana yang lebih memukau. Jangan lupa juga berkoordinasi dengan fotografer profesional yang dapat mengarahkan dan mengambil gambar yang paling menarik.

Hal menarik lainnya adalah adanya berbagai spot foto instagramable yang cocok untuk sesi prewedding. Sisa-sisa abu vulkanik yang terlihat ikonik dan ukiran-ukiran artistik menjadi latar yang unik untuk foto prewedding.

Keunikan Tebing Breksi yang memiliki kontur tidak merata memberikan daya tarik yang tak ternilai. Berfoto dengan latar tebing menjadi aktivitas favorit yang tak boleh dilewatkan saat mengunjungi tempat ini.

Sensasi seperti berada di tengah perbukitan pasir membuat Tebing Breksi juga cocok untuk momen-momen penting lainnya, seperti foto keluarga, acara ulang tahun, atau bahkan pemotretan fashion. Semua spot menarik dapat memberikan hasil foto yang spektakuler dan memori yang tak terlupakan.

Dengan memilih Tebing Breksi sebagai latar prewedding, pasangan pengantin dapat menciptakan foto-foto yang unik, memukau, dan mengesankan sebagai kenang-kenangan indah sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Camping

Selain itu, di Tebing Breksi juga terdapat area khusus camping yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan. Jika Anda ingin menikmati malam dengan pengalaman bercamping yang seru, area camping ini adalah pilihan yang tepat. Anda akan disuguhi pemandangan city lights Kota Yogyakarta yang memukau, yang tidak akan Anda temukan di tempat lain.

Pada malam hari, area sekitar tebing juga diterangi oleh lampu-lampu yang memberikan efek gemerlap. Lampu-lampu ini disediakan oleh pengelola wisata, sehingga tempat ini buka hingga malam. Suasana malam lebih indah dan tenang, sehingga cocok untuk bercamping.

Bercamping di Tebing Breksi sambil bercengkrama bersama teman-teman akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Manfaatkan momen ini karena jarang sekali kesempatan untuk bermalam

Pastikan Anda sudah menyiapkan perlengkapan dan peralatan camping dengan baik sebelum pergi, agar Anda dapat merasakan kenyamanan selama berada di sana. Jangan lupa untuk mengabadikan momen-momen spesial bersama orang tersayang saat berada di Tebing Breksi Yogyakarta.

Menikmati Pentas Seni

Di Tebing Breksi, Anda tidak hanya bisa menikmati pemandangan alam yang indah, tetapi juga menyaksikan berbagai pertunjukan seni yang sering diadakan di sana. Terletak di sisi selatan tebing, Tlatar Seneng atau Amphitheater menjadi tempat utama diadakannya berbagai acara seni.

Dengan bentuknya yang melingkar, Amphitheater ini sangat cocok untuk pertunjukan seni mulai dari konser musik hingga acara pernikahan. Salah satu acara besar yang pernah diadakan di panggung Tebing Breksi adalah Kroncong Plesiran, sebuah konser musik yang menghibur berbagai kalangan.

Sambil menikmati keindahan Tebing Breksi di malam hari, Anda dapat menikmati pertunjukan yang menarik di panggung tersebut. Jika tempat tersebut sepi, Anda juga dapat menggunakan Amphitheater sebagai tempat bersantai sambil menikmati pemandangan di objek wisata ini.

Berpetualang Memacu Adrenalin

Jika Anda menyukai petualangan yang memacu adrenalin, Tebing Breksi juga merupakan destinasi yang cocok untuk dikunjungi. Anda dapat mencoba berbagai wahana menantang seperti panjat tebing, offroad, dan arena sepeda gunung di tempat ini.

Terdapat fasilitas panjat tebing yang disediakan oleh pengelola untuk para pengunjung yang ingin mencoba aktivitas ini. Selain itu, Anda juga dapat menyewa mobil jeep yang telah disiapkan oleh pengelola jika Anda tertarik untuk mencoba offroad di destinasi wisata ini.

Untuk para penggemar sepeda gunung, Tebing Breksi sering menjadi tujuan favorit karena jalurnya yang curam dan menantang. Bersepeda di sini akan memberikan pengalaman seru dan tak terlupakan.

Dengan mengikuti berbagai aktivitas petualangan ini, liburan Anda akan menjadi lebih seru dan penuh kesan. Pastikan Anda siap menghadapi tantangan dan nikmati sensasi yang diberikan oleh wahana-wahana menantang di tempat ini.

Keunikan Daya Tarik

Batu Breksi yang terletak di Yogyakarta menawarkan pesona keindahan yang menjadi daya tarik utamanya. Obyek wisata sejarah ini memiliki lokasi yang tidak jauh dari Candi Prambanan, sehingga mudah untuk ditemukan.

Tebing Breksi pertama kali dibuka dan diresmikan pada bulan Mei tahun 2015. Pada awalnya, tempat ini belum sepopuler seperti sekarang. Namun, dengan pengelolaan yang baik dan tersedianya fasilitas penunjang yang lengkap, semakin banyak orang yang tertarik dan tempat ini semakin ramai dikunjungi.

Batu-batu di kawasan ini sebenarnya tidak terbentuk secara alami, melainkan hasil dari aktivitas pertambangan yang dilakukan oleh warga sekitar. Batuan tersebut awalnya adalah endapan abu vulkanik dari Gunung Api Purba Nglanggeran. Kawasan termasuk dalam cagar budaya yang dilindungi.

Setelah melakukan kegiatan pertambangan dihentikan, banyak masyarakat mulai sadar pesona keindahan pemandangan alam dari tebing ini sangat eksotis. Keindahan pemandangan dan keberadaan batuan kapur putih merupakan sesuatu yang baru dan belum pernah ada sebelumnya.

Saat ini, Tebing Breksi telah menjadi salah satu obyek wisata paling populer di Yogyakarta. Tempat ini dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap, menjadikannya destinasi favorit bagi wisatawan untuk menghabiskan masa liburan mereka.

Dinding Tebing Unik Dengan Ukiran

Tebing-tebing batuan breksi di Taman Wisata Tebing Breksi memang memiliki keunikan tersendiri. Selain warna putih yang dominan, dinding-dinding tebing ini dihiasi dengan berbagai ukiran yang menarik.

Ukiran-ukiran di Taman Tebing Breksi tidak hanya menggambarkan keindahan dan keunikan tempat itu sendiri. Beberapa ukiran ada yang menggambarkan sejarah kawasan itu sendiri, ada juga ukiran dengan tema wayang, dan yang paling mencolok adalah ukiran berbentuk naga raksasa. Keindahan dan keunikan ukiran ini membuat pengunjung tergoda untuk menggunakan mereka sebagai latar belakang foto yang menawan.

Ukiran-ukiran yang memperindah dinding tebing Tebing Breksi merupakan karya seni yang menggabungkan keahlian tangan seniman dan keindahan alami batuan breksi itu sendiri. Setiap detail ukiran dipahat dengan teliti, menciptakan gambaran yang hidup dan memikat.

Salah satu ukiran yang paling menarik perhatian adalah ukiran berbentuk naga raksasa. Naga ini melingkar dan menjulang tinggi di dinding tebing, memberikan kesan yang megah dan mistis. Tidak hanya menjadi objek foto yang populer, ukiran naga ini juga memiliki makna simbolis dalam budaya dan kepercayaan masyarakat.

Tak hanya itu, ukiran-ukiran lainnya seperti ukiran wayang atau cerita-cerita sejarah memberikan nuansa yang kaya akan kebudayaan dan warisan sejarah Jogja. Setiap ukiran menghadirkan cerita dan karakter yang unik, mengajak pengunjung untuk merenung dan mengapresiasi seni rupa.

Dengan keindahan dan keunikannya, ukiran-ukiran ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mengunjungi Tebing Breksi. Mereka tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga terpesona oleh kekayaan seni yang ada di sekitar mereka.

Tidak heran jika Tebing Breksi menjadi salah satu tempat yang sangat diminati oleh pecinta seni, fotografi, dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus mengapresiasi karya seni yang luar biasa.

Amphiteater, Tlatar Seneng

Tlatar Seneng, yang berada di kaki bukit Tebing Breksi, merupakan sebuah area amphitheater yang dirancang dengan kursi yang membentuk setengah lingkaran. Area ini menjadi tempat yang ideal untuk berbagai pertunjukan dan acara. Panggung di tengahnya terbuat dari rumput dan berbentuk lingkaran besar.

Amphitheater ini telah menjadi lokasi untuk berbagai acara seperti konser, festival seni, dan pertunjukan lainnya. Beberapa acara pertunjukan yang pernah sediakan dan di adakan di Tlatar Seneng antara lain festival seni Campursari, acara Hadroh, live Perkusi, dan pagelaran Tari. Juga terdapat acara ngabuburit santai yang menghadirkan musisi lokal hingga nasional. Dengan suasana yang menyenangkan dan pemandangan yang indah, Tlatar Seneng menjadi tempat yang menarik untuk menikmati pertunjukan dan hiburan.

Dengan desain yang terbuka dan lingkungan alam yang mempesona, Tlatar Seneng menjadi tempat yang cocok untuk mengadakan berbagai acara dan pertunjukan. Pengunjung dapat menikmati penampilan seni sambil menikmati udara segar dan panorama sekitar.

Selain itu, kegiatan-kegiatan musik dan seni yang diselenggarakan di Tlatar Seneng memberikan pengalaman yang unik bagi pengunjung. Mereka dapat menyaksikan penampilan musisi lokal maupun nasional, menikmati tarian tradisional, atau bahkan bergabung dalam workshop seni yang diadakan di tempat ini.

Dengan suasana yang ramah dan hangat, Tlatar Seneng juga menjadi tempat yang populer untuk mengadakan acara pernikahan atau acara keluarga. Panggung yang terbuka dan pemandangan alam yang memukau akan memberikan sentuhan romantis dan mempesona pada momen spesial Anda.

Dengan adanya Tlatar Seneng, Tebing Breksi tidak hanya menawarkan keindahan alam dan spot foto yang menarik, tetapi juga memberikan pengalaman seni dan hiburan yang tak terlupakan bagi pengunjungnya.

Jasa Penyewaan Jeep Wisata

Jasa penyewaan mobil jeep wisata merupakan opsi yang menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Tebing Breksi dan destinasi wisata sekitarnya dengan kenyamanan dan kebebasan.

Harga sewa jeep wisata berkisar mulai dari Rp300 ribuan, dan tersedia berbagai paket yang dapat disesuaikan dengan durasi, harga, serta kapasitas penumpang yang diinginkan.

Rute singkat (short trip) menawarkan perjalanan ke Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung/Selo Langit, serta Obelix Hills. Rute ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengunjungi beberapa tempat wisata utama dalam waktu yang terbatas.

Sementara itu, rute yang lebih panjang (long trip) meliputi perjalanan ke Tebing Breksi, Candi Ijo, Watu Payung/Selo Langit, Obelix Hills, dan Bukit Teletubbies. Rute ini cocok bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi lebih banyak tempat wisata dan menghabiskan waktu yang lebih lama dalam perjalanan.

Tidak hanya itu, Anda juga dapat mengunjungi Desa Wisata Pereng dan mengakhiri perjalanan di Desa Wisata Rumah Domes, yang akan menambah pengalaman wisata Anda dengan suasana yang unik dan menarik.

Dengan menyewa jeep wisata, Anda dapat mengatur jadwal perjalanan Anda sesuai dengan preferensi dan minat pribadi, serta menikmati perjalanan yang nyaman dan fleksibel dan destinasi wisata lainnya.

Kolam Bekas Pertambangan

Selain menjadi bekas penambangan batu, Tebing Breksi juga memiliki kolam air yang terbentuk dari area pertambangan yang sudah tidak digunakan. Kolam ini menambah keunikan tempat wisata ini dan memberikan pemandangan yang menarik bagi pengunjung.

Namun, yang paling istimewa adalah pemandangan alam Kota Yogyakarta yang dapat disaksikan dari atas tebing. Dengan ketinggian lokasinya, wisatawan dapat melihat dengan jelas pesawat yang lepas landas, jejak perjalanan jeep, dan juga burung-burung yang terbang di sekitar area tersebut.

Pemandangan ini menambah daya tarik wisata Tebing Breksi dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung.

Selain itu, keberadaan kolam bekas pertambangan juga memberikan kesan yang unik dan menarik di Tebing Breksi. Kolam ini memberikan kontras yang menarik dengan batuan kapur putih di sekitarnya dan menciptakan suasana yang menenangkan.

Pengunjung dapat duduk di sekitar kolam, menikmati pemandangan, dan merasakan ketenangan yang disuguhkan oleh alam.

Momen yang paling memikat adalah saat matahari terbenam, ketika warna langit berpadu dengan warna kolam dan tebing, menciptakan panorama yang memukau.

Tidak hanya sebagai objek wisata yang menarik untuk dinikmati secara visual, kolam bekas pertambangan ini juga menjadi tempat yang menyegarkan untuk bersantai sejenak dan menikmati suasana alam yang tenang di Tebing Breksi.

Sunrise Dan Sunset

Menyaksikan momen matahari terbenam atau sunset di kawasan Tebing Breksi adalah salah satu pengalaman berkesan dan tak terlupakan. Dari puncak tebing, Anda bisa melihat matahari perlahan terbenam di ufuk barat dengan pemandangan langit yang berubah menjadi warna kemerahan yang memukau.

Tak hanya itu, panorama Kota Jogja yang indah juga dapat Anda nikmati saat malam hari ketika lampu-lampu mulai menyala. Bahkan, pada beberapa waktu, Anda bisa melihat pesawat terbang melintas di atas kawasan wisata ini. Momen sunset yang singkat ini selalu menarik perhatian pengunjung yang sengaja datang menjelang senja.

Anda tidak perlu khawatir jika ingin berfoto di malam hari, karena dilengkapi dengan pencahayaan yang cukup untuk menghasilkan foto yang indah. Setiap momen yang Anda abadikan di tempat ini akan menjadi kenangan yang tak terlupakan selama liburan Anda di Jogja.

Kuliner Tempat Makan

Anda tidak perlu khawatir tentang kelaparan atau mencari tempat makan di Tebing Breksi karena terdapat area food court di destinasi wisata ini. Di food court, Anda dapat menikmati berbagai jenis makanan, mulai dari hidangan khas Jogja hingga jajanan kekinian.

Harga makanan yang ditawarkan di food court ini juga terjangkau, sehingga Anda tidak perlu khawatir tentang harga yang tidak sesuai. Pedagang di sini biasanya tidak melakukan permainan harga yang tidak wajar. Selain itu, Anda juga dapat menemukan berbagai minuman seperti kopi, es kelapa muda, dan lainnya.

Anda dapat bersantai sambil menikmati kuliner lezat dari food court. Dengan suasana malam yang menawan, liburan Anda di tempat ini akan menjadi sangat menyenangkan. Nikmati makanan lezat sambil menikmati keindahan sekitar dan suasana yang nyaman.

Penginapan

Di sekitar Tebing Breksi, terdapat berbagai pilihan penginapan yang dapat Anda pilih untuk menginap selama berkunjung ke Yogyakarta. Berikut adalah beberapa jenis penginapan yang tersedia di area:

  1. Hotel dan Resort: Terdapat berbagai hotel dan resort dengan berbagai kelas dan fasilitas yang dapat Anda pilih. Beberapa hotel berbintang yang terletak dekat menawarkan kenyamanan dan fasilitas lengkap, seperti kolam renang, restoran, dan layanan kamar.
  2. Villa atau Guest House: Jika Anda mencari penginapan dengan suasana yang lebih santai dan pribadi, villa atau guest house bisa menjadi pilihan. Anda dapat menyewa villa atau guest house dengan fasilitas seperti dapur, ruang tamu, dan taman pribadi.
  3. Homestay: Homestay adalah penginapan yang disediakan oleh penduduk setempat di rumah mereka. Anda dapat merasakan kehangatan dan keramahan warga dengan menginap di homestay. Biasanya, homestay menawarkan fasilitas sederhana dengan harga yang lebih terjangkau.
  4. Penginapan budget: Jika Anda mencari penginapan dengan budget terbatas, terdapat juga penginapan-penginapan budget seperti hostel atau losmen. Penginapan ini biasanya menawarkan kamar-kamar yang sederhana dengan fasilitas dasar dengan harga yang lebih terjangkau.

Pastikan untuk melakukan reservasi penginapan sebelumnya agar Anda dapat memperoleh tempat yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda. Selain itu, perhatikan juga lokasi penginapan agar memudahkan akses Anda dan tempat-tempat wisata lain di sekitarnya.

Hotel Dekat

Berikut adalah beberapa hotel yang dekat dengan Taman Tebing Breksi di Yogyakarta:

  1. Innside by Melia Yogyakarta: Hotel berbintang 4 yang menawarkan pemandangan hijau yang mempesona. Terletak di Maguwoharjo, hotel ini menyediakan fasilitas yang lengkap untuk kenyamanan Anda. Tarif per kamar per malam: Mulai dari IDR 622.417.
  2. Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta: Hotel ini memiliki lokasi strategis di samping Sahid J-Walk. Menawarkan akomodasi yang nyaman dan fasilitas lengkap untuk keperluan Anda. Tarif per kamar per malam: Mulai dari IDR 352.474.
  3. Grand Orchid Hotel Yogyakarta: Hotel berbintang tiga yang terletak dekat perbatasan kota Yogyakarta. Menyediakan akomodasi yang nyaman dengan fasilitas yang memadai. Tarif per kamar per malam: Mulai dari IDR 269.325.
  4. The Jayakarta Jogjakarta Hotel & Spa: Hotel ini terkenal dengan tiga kolam renang laguna dan berbagai aktivitas outdoor. Menawarkan pengalaman menginap yang menyenangkan. Tarif per kamar per malam: Mulai dari IDR 601.020.
  5. Platinum Adisucipto Hotel & Conference Center: Hotel bergaya yang menawarkan pengalaman menginap yang nyaman di Yogyakarta. Dilengkapi dengan fasilitas lengkap untuk kebutuhan Anda. Tarif per kamar per malam: Mulai dari IDR 517.105.
  6. Ceria Boutique Hotel Yogyakarta: Hotel ini terletak hanya 7 menit berkendara dari Bandara Internasional Adisucipto. Menyediakan akomodasi yang nyaman dengan harga yang terjangkau. Tarif per kamar per malam: Mulai dari IDR 244.025.

Pastikan untuk melakukan reservasi sebelumnya untuk memastikan ketersediaan kamar dan mendapatkan harga terbaik.

Wisata Sekitar

Obyek wisata Tebing Breksi menawarkan panorama alami yang menarik minat para wisatawan untuk menikmati keindahan Yogyakarta dari ketinggian. Selain itu, juga menjadi spot yang cocok untuk berfoto dengan latar belakang yang instagramable.

Sore hari adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Tebing Breksi. Selain cuacanya tidak terlalu panas, Anda juga dapat menikmati pemandangan alam Yogyakarta dari ketinggian dengan latar belakang matahari terbenam yang indah.

Namun, penting untuk mempertimbangkan jarak tempuh, kondisi lalu lintas, dan faktor-faktor lain agar Anda dapat tiba tepat waktu. Jika Anda ingin mengoptimalkan perjalanan, Anda juga dapat mengunjungi obyek wisata lain yang berdekatan dengan Tebing Breksi sebelumnya.

Nikmati keindahan alam dan pengalaman yang menakjubkan selama mengunjungi Tebing Breksi dan objek wisata sekitarnya. Terletak di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, juga memiliki beberapa obyek wisata menarik di sekitarnya yang dapat Anda kunjungi. Berikut adalah beberapa destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan:

Candi Ijo

Candi Ijo, yang terletak di Dusun Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman, merupakan salah satu candi Hindu yang paling dekat dengan Tebing Breksi. Lokasinya hanya sekitar 700 meter dan dapat dicapai dengan kendaraan.

Candi Ijo merupakan candi tertinggi di Yogyakarta, berada pada ketinggian 375 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Keindahan candi ini terletak di atas bukit yang dikenal sebagai Bukit Hijau atau Gumuk Ijo.

Kompleks candi ini memiliki struktur berteras-teras yang semakin tinggi ke arah timur, dengan candi utama berada di teras teratas. Candi utama dilengkapi dengan tiga candi perwara di sekitarnya. Di dalam candi utama terdapat sebuah bilik dengan Lingga-Yoni yang melambangkan Dewa Siwa dan Dewi Parwati.

Selain arsitektur yang menakjubkan, kompleks Candi Ijo juga menampilkan seni rupa yang beragam. Salah satu contohnya adalah ukiran kala makara dengan motif kepala ganda dan atribut lainnya.

Nama Desa Ijo pertama kali muncul dalam Prasasti Poh pada tahun 906 Masehi. Sejak itu, Candi Ijo menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik di Yogyakarta.

Dengan pesona keindahannya dan pemandangan yang menakjubkan, Candi Ijo merupakan tempat yang layak dikunjungi saat berada di sekitar Tebing Breksi.

Candi Barong

Candi Barong, sebuah candi Hindu, terletak di bagian tenggara Kompleks Ratu Boko, Prambanan, Sleman. Candi ini berada di atas bukit di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

Jarak antara Candi Barong dengan Tebing Breksi adalah sekitar 1,9 kilometer jika menggunakan rute tercepat. Anda dapat mencapai Candi Barong melalui Jalan Candi Ijo dengan waktu tempuh sekitar 9 menit.

Jika menggunakan rute konvensional, jarak antara Candi Barong dan Tebing Breksi adalah sekitar 5,3 kilometer. Anda dapat memilih rute melalui Jalan Piyungan – Prambanan dengan waktu tempuh sekitar 18 menit.

Dengan lokasinya yang dekat dengan Tebing Breksi, Candi Barong menjadi salah satu obyek wisata yang layak untuk dikunjungi saat berada di sekitar area tersebut.

Candi Banyunibo

Candi Banyunibo terletak di lembah datar Desa Bokoharjo, Prambanan, Sleman. Candi ini memiliki ciri-ciri Budhist dan dibangun sekitar abad ke-9, pada masa kejayaan Mataram Kuno.

Meskipun tidak sebesar Borobudur atau Kalasan, Candi Banyunibo memiliki keindahan yang sangat memukau. Ornamen di dindingnya diukir dengan sangat halus dan mengesankan.

Asal nama “Banyunibo” sendiri tidak diketahui secara pasti sejak kapan dan oleh siapa diberikan. Namun, Banyunibo memiliki arti kurang lebih sebagai “air mengucur” atau “air jatuh menetes”.

Candi Buddha ini memiliki lokasi yang sangat istimewa, dikelilingi oleh puncak-puncak perbukitan yang indah. Di sebelah barat laut terdapat bukit Ratu Boko, sementara di sebelah timur laut terdapat puncak bukit Dawangsari yang menjadi lokasi Candi Barong (Sorogedug). Di sebelah tenggara, sedikit lebih jauh di atas, terdapat Candi Ijo yang juga sangat istimewa. Ketiga situs yang disebutkan ini memiliki corak kepercayaan Hindu Siwa.

Dari Candi Prambanan, Candi Banyunibo berjarak sekitar 5,6 kilometer. Secara administratif, candi ini terletak di Dusun Cepit, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta.

Selain itu, Candi Banyunibo juga berdekatan dengan Tebing Breksi, dengan jarak sekitar 2 kilometer. Anda dapat mengunjungi kedua tempat wisata ini dalam waktu yang relatif singkat dan menikmati keindahan serta sejarah yang ditawarkan oleh keduanya.

Monumen Lindhu Gedhe

Monumen Lindhu Gedhe, atau dikenal juga sebagai Monumen Gempa Bantul, berjarak sekitar 3 kilometer dari Tebing Breksi.

Monumen ini terletak di Dukuh Sengon, Prambanan, Klaten. Tujuan pembuatan monumen ini adalah untuk mengenang gempa besar yang terjadi pada tanggal 27 Mei 2006 di wilayah Bantul, Yogyakarta.

Monumen ini menjadi simbol peringatan akan bencana tersebut dan juga sebagai pengingat akan rasa kebersamaan dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Anda dapat mengunjungi Monumen Lindhu Gedhe dan merasakan makna yang terkandung di dalamnya, serta menyaksikan keindahan yang terletak tidak jauh dari lokasi ini.

Candi Miri

Candi Miri merupakan sebuah candi Hindu yang terletak dekat dengan Candi Banyunibo, Candi Kalasan, dan Candi Barong. Lokasinya berada di Dusun Dawangsari, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jarak antara Tebing Breksi dan Candi Miri, atau sebaliknya dari Candi Miri, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 14 menit dengan jarak sekitar 3 kilometer melalui rute Jalan Candi Ijo, berdasarkan rute tercepat.

Anda juga dapat memilih perjalanan dengan rute konvensional melalui jalan besar dengan jarak sekitar 7,6 kilometer, yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 22 menit dengan memodifikasi rute di atas melalui jalan Piyungan – Prambanan.

Candi Dawangsari

Candi Dawangsari adalah sebuah candi Hindu-Buddha yang terletak di Dusun Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Candi ini berada di sebelah utara Candi Barong. Diperkirakan candi ini dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno.

Jarak antara Candi Dawangsari adalah sekitar 2 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit melalui rute tercepat melalui Jalan Candi Ijo.

Alternatifnya, Anda juga dapat memilih rute konvensional dengan menggunakan jalan besar yang memiliki jarak sekitar 7,2 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Anda dapat memodifikasi rute tersebut dengan alternatif melalui jalan Piyungan – Prambanan.

Situs Watu Gudig

Situs Watu Gudig terletak di pinggir jalan Prambanan – Piyungan. Jika Anda melakukan perjalanan dari Candi Prambanan, maka situs Watu Gudig ini berada sebelum Tebing Breksi.

Jarak antara Tebing Breksi dan Situs Watu Gudig adalah sekitar 3,5 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit.

Spot Riyadi

Spot Riyadi, yang terletak di Padukuhan Dawangsari, Sambirejo, Prambanan, Sleman, merupakan salah satu pilihan destinasi wisata untuk menikmati matahari terbenam.

Spot Riyadi dapat menjadi tujuan wisata yang menarik saat musim liburan tiba.

Para pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang spektakuler, termasuk keindahan Gunung Merapi di sisi utara dan Candi Prambanan.

Pada hari yang cerah, pengunjung dapat melihat dua pasang gunung kembar, yaitu Merapi-Merbabu dan Sumbing-Sindoro.

Bagi yang datang pada pagi hari, mereka akan disuguhkan panorama Candi Prambanan yang masih terbungkus kabut, serta beberapa candi lainnya seperti Candi Sewu, Plaosan, dan Sojiwan.

Pada malam hari, pengunjung dapat menikmati gemerlap lampu Kota Yogyakarta di sebelah barat.

Tak perlu khawatir jika ingin mengabadikan momen, di Spot Riyadi terdapat jembatan bernama “Jembatan Cinta” yang menyediakan tempat bagi pengunjung untuk berfoto.

Rute tercepat untuk mencapai Spot Riyadi dari Tebing Breksi adalah melalui jalan Candi Ijo dengan jarak sekitar 2,5 kilometer dan waktu tempuh sekitar 11 menit.

Namun, Anda juga dapat memilih rute konvensional melalui jalan Piyungan – Prambanan dengan jarak sekitar 7 kilometer.

Jika Anda berangkat dari Candi Prambanan, Spot Riyadi terletak di sebelah kiri sebelum mencapai Tebing Breksi.

Candi Prambanan

Candi Prambanan, yang juga dikenal sebagai Candi Roro Jonggrang, adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang didirikan pada abad ke-9 Masehi. Candi Prambanan menjadi salah satu daya tarik wisata terkemuka di Yogyakarta, baik bagi turis lokal maupun internasional.

Candi Prambanan terletak sekitar 6,9 kilometer di utara Tebing Breksi dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 20 menit perjalanan.

Kraton Ratu Boko

Kraton Ratu Boko, juga dikenal sebagai Situs Ratu Baka atau Candi Boko, adalah situs purbakala yang terdiri dari sejumlah sisa bangunan. Situs ini terletak sekitar 3 km di sebelah selatan kompleks Candi Prambanan dan sekitar 18 km di sebelah timur Kota Yogyakarta.

Jika Anda berangkat dari Candi Prambanan, Kraton Ratu Boko berada sebelum Tebing Breksi. Jaraknya sekitar 7 kilometer jika Anda mengikuti rute konvensional melalui jalan Piyungan – Prambanan. Namun, Anda juga dapat memilih rute alternatif dengan jarak sekitar 3,2 kilometer.

Tips

Berikut adalah beberapa tips dan saran sebelum berkunjung ke Tebing Breksi Yogyakarta:

  1. Pilih waktu yang tepat: Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah di pagi hari atau sore hari. Jika beruntung, Anda dapat menikmati panorama matahari terbit atau terbenam yang sangat indah.
  2. Bawa kamera: Jangan lupa untuk membawa kamera atau smartphone Anda karena menawarkan pemandangan yang indah dan banyak spot foto yang cocok untuk diabadikan. Anda dapat mengambil foto-foto yang memukau dan mempostingnya di media sosial seperti Instagram.
  3. Hindari hari libur: Jika memungkinkan, hindari mengunjungi pada akhir pekan atau liburan panjang, karena tempat ini cenderung ramai dengan pengunjung. Lebih baik berkunjung di hari biasa jika Anda ingin merasakan suasana liburan yang lebih tenang dan nyaman.
  4. Persiapkan diri dengan baik: Pastikan Anda membawa perlengkapan yang diperlukan seperti air minum, pakaian yang sesuai, topi atau payung untuk melindungi diri dari panas matahari, dan alas kaki yang nyaman. Juga, periksa cuaca sebelum pergi untuk memastikan Anda siap menghadapinya.

Semoga tips dan informasi di atas dapat membantu Anda saat berkunjung. Nikmati keindahan alamnya dan abadikan momen-momen indah selama perjalanan Anda.

Kekurangan

Seperti halnya destinasi wisata lainnya, Tebing Breksi juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan sebelum mengunjunginya. Beberapa kekurangan yang mungkin dapat menjadi pertimbangan adalah:

  1. Fasilitas yang terbatas: Meskipun sudah ada beberapa fasilitas yang disediakan, namun masih terdapat keterbatasan dalam hal fasilitas seperti tempat makan, penginapan, dan area beristirahat. Pengunjung mungkin perlu kembali ke area dekat Candi Prambanan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
  2. Kepadatan pengunjung: Terutama pada hari libur atau akhir pekan, Tebing Breksi dapat menjadi sangat ramai dengan pengunjung. Hal ini dapat mengurangi pengalaman dan kepuasan wisatawan yang mencari suasana yang lebih tenang dan tenang.
  3. Aksesibilitas yang terbatas: Bagi pengunjung yang tidak memiliki kendaraan pribadi, akses mungkin agak sulit. Transportasi umum di sekitar area tersebut mungkin terbatas, sehingga pengunjung perlu merencanakan dengan baik atau menggunakan jasa transportasi seperti taksi atau ojek online.
  4. Perubahan harga: Harga tiket masuk dan tarif parkir dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Oleh karena itu, penting bagi pengunjung untuk memeriksa informasi terkini sebelum mengunjungi tempat wisata ini.

Meskipun demikian, dengan memperhatikan dan mempersiapkan diri dengan baik, kekurangan-kekurangan di atas dapat diminimalisir sehingga pengunjung tetap dapat menikmati pengalaman wisata yang menyenangkan.

FAQ

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) tentang Tebing Breksi Yogyakarta:

  1. Apa yang membuat Tebing Breksi istimewa? Memiliki keindahan alam yang menakjubkan dengan batuan kapur putih yang unik dan ukiran seni yang menarik. Selain itu, tempat ini juga menawarkan pemandangan Kota Yogyakarta yang spektakuler dari atas tebing.
  2. Berapa harga tiket masuk ke Tebing Breksi? Harga tiket masuk adalah Rp10.000,00 untuk wisatawan lokal dan Rp20.000,00 untuk wisatawan mancanegara. Namun, harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu, jadi pastikan untuk memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung.
  3. Apa saja fasilitas yang tersedia di Tebing Breksi? Terdapat area parkir, tlatar pertunjukan, toilet umum, dan beberapa warung makan. Namun, fasilitas lain seperti penginapan masih harus dicari di area dekat Candi Prambanan.
  4. Apakah ada kegiatan petualangan yang bisa dilakukan di Tebing Breksi? Ya, Terdapat beberapa kegiatan petualangan seperti panjat tebing, offroad, dan bersepeda gunung. Pengunjung dapat menyewa jeep atau membawa sepeda gunung sendiri untuk menjelajahi area ini.
  5. Bagaimana cara menuju Tebing Breksi jika tidak memiliki kendaraan pribadi? Jika Anda tidak memiliki kendaraan pribadi, Anda dapat menggunakan jasa taksi atau ojek online. Pastikan untuk memberi tahu pengemudi tujuan Anda agar mereka dapat membawa Anda ke lokasi yang tepat.
  6. Apakah ada tempat makan di Tebing Breksi? Terdapat area food court yang menyediakan berbagai menu makanan dan minuman. Namun, fasilitas ini mungkin terbatas, jadi jika Anda ingin pilihan yang lebih banyak, disarankan untuk mencari tempat makan di area dekat Candi Prambanan.
  7. Apakah ada waktu terbaik untuk mengunjungi Tebing Breksi? Waktu terbaik untuk mengunjungi adalah pada pagi atau sore hari, terutama saat matahari terbit atau terbenam. Anda dapat menikmati pemandangan yang indah dan suasananya yang lebih tenang.
  8. Apakah ada penginapan di sekitar Tebing Breksi? Terdapat beberapa penginapan di area dekat Candi Prambanan yang dapat menjadi pilihan untuk menginap selama kunjungan Anda.

Harap dicatat bahwa informasi di atas dapat berubah sewaktu-waktu, jadi disarankan untuk memeriksa informasi terbaru sebelum berkunjung ke Tebing Breksi Yogyakarta.

Review Video

Follow Tiketmasuk.com Info Wisata Terbaru di Google News

Related posts